Cerita Ceria Bersama Anak-anak Pejuang Kanker di Rumah Singgah YKAKI

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah

Noni Tio menjelaskan bagaimana cara mewujudkan bumi yang bersih kepada anak-anak dengan penjelasan yang mudah dipahami.

Suasana penuh tawa mewarnai kunjungan para relawan Tzu Chi ke rumah singgah YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu 13/5/2025. Anak-anak sangat antusias, apalagi saat permainan dimulai dan hadiah-hadiah menarik dibagikan. Suasana mencair seketika.

Happy banget. Dapat kaos kaki, boneka, dan bisa main bareng. Jadi semangat lagi. Kakak-kakak nanti ke sini lagi ya..” kata Firda.

Firda asal Kuningan, Jawa Barat saat ini duduk di bangku SMP kelas 2. Sudah hampir tiga tahun ini ia didampingi sang ibu wara-wiri ke Jakarta guna pengobatan kanker limfoma stadium 4. Kanker limfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah kanker darah yang menyerang sistem limfatik. Sistem limfatik adalah jaringan, organ, dan pembuluh limfatik yang membantu tubuh melawan infeksi. 

Meski masih dalam masa perawatan, semangat Firda tak surut. Ia bercita-cita menjadi guru TK karena menyukai anak-anak. Tak hanya anak-anak, para orang tua dan pengurus juga merasakan hangatnya kunjungan ini. Mereka merasa didukung, dihargai, dan tak sendirian dalam perjuangan panjang mendampingi buah hati mereka.

Firda (kiri) sangat terhibur dengan rangkaian acara yang dihadirkan para relawan.


Pada sesi tebak lagu, para orang tua juga sangat terhibur dan tak sungkan menyanyi bersama.

Pada kunjungan yang kedua kali bagi relawan komunitas He Qi Pusat ini, tim relawan yang kebanyakan masih muda menunjukkan kreatifitas mereka. Lewat drama ringan tentang membuang sampah dan kuis interaktif, relawan mengajarkan bahwa mencintai bumi bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Noni Tio, salah satu relawan senior Tzu Chi turut menjelaskan bagaimana mewujudkan bumi yang bersih.

Selain edukasi yang menghibur dan berbagai hadiah bagi anak-anak, relawan juga membawakan goody bag bagi setiap anak berisi peralatan mandi lengkap, juga sendok garpu dan sumpit, biskuit gandum, serta baju buat orang tua mereka. Ada juga bingkisan berupa diapers, tisu basah, minyak kayu putih, susu, tepung beras, bermacam-macam buah, garam Himalaya yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak di sini. Tak lupa, relawan juga menyerahkan donasi.

Tak ketinggalan, tim relawan juga membawakan paket makanan vegetarian mengingat tema kunjungan kali ini tentang pelestarian lingkungan.

“Melihat semangat anak-anak yang tetap ceria meski tengah berjuang melawan kanker, membuat kami merasa bahwa hidup ini semestinya dipenuhi makna dan kontribusi untuk sesama,” ujar Sera, salah satu relawan yang mengkoordinir kunjungan ini.

Dalam senyum polos dan gelak tawa anak-anak hari itu, terselip harapan dan kekuatan yang mengingatkan bahwa kebaikan sekecil apa pun, bila dilakukan dengan tulus, mampu menyalakan semangat hidup.

Relawan Tzu Chi datang bukan sekadar membawa bingkisan tapi juga perhatian, dan kebahagiaan untuk anak-anak yang tengah menjalani pengobatan kanker.


Alifah turut menebak judul lagu. Ia senang dengan kunjungan ini yang menambah semangatnya dalam mendampingi anak-anak yang tengah berjuang untuk sembuh dari kanker.

Alifah salah satu tenaga pengajar di YKAKI sangat berterima kasih dengan kunjungan ini. “Dengan adanya acara ini bagi anak-anak tentunya sangat berkesan ya dan sangat menghibur sekali untuk anak-anak. Dari padatnya jadwal kemo mereka ada orang yang datang dan juga menghibur mereka itu, mereka sangat antusias sekali,” kata Alifah.

Suasana kekeluargaan begitu terasa di YKAKI antar para orang tua dan juga para pengurus YKAKI. Ini karena YKAKI adalah rumah singgah yang menaungi anak-anak pejuang kanker dari berbagai kota yang harus menjalani pengobatan dengan jadwal yang cukup padat dan memakan biaya yang tak sedikit. Dengan adanya YKAKI ini memudahkan mereka dan memberikan keringanan.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Memahami Kanker, Menepis Mitos

Memahami Kanker, Menepis Mitos

01 April 2015 “Dari riset penelitan setiap tahun kasus kanker semakin bertambah jumlahnya, kanker merupakan penyebab kematian tertinggi ke 2 di dunia,” ujar dr. Rebbeca N Angka M.Biomed, salah satu pembicara. Wanita yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Klinik Yayasan Kanker Indonesia ini juga menjelaskan bahwa pada tahap deteksi dini kanker, sebenarnya setiap orang berpeluang terkena penyakit kanker di setiap bagian tubuhnya.
Lawan Kanker Serviks

Lawan Kanker Serviks

18 Mei 2018

Kanker Serviks merupakan jenis kanker mematikan yang sering menyerang wanita. Faktanya, masih banyak wanita Indonesia yang belum mengetahui gejala, bahaya, dan dampak kanker serviks. Inilah yang mendorong Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi untuk mengadakan seminar awam tentang “Deteksi Dini Kanker Serviks pada Kamis, 10 Mei 2018.

Jalani Pola Hidup Sehat untuk Cegah Kanker

Jalani Pola Hidup Sehat untuk Cegah Kanker

16 Juni 2017
Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas Xie Li Kalimantan Tengah 2 mengadakan penyuluhan tentang Kanker pada 22 Mei 2017. Sebanyak 6 orang relawan penuh semangat menyiapkan materi seputar penyakit kanker untuk 77 orang pelajar dari SMPN 4 Danau Sembuluh.
Bila kita selalu berbaik hati, maka setiap hari adalah hari yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -