Cinta dari Dalam Hati

Jurnalis : Riani Purnamasari (He Qi Utara), Fotografer : Riani Purnamasari (He Qi Utara)
 
 

fotoDonor darah merupakan salah satu wujud nyata cinta kasih universal. Jika memiliki waktu dan kesempatan, maka jangan ragu untuk melakukannya.

 

 

 “Makna kebahagiaan bukan terletak pada keberadaan harta benda, melainkan pada keberadaan cinta kasih dalam hati.” (Kata Perenungan Master Cheng Yen)

 

 

 

 

 

Sebanyak apapun harta benda yang kita miliki tidaklah menjamin kita akan hidup bahagia. Banyak faktor lain yang dapat membuat kita bersyukur dan bahagia, salah satunya yaitu cinta kasih. Seperti yang dikatakan Master Cheng Yen, “Jika kita memiliki cinta kasih di dalam hati, kita akan memaknai kebahagiaan tersebut.” Sebagai wujud nyata cinta kasih, Tzu Chi mengadakan kegiatan donor darah di Sekolah Amitayus pada tanggal 11 September 2011 agar 86 calon pendonor dapat menyumbangkan cinta kasihnya melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Jalinan Jodoh untuk Berbagi
Tindakan nyata cinta kasih tanpa batas dibuktikan oleh seorang remaja berusia 17 tahun. Yuliana yang bersekolah di salah satu SMK swasta di Jakarta Timur, datang jauh-jauh menuju lokasi donor karena jalinan jodoh melalui teman komunitas wiharanya, Darwin.  Selama 2 tahun sudah Yuliana mengikuti kebaktian di Wihara Pha Chen Tan. Darwin yang kenal secara langsung dengan Shijie Gouw Tjhai Suan, relawan Tzu Chi, beberapa kali diajak mengikuti kegiatan Tzu Chi, salah satunya penggalangan dana pascagempa Merapi di awal tahun 2011 lalu.

foto  foto

Keterangan :

  • Tim medis PMI memeriksa kesehatan calon donor sebelum melakukan donor darah.(kiri)
  • Kegiatan donor darah ini diadakan di Sekolah Amitayus pada tanggal 11 September 2011.(kanan)

Dengan kegiatan donor darah ini, Darwin senantiasa tergerak untuk dapat pula mendonorkan darahnya, dan terlebih lagi, ia mengajak teman-temannya untuk berbagi cinta kasih kepada sesama. “Pagi ini, saya umumkan di antara teman-teman saya, dan jodoh pun membuat Yuliana dapat pula bersumbangsih. Dalam menjalani hidup, saya selalu berpikir, apa yang bisa saya berikan bagi orang lain? Darah, adalah salah satunya. Sangat menyenangkan mengikuti berbagai kegiatan Tzu Chi, terutama donor darah,” ujar Darwin.

Pertama kali mendonorkan darah, Yuliana berharap bahwa darahnya dapat sampai kepada yang membutuhkan. “Memang hanya satu kantong kecil saja, tetapi saya ingin bahwa darah saya dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Memang sakit saat proses pengambilan darahnya, tapi menyenangkan saat tahu darah saya dapat memenuhi kualitas PMI. Tentu saja tak semua orang bisa mendonorkan darahnya. Banyak yang gagal saat diperiksa di awal,” ujar Yuliana.

foto  foto

Keterangan :

  • Merupakan suatu berkah saat kita memiliki kesempatan untuk menyelamatkan sebuah kehidupan dan sekaligus membawa kebahagiaan bagi diri kita sendiri. (kiri)
  • Setiap orang dapat membagikan cinta kasihnya melalui kegiatan donor darah. (kanan)

Welas Asih Bersumbangsih
Bekerja dengan salah seorang relawan Komite Tzu Chi membuat Rini, mahasiswi berusia 20 tahun ini sering diajak mengikuti kegiatan Tzu Chi. “Salah satunya memasak di Jing Si. Biasanya Bu Aily dan teman-teman Tzu Chi memasak untuk konsumsi relawan, jadi saya sering diajak ikut bantu,” kata Rini. Selama setahun bekerja, Rini berkesempatan mengikuti 3 kali kegiatan donor darah di Sekolah Amitayus ini, “Sebelumnya saya nggak pernah donor darah, tapi sejak setahun ini saya sudah 3 kali donor. Ibu Aily mengajak saya, tapi pada akhirnya saya juga yang memutuskan untuk ikut atau tidak. Kegiatan Tzu Chi selama ini saya lihat sangat baik, variatif dan universal. Ada beberapa yang saya tau, misalnya kunjungan ke panti jompo, bagi beras, dan lainnya. Semua yang ditolong benar-benar yang membutuhkan. Banyak yang miskin sekali, dan tepat sasaran jika mereka dibantu Tzu Chi. Maka, ketika ibu mengajak saya, saya akan dengan senang hati ikut kegiatan Tzu Chi bila waktu saya memungkinkan dan tidak sedang masa kuliah,” ujarnya.

Memiliki golongan darah yang langka, membuat Rini semakin bersemangat ketika kegiatan donor darah datang. “Darah saya golongan AB. Saya tahu kalau darah AB jarang, jadi saya ingin bantu PMI untuk nolong orang yang memerlukan darah AB,” katanya. Rasa welas asih Rini yang nyata dibuktikan dengan keinginannya untuk mengikuti kegiatan donor darah lagi di kemudian hari. “Saya ingin bersumbangsih lebih banyak. Relawan Tzu Chi baik dan ramah, dan hal inilah yang membuat saya tertarik, karena walaupun saya seorang Muslim, mereka tidak membeda-bedakan. Ajarannya sangat universal. Inilah yang menjadi pemersatu di antara relawannya,” ungkapnya.

Ketika darah menjadi penyelamat kehidupan, kita manusia tidak akan pernah tahu kapan memerlukannya. Ketika harta benda bukanlah satu-satunya pembuat kebahagiaan, hanya cinta kasih tulus dalam hatilah yang akan membawa kebahagiaan untuk hidup. Ketika kita memiliki kesempatan untuk menyelamatkan sebuah kehidupan dan sekaligus membawa kebahagiaan bagi diri kita sendiri, maka jangan ragu-ragu untuk melakukannya. Just Do It!

  
 

Artikel Terkait

Menyemangati, Mengobati, dan Menyehatkan Warga Terdampak Kebakaran

Menyemangati, Mengobati, dan Menyehatkan Warga Terdampak Kebakaran

28 Maret 2025

Setelah menyalurkan sembako dan pakaian layak pakai, relawan kembali ke Kampung Sempant, Kutai Barat untuk memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak kebakaran.

Ikut Bantu Kampung Nelayan Lewat Konser Amal

Ikut Bantu Kampung Nelayan Lewat Konser Amal

21 Mei 2019

Para siswa Secondary (setingkat SMP) Sekolah Tzu Chi Indonesia mengadakan Charity Perform untuk membangun perpustakaan di salah satu sekolah di Kampung Nelayan, Kapuk Muara. Kegiatan ini berlangsung selama 3 jam di Aula Jing Si lt. 3, PIK, Jakarta Utara pada Selasa, 21 Mei 2019.

Menyelamatkan Bumi dalam Satu Jam

Menyelamatkan Bumi dalam Satu Jam

06 April 2018
Pada 24 Maret 2018, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 2 mengikuti kegiatan Earth Hour yang diadakan oleh oleh Paroki MKK (Gereja Maria Kusuma Karmel) Meruya, Jakarta Barat dan bertempat di Lapangan Basket Blok D, Taman Aries, Jakarta Barat. 
Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -