Suwati bersama keluarga, relawan Yayasan Buddha Tzu Chi, kepala lingkungan, serta para tamu undangan berfoto bersama di depan rumah baru yang telah selesai dibangun sebagai ungkapan syukur atas bantuan yang telah diterima.
Di tengah abu dan puing-puing sisa kebakaran, cinta kasih tetap bisa menumbuhkan harapan. Inilah yang dirasakan Suwati dan putrinya ketika Yayasan Buddha Tzu Chi hadir untuk membangun kembali rumah mereka yang habis terbakar.
Tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada 18 Maret 2026, rumah Suwati mengalami kebakaran akibat korsleting listrik. Dalam kepanikan itu, ia hanya sempat menyelamatkan surat-surat berharga dan pakaian yang melekat di badan. Musibah tersebut menjadi pukulan yang semakin berat karena lima bulan sebelumnya ia baru saja kehilangan putra laki-lakinya.
Bersama putrinya, Suwati kemudian menyewa sebuah rumah sambil berusaha mencari cara agar tempat tinggalnya dapat dibangun kembali. Suwati juga berusaha mengumpulkan dana sendiri. Ia sempat membeli beberapa sak semen dan batu bata, tetapi keterbatasan biaya membuat pembangunan rumah belum dapat dimulai. Di tengah masa sulit itu, para tetangga menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan berupa pakaian dan berbagai kebutuhan rumah tangga.
Relawan, keluarga Suwati, dan para tamu undangan memanjatkan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar rumah baru ini membawa kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan bagi Suwati dan keluarganya.
Pada 9 April 2026, dengan didampingi kepala lingkungan, Suwati mengajukan permohonan bantuan kepada Tzu Chi Medan. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada 23 April 2026 relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Cemara melakukan survei ke rumah Suwati di Jalan Metal, Kelurahan Tanjung Mulia, untuk melihat langsung kondisi serta kebutuhan yang diperlukan. Setelah hasil survei dibahas dalam rapat koordinasi relawan amal, Yayasan Buddha Tzu Chi memutuskan untuk membangun kembali rumah Suwati.
Mendengar kabar baik itu, air mata Suwati tak terbendung. “Saya sangat senang dan bersyukur. Saya kira saya sudah tidak bisa membangun rumah saya kembali. Terima kasih kepada Tzu Chi karena sudah mau membantu,” ucapnya penuh haru.
Pembangunan rumah dimulai pada 8 Juni 2026. Sebagai PIC kasus, Pipink Asriana secara rutin mengawasi proses pembangunan agar seluruh pekerjaan berjalan dengan baik. Syukurlah, pembangunan berlangsung lancar tanpa kendala yang berarti. Para pekerja pun turut membantu dengan penuh suka cita.
Pipink juga bersyukur dapat menjadi bagian dari kebahagiaan Suwati. “Saya sangat senang dan terharu melihat keluarga Suwati sudah memiliki rumah baru,” ujarnya.
Momen penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada Suwati sebagai tanda selesainya pembangunan rumah sekaligus dimulainya lembaran baru bagi dirinya dan keluarga.
Setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih dua bulan, pada 5 Agustus 2026 rumah Suwati akhirnya selesai. Hari itu, kunci rumah diserahkan secara simbolis kepada Suwati. Selain membangun rumah, Tzu Chi juga memberikan beberapa perabotan sederhana yang berasal dari Depo Daur Ulang Tzu Chi. Barang-barang bekas yang dipilah dengan cinta kasih kembali memberikan manfaat bagi mereka yang membutuhkan. Inilah salah satu wujud nyata semangat melindungi bumi sekaligus menolong sesama yang terus dijalankan Tzu Chi.
Dengan mata berkaca-kaca, Suwati mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Saya sangat senang sekali, bersyukur, dan sangat berterima kasih kepada Tzu Chi yang sudah membantu pembangunan rumah ini. Rumah ini sangat sejuk, seperti sejuknya hati kita semua. Saya sangat bersyukur bisa mengenal Tzu Chi dan para relawannya yang sangat baik dan selalu memberikan kehangatan. Saya mendoakan semua relawan selalu sehat, Tzu Chi semakin maju, dan semakin banyak menolong orang yang membutuhkan,” ucap Suwati penuh haru.
Kebahagiaan yang sama juga dirasakan Kepala Lingkungan setempat, Jaka Lesmana. “Saya sangat berbahagia dan berterima kasih karena warga kami, terutama Ibu Suwati, telah dibantu. Kami sudah mengenal Tzu Chi melalui DAAI TV dan media sosial. Kami tahu Tzu Chi selalu memberikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran. Kehadiran Tzu Chi sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Tampak depan rumah baru Suwati yang telah selesai dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi. Rumah ini menjadi wujud nyata cinta kasih relawan dalam membantu membangkitkan kembali harapan bagi keluarga yang terdampak musibah kebakaran.
Membangun kembali sebuah rumah memang dapat diselesaikan dalam hitungan bulan. Namun, yang jauh lebih berarti adalah membangun kembali harapan dan semangat hidup sebuah keluarga.
Hari itu, Suwati dan para relawan sama-sama merasakan haru dan bahagia. Air mata yang mengalir bukan lagi karena kehilangan, melainkan karena menyaksikan cinta kasih yang diwujudkan tanpa membeda-bedakan.
Semoga rumah baru ini menjadi awal kehidupan yang lebih tenang, sehat, dan penuh berkah bagi Suwati dan keluarganya. Melalui hunian yang layak, relawan Tzu Chi tidak hanya membangkitkan suka cita, tetapi juga menginspirasi semakin banyak orang untuk menumbuhkan benih-benih cinta kasih kepada sesama.
Editor: Metta Wulandari