Paulus Florianus, Executive Producer, bersama perwakilan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Vertical Rescue Indonesia, JNE, dan pemerintah daerah Sumba Barat Daya menyerahkan secara simbolis berupa tas sekolah beserta perlengkapan alat tulis untuk anak-anak di Desa Rita Baru dan Mata Kapore sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan.
Sebagai media yang mengusung nilai cinta kasih dan kemanusiaan, DAAI TV Indonesia terus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui gerakan “DAAI Berdampak, Menggerakkan Kebaikan”. Salah satu wujud nyata gerakan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Cinta Kasih yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru, Kabupaten Sumba Barat Daya, pada 10 Mei 2026.
Jembatan ini hadir sebagai solusi atas kebutuhan konektivitas masyarakat yang selama bertahun-tahun harus menghadapi derasnya dan dalamnya Sungai Polapare demi menjalankan aktivitas sehari-hari.
Desa Rita Baru dihuni 412 kepala keluarga dengan 1.745 jiwa, sementara Desa Bondo Bela memiliki 825 kepala keluarga dengan 4.520 jiwa. Kehadiran jembatan ini diharapkan membuka akses yang lebih aman dan layak bagi ribuan warga, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan interaksi sosial antarwilayah.
Anak-anak warga Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru yang bersekolah sangat bergembira menyambut hadirnya Jembatan Cinta Kasih Polapare yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru.
CEO DAAI TV, Elisa Tsai, mengatakan bahwa DAAI TV tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga ingin menjadi bagian dari solusi sosial dengan menggerakkan banyak pihak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“DAAI TV berharap jembatan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar Sungai Polapare, sekaligus menjadi perwujudan komitmen DAAI sebagai media yang mengusung pesan kebenaran, kebajikan, dan keindahan,” ujarnya.
Anak-anak sekolah melintasi Jembatan Cinta Kasih Polapare yang memiliki panjang 90 meter dengan lebar 1,2 meter.
Dalam pembangunan jembatan ini, DAAI TV menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Vertical Rescue Indonesia, JNE, serta para donatur. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam membantu masyarakat di wilayah pelosok Indonesia.
Prof. Dr. M. Alie Humaedi, M.Ag., M.Hum., dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan, Maritim, dan Budaya Berkelanjutan BRIN menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Cinta Kasih Polapare memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah terpencil.
“Pembangunan Jembatan Cinta Kasih Polapare yang menghubungkan Desa Bondo Bela dan Rita Baru ini merupakan sarana perwujudan imajinasi komunitas terkait masalah konektivitas di atas Sungai Polapare yang berarus deras dan dalam. Harapannya, selain memberikan jaminan keselamatan dan mengurangi risiko kesakitan, jembatan ini mampu meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta mempererat interaksi sosial masyarakat,” ujar Prof. Dr. M. Alie Humaedi.
Jembatan Cinta Kasih Polapare yang panjangnya 90 meter ini menghubungkan Desa Bondo Bela dan Desa Rita Baru dan mampu meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Pembangunan teknis jembatan dikerjakan oleh Vertical Rescue Indonesia yang telah berpengalaman membangun jembatan gantung di berbagai pelosok Indonesia. Komandan Tim Pembangunan Jembatan Cinta Kasih dari VRI, Dadan Ridwan Hamdani, menjelaskan bahwa lokasi pembangunan berada di lereng tebing dengan medan curam dan batuan kapur rapuh sehingga menjadi tantangan tersendiri selama proses pengerjaan.
Jembatan gantung ini memiliki panjang 90 meter dengan lebar 1,2 meter. Seluruh material pembangunan harus diangkut secara manual dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer melewati jalur curam dari titik terakhir kendaraan menuju lokasi pembangunan.
“Dengan tantangan sebesar itu, kami berharap jembatan ini dapat dirawat dengan baik dan akses jalan menuju lokasi dapat diperbaiki agar lebih aman serta dapat digunakan kendaraan roda dua,” ujar Dadan.
Paulus Florianus, Executive Producer DAAI TV Jakarta, menandatangani prasasti Jembatan Cinta Kasih Polapare bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Vertical Rescue Indonesia, JNE, dan pemerintah daerah Sumba Barat Daya.
Pembangunan jembatan ini juga melibatkan partisipasi masyarakat setempat yang bergotong royong membangun akses menuju desa mereka. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam pembangunan jembatan tersebut.
Selain mendukung pembangunan jembatan, DAAI TV Indonesia bersama para mitra dan donatur juga membagikan 600 tas sekolah beserta perlengkapan alat tulis untuk anak-anak di Desa Rita Baru dan Mata Kapore sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi muda di Sumba Barat Daya.
Pembangunan Jembatan Cinta Kasih yang melintasi Sungai Polapare ini menjadi bukti bahwa media tidak hanya dapat menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menggerakkan kebaikan bagi masyarakat di wilayah pelosok Indonesia.
Editor: Anand Yahya