Demi Cucu
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Anand Yahya|
|
| ||
| Tugas mereka tidak hanya memberikan obat yang memang sudah dikemas sesuai dengan kebutuhan pasien pascaoperasi katarak, namun mereka juga harus menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan pasien setelah dioperasi katarak, seperti tidak menggosok-gosok mata yang dioperasi, menghindari asap dan debu, tidak boleh menundukkan kepala selama 2 minggu, dan tidak boleh mengangkat beban melebihi 10 kg selama 1 bulan. ”Bapak juga kalau terkena batuk harus segera berobat ya,” kata Eko dalam bahasa Mandarin. Lu Liong Khim yang ditemani anaknya pun mengangguk pelan. Mayoritas pasien yang berusia lanjut ini memang menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa percakapan sehari-hari. ”Kita menerangkannya juga dalam bahasa Mandarin,” jelas Lili. Kehadiran Lili dan Eko serta 10 rekan kuliahnya ini memang sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-71 yang dilaksanakan di Rumah Sakit Tentara Singkawang, Kalimantan Barat. ”Sebagai anak muda, kita yang memiliki waktu dan tenaga, harus disalurkan untuk dapat menolong orang lain,” terang Lili, tentang alasannya menjadi relawan Tzu Chi kali ini. Sementara Eko mengaku bahagia bisa membantu orang lain. Data pasien yang tercatat berhasil dioperasi pada tanggal 29 Oktober 2010 adalah sebanyak 67 pasien. Meski baru resmi dimulai pada tanggal 30 Oktober 2010, namun proses operasi sudah dimulai sejak pukul 13.00 WIB hari sebelumnya. Sebanyak 27 orang dokter dan perawat yang datang dari Jakarta, setibanya di Singkawang – lokasi baksos kesehatan – langsung melakukan operasi.
Keterangan :
Tujuh Tahun Katarak Sebagai purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Sersan Satu, sebenarnya bisa saja Samsuri menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk menabung biaya berobat istrinya, tetapi hal itu tidak mereka lakukan karena mereka harus menanggung 2 cucu dari putri keduanya yang meninggal dunia. ”Makanya kehidupan kami cukup berat, kami harus memikirkan kehidupan dan masa depan cucu kami,” ungkap Samsuri. Putri kedua mereka, Sri Wahyuni, meninggal dunia karena terkena leukimia. ”Suaminya sekarang nggak tahu kemana? Jadi kami yang merawat anak-anaknya,” terang Farida getir. Menikah pada tahun 1968, Samsuri yang asal Jawa Timur dan Farida warga asli Singkawang dikaruniai 4 orang anak: Nanik Susilawati, Sri Wahyuni (alm), Urip Santoso, dan Bari-Bariyanti (alm). Dari 4 orang anak, 2 orang meninggal dunia, Sri Wahyuni dan Baribariyanti. Keduanya meninggal akibat terkena kanker: darah (leukimia) dan kelenjar. Sejak Sri wafat, maka kehidupan Nurul Anjani (11) dan Ria Dwi Nur Azizah (8) menjadi tanggung jawab kakek dan neneknya. Dua anak lainnya masing-masing telah berumah tangga dan mengurusi keluarganya masing-masing. ”Sakitnya berat, kami tidak punya biaya untuk berobat,” ungkap Samsuri. Meski begitu, Samsuri dan Farida bisa menerima takdir yang menimpa kedua anaknya tersebut.
Keterangan :
Bersyukur Dengan uang pensiunannya, Samsuri harus dapat menghidupi istri dan kedua cucunya. Jangankan untuk berobat, untuk biaya sekolah dan kebutuhan sehari-hari saja ia dan istri harus pandai-pandai mengatur pengeluaran agar mencukupi kebutuhan. ”Makanya kami bersyukur sekali ada yayasan (Tzu Chi) yang mengadakan baksos seperti ini,” ungkap Samsuri. ”Masih ada orang yang peduli,” sambung Farida yang terharu dengan pelayanan yang diberikan oleh para tim medis Tzu Chi dan juga relawan. ”Bagus, tidak memandang suku, ras, agama, dan golongan, semua yang butuh bantuan dibantu,” kata Samsuri. ”Walaupun gratis, tetapi penanganan dan pelayanannya sangat baik,” puji Farida. | |||
Artikel Terkait
Menanam Kepedulian Sejak Dini: Peresmian Titik Green Point ke-72 di Kingston School
01 Agustus 2025Yayasan Buddha Tzu Chi Medan kembali meresmikan titik Green Point ke-72 di Kingston School, Medan, sebagai upaya edukasi pelestarian lingkungan sejak dini pada Jumat, 25 Juli 2025.
Mengembangkan Cinta Kasih Dengan Berbagi
21 April 2020Yayasan Buddha Tzu Chi KP. Palembang mulai menyalurkan bantuan beras seberat 100 ton kepada masyarakat akibat dampak penyebaran virus covid 19. Penyaluran bantuan beras itu untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Palembang,









Sitemap