Doa Bersama Bulan Tujuh Penuh Berkah Tzu Chi Medan

Jurnalis : Mellisa Sim, Yanti Yunita (Tzu Chi Medan), Fotografer : Gunawan,Vincent Horison, Lim Hung Jeng, Tanoto, Emilia, Julia, Julin (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi dengan khidmat menjalankan proses persembahan pelita, buah, dan bunga dalam kegiatan Doa Bersama Bulan Tujuh Penuh Berkah.

Tzu Chi Medan mengajak masyarakat melihat bulan tujuh dari sebagai momentum untuk bersyukur, berbakti kepada orang tua, menghormati kehidupan, memperluas cinta kasih, dan menanam kebajikan dalam kegiatan Doa Bersama Bulan Tujuh Penuh Berkah.

Kegiatan yang berlangsung di STBA-PIA, Glugur Kota, Medan Barat, Pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 158 peserta dari masyarakat umum, serta 261 relawan Tzu Chi Medan. Berbagai rangkaian kegiatan dihadirkan, mulai dari ceramah Master Cheng Yen, pertunjukan Zhong Gu (genta dan genderang) dan Shou Yu (isyarat tangan), persembahan pelita, buah dan bunga, ajakan membangkitkan tekad bervegetarian, pengenalan DAAI Technology, pembagian makanan vegetarian, kepedulian lingkungan, hingga doa bersama.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa keberkahan bukan hanya sesuatu yang dimohonkan melalui doa, tetapi juga merupakan buah dari sebab-sebab baik yang ditanam melalui pikiran, perkataan, dan tindakan.

Makna bulan tujuh tidak berhenti pada ritual atau tradisi. Semangat Ullambana mengajarkan manusia untuk memiliki kepedulian terhadap makhluk yang berada dalam penderitaan. Nilai tersebut kemudian diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti membantu sesama, mengembangkan welas asih, menghormati kehidupan, serta berbakti kepada orang tua.

Relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, Widiyani, menjelaskan bahwa dalam pandangan Tzu Chi, bulan tujuh dimaknai sebagai bulan yang penuh syukur dan berkah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa keberkahan bukan semata-mata sesuatu yang dimohonkan melalui doa. Keberkahan juga lahir dari sebab-sebab baik yang ditanam melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dengan demikian, doa menjadi semakin bermakna ketika disertai tindakan nyata.

Relawan Tzu Chi sekaligus koordinator kegiatan, Widiyani, menjelaskan bahwa dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, bulan ketujuh penanggalan lunar sering disebut sebagai bulan hantu. Namun, dalam pandangan Tzu Chi, bulan tujuh justru dimaknai sebagai bulan yang penuh syukur dan berkah.

“Kita selalu mengajak dan menghimbau, baik relawan maupun para hadirin untuk menjalankan bulan ini dengan penuh berkah, salah satunya dengan cara bervegetaris menghargai kehidupan makhluk lainnya,” ujar Widiyani.

Bervegetarian sebagai Bentuk Menghargai Kehidupan
Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah tahun ini adalah ajakan untuk membangkitkan tekad bervegetarian.

Bervegetarian bukan hanya persoalan mengenai makanan yang tersaji di atas meja. Lebih dari itu, vegetarian merupakan sebuah pilihan untuk menghormati kehidupan dan mengurangi penderitaan makhluk lain.

Melalui kegiatan doa bersama ini, masyarakat diajak memahami bahwa keberkahan bukan hanya sesuatu yang dimohonkan melalui doa, tetapi juga merupakan buah dari sebab-sebab baik yang ditanam melalui pikiran, perkataan, dan tindakan.

Ceramah Master Cheng Yen senantiasa mengingatkan pentingnya menumbuhkan cinta kasih terhadap semua makhluk. Salah satu bentuk nyata dari cinta kasih tersebut adalah menjalankan pola hidup vegetarian. Pesan ini menjadi pengingat bahwa setiap pilihan yang dilakukan manusia dapat memberikan dampak bagi kehidupan.

Ketika seseorang memilih untuk mengurangi konsumsi makanan yang berasal dari hewan, pada saat yang sama ia sedang berlatih menumbuhkan rasa kasih dan kepedulian terhadap makhluk hidup.

Master Cheng Yen juga berharap semakin banyak kegiatan sosial dilakukan agar masyarakat dapat memahami nilai vegetarian secara lebih mendalam, kemudian dengan tulus menjalankannya, mengasihi kehidupan, serta bersama-sama menciptakan berkah dan kedamaian.

Teknologi yang Menghadirkan Cinta Kasih
Ada warna berbeda dalam kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah tahun ini. Pesan tentang cinta kasih juga diperkenalkan melalui DAAI Technology yang membawa semangat bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan berdampingan dengan nilai kemanusiaan.

Relawan Tzu Chi dengan selaras menampilka pertunjukan Shou Yu (isyarat tangan) dengan menggunakan kostum buatan DAAI Tech.

Pesan tersebut disampaikan melalui pertunjukan isyarat tangan oleh para penampil yang mengenakan busana buatan DAAI Tech. Perpaduan seni, teknologi, dan nilai kemanusiaan tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi pada akhirnya hanyalah sarana.

Yang terpenting adalah bagaimana teknologi digunakan untuk membawa manfaat, menyebarkan pesan positif, mempererat hubungan antarmanusia, dan menumbuhkan cinta.

Pelita melambangkan cahaya kebijaksanaan. Semoga cahaya ini menerangi hati kita, menuntun kita pada jalan yang benar. Bunga melambangkan Keindahan Kebajikan. Semoga setiap perbuatan kita mekar dan membawa manfaat bagi sesame. Buah melambangkan hasil dari perbuatan baik. Semoga segala kebaikan yang kita tanam kelak berbuah kebahagiaan bagi semua makhluk.

Menyatukan Hati melalui Doa Bersama
Doa bersama menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan ini. Bukan hanya untuk memohon keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga, doa dipanjatkan dengan menyatukan niat baik bagi dunia, Indonesia, keluarga, serta seluruh makhluk.

Sebuah harapan sederhana namun penuh makna digaungkan: “Semoga batin manusia tersucikan, masyarakat damai sejahtera, dan dunia terbebas dari bencana.”

Doa tersebut menjadi pengingat bahwa kedamaian dunia sesungguhnya dapat dimulai dari diri sendiri. Ketika hati manusia menjadi lebih tenang, pikiran menjadi lebih jernih, dan niat baik diwujudkan melalui perbuatan, maka kebajikan dapat terus menyebar.

Penampilan Zhong Gu (genta dan genderang) menambah semangat dan kehangatan pada acara ini.

Salah satu peserta umum, Rinawaty, menyampaikan bahwa dirinya telah beberapa kali mengikuti kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah yang diselenggarakan oleh Tzu Chi. Kali ini, merupakan ketiga kalinya Rinawaty mengikuti kegiatan tersebut setelah diajak oleh keluarganya.

“Saya merasakan manfaat dengan mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih mengenal, memahami arti dari doa bersama bulan tujuh dan manfaat dari bervegetarian. Dengan mengikuti kegiatan, kita jadi lebih bisa memahami, bersyukur, dan mencintai sesama makhluk," ujar Rinawaty.

Pesan untuk menghormati kehidupan juga diwujudkan secara nyata melalui pembagian makanan vegetarian kepada para peserta. Makanan yang dinikmati bersama menjadi pengalaman sederhana namun bermakna.

Peserta diajak melihat bahwa bervegetarian tidak harus dimulai dengan sesuatu yang sulit. Satu kali memilih makanan vegetarian mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika pilihan tersebut dilakukan secara berulang dan semakin banyak orang melakukannya dengan kesadaran, dampaknya dapat menjadi jauh lebih besar.

Salah satu peserta umum, Rinawaty, menyampaikan bahwa dirinya telah beberapa kali mengikuti kegiatan Bulan Tujuh Penuh Berkah yang diselenggarakan oleh Tzu Chi. Kali ini, merupakan ketiga kalinya Rinawaty mengikuti kegiatan tersebut.


Melalui pengalaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin terbuka bahwa pola hidup vegetarian bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang bagaimana manusia belajar menghargai kehidupan.

Dengan satu hati, satu niat, dan satu langkah kebaikan, diharapkan cinta kasih terus menyebar luas, membawa kedamaian bagi masyarakat, Indonesia, dan dunia. Semoga batin manusia tersucikan, masyarakat damai sejahtera, dan dunia terbebas dari bencana.

Pada akhirnya, rangkaian acara Bulan Tujuh Penuh Berkah mengajak setiap orang untuk kembali menumbuhkan niat baik melalui perbuatan nyata. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen:

“Berkah diperoleh dari niat yang baik, kekuatan didapat dari tekad yang kokoh.”

Dengan niat yang tulus untuk menghargai kehidupan, bervegetarian, dan menebarkan cinta kasih kepada sesama maupun semua makhluk, setiap pilihan dapat menjadi benih kebajikan.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Bergotong Royong Melindungi Bumi Melalui Katering Vegan

Bergotong Royong Melindungi Bumi Melalui Katering Vegan

14 September 2020

Dalam perayaan Bulan Tujuh penanggalan lunar yang diperingati pada tanggal 19 Agustus hingga 16 September yang juga merupakan bulan penuh berkah, Relawan Tzu Chi Surabaya bergotong royong menyiapkan makanan vegan untuk kegiatan Katering Vegan.

Tzu Chi Vegetarian Food Festival 2026 Meriahkan Bulan Tujuh Penuh Berkah

Tzu Chi Vegetarian Food Festival 2026 Meriahkan Bulan Tujuh Penuh Berkah

02 September 2026

Tzu Chi Vegetarian Food Festival 2026 di Medan menjadi ajang berbagi cinta kasih di Bulan Tujuh Penuh Berkah dengan menghadirkan beragam makanan vegetaris dan berbagai kegiatan.

Bulan Tujuh Penuh Berkah: Kembali ke Kehidupan yang Sederhana

Bulan Tujuh Penuh Berkah: Kembali ke Kehidupan yang Sederhana

23 Agustus 2015 Isyarat tangan "A Pa Khan Cui Gu" (Ayah menuntun kerbau) yang membuka drama dalam rangkaian acara Bulan Tujuh Penuh Berkah, Minggu 23 Agustus 2015 di Aula Jing Si Lantai 3, Tzu  Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Lagu bernada ceria dan membangkitkan semangat ini dipilih karena sesuai dengan alur drama yaitu seorang petani (kakek) yang menuntun kerbaunya melewati perkebunan yang penuh dengan sawi putih segar serta perkebunan tebu manis yang mengundang liur.
Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -