Doa Cinta Kasih yang Khidmat dalam Perayaan Waisak Bersama

Jurnalis : Pipi Susanti (Tzu Chi Padang) , Fotografer : Pipi Susanti, Monica (Tzu Chi Padang)
Relawan Tzu Chi Padang menyambut tamu undangan yang hadir pada doa bersama perayaan Waisak di Hotel Mercure, Jl. Purus VI, Padang.

Pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di Hotel Mercure, Jalan Purus VI, Padang, relawan Tzu Chi Padang mengadakan doa bersama untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak. Bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, Waisak menjadi momen penting bagi umat untuk mengamalkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Doa bersama ini menjadi kunci untuk mengintrospeksi diri, merenungkan apa yang sudah kita lakukan selama ini, baik dalam tindakan maupun perkataan, serta ke depannya berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Sebelum memasuki ruangan, para tamu undangan mengisi daftar hadir yang sudah disiapkan. Ketua bersama relawan Tzu Chi turut menyambut kedatangan para tamu undangan dengan hangat. Sebanyak 205 tamu undangan dan donatur lintas agama ikut hadir dalam doa cinta kasih Waisak ini. Selain itu, sebanyak 30 orang relawan Tzu Chi juga ikut membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Prosesi pemandian rupang Buddha oleh YM.B.Virya Phalo dan dilanjut oleh relawan Tzu Chi beserta tamu undangan.

Dengan khidmat, para tamu undangan menjalani prosesi pemandian rupang Buddha.

Turut hadir dalam doa bersama tersebut, Bhante Bhadravajra dan Romo Sudharma, S.L. dari Wihara Buddha Warman. Kegiatan diawali dengan diputarnya video prosesi pemandian rupang Buddha, lalu dilanjutkan dengan prosesi pemandian rupang Buddha oleh Ketua Tzu Chi Padang, Widya Kasuma Laurenzi. Sementara itu, doa bersama dipimpin langsung oleh Bhante dan Romo yang didampingi oleh relawan Tzu Chi.

Dikarenakan peserta yang hadir dari lintas agama, prosesi pemandian rupang Buddha diperuntukkan bagi tamu undangan serta relawan yang bersedia saja. Begitu pula dengan doa bersama yang dilakukan menurut kepercayaan masing-masing. Dengan demikian, prosesi pemandian rupang Buddha dan doa bersama berlangsung dengan khidmat dan lancar. Sebagai tanda terima kasih, para tamu undangan mendapatkan satu lembar daun Bodhi yang bermakna pencerahan, ketenangan, cinta kasih, dan keteguhan batin.

Christianto, relawan Tzu Chi, bersama Ali Udin, salah satu tamu undangan, berbincang hangat setelah kegiatan selesai.

Doa bersama Waisak bukan hanya menjadi momen untuk memanjatkan harapan dan rasa syukur, tetapi juga menjadi ruang untuk merenungkan makna kehidupan. Melalui kebersamaan ini, setiap insan diajak menumbuhkan welas kasih, memperluas kepedulian, dan belajar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Hal inilah yang dirasakan Ali Udin, salah satu tamu undangan yang hadir bersama istrinya dalam kegiatan doa bersama Waisak.

“Saya bersama istri setiap tahun mendapatkan undangan untuk hadir dalam doa bersama Waisak ini. Bukan hanya dalam doa bersama Waisak, dalam kegiatan Tzu Chi pun, kalau mendapatkan undangan, saya dan istri selalu hadir. Apalagi doa bersama ini dapat meningkatkan rasa syukur kita untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang lain,” ungkap Ali Udin.

Editor: Fikhri Fathoni

Artikel Terkait

Waisak Tzu Chi 2018: Dari Satu Menjadi Tak Terhingga (Bag. 2)

Waisak Tzu Chi 2018: Dari Satu Menjadi Tak Terhingga (Bag. 2)

15 Mei 2018

Sejak Yayasan Buddha Tzu Chi berdiri hingga kini berusia 25 tahun, Chia Wenyu selalu mendapatkan tanggung jawab sebagai pemandu acara. Namun pemandangan berbeda ada di Waisak Tzu Chi 2018. Wenyu kali ini tidak lagi ada di depan panggung, dirinya duduk dengan anggun di barisan pembawa persembahan bersama 120 relawan Tzu Chi lainnya.

Waisak Tzu Chi 2018: Kerja Sama Dalam Kemanusiaan

Waisak Tzu Chi 2018: Kerja Sama Dalam Kemanusiaan

14 Mei 2018
Sebanyak 106 umat Gereja St. Fransiskus Xaverius, Tanjung Priuk, mengikuti perayaan Tiga Hari Besar Tzu Chi: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia pada Minggu, 13 Mei 2018.
Waisak Tzu Chi 2018: Keharmonisan Dalam Keberagaman

Waisak Tzu Chi 2018: Keharmonisan Dalam Keberagaman

14 Mei 2018

Selain relawan Tzu Chi, kegiatan ini juga selalu dihadiri para tokoh dari berbagai agama di Indonesia. Doa jutaan insan kali ini dihadiri sebanyak 43 pemuka agama di antaranya pemuka agama Buddha, Katolik, Hindu, dan Konghucu. Ini menunjukkan suatu keharmonisan dalam keberagaman.


Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -