Doa, Mukjizat, dan Jalinan Jodoh

Jurnalis : Henny Laurence (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Lenny Pupella (Tzu Chi Makassar)

fotoRelawan Tzu Chi Makassar mendampingi Kristina belajar berjalan. Bantuan dan bimbingan dari insan Tzu Chi membuat Kristina dapat melalui masa-masa sulitnya.

 

Kuh Chin Lien (Kristina) atau sering dipanggil A King ( 52 tahun) adalah seorang umat Kristiani yang tinggal di Jalan Timor, Makassar. Kristina adalah seorang pembantu rumah tangga. Ia memiliki dua orang kakak, dimana mereka semua belum berkeluarga. Kakak perempuannya (57 tahun) menderita penyakit asma dan tidak bermata pencaharian, Sedangkan kakak laki-lakinya (58 tahun) bekerja di salah satu yayasan sosial.

 

 

Pada tanggal 4 Desember 2010, Kristina merasa sakit dan nyeri di bagian kaki. Jika berjalan ia harus berpegangan. Karena sakit yang tidak tertahankan, Kristina pun pergi berobat ke Sin She (ahli pengobatan tradisional Tionghoa) dengan menggunakan becak, jasa transportasi tradisional di Makassar. Setibanya di sana, saat turun dari becak, tiba-tiba Kristina mendengar bunyi retak dari kaki sebelah kirinya. Seketika ia merasakan sakit yang amat sangat yang membuatnya  tidak sanggup berjalan dan menahan dirinya sendiri.  Dengan bantuan warga, Kristina dinaikkan ke kursi roda dan dibawa ke ruang periksa Sin She.  Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kristina dianjurkan untuk rontgen.  Hasil rontgen menunjukkan patah tulang dan tulang pinggul Kristina bergeser.  Kristina harus segera dioperasi. Mengingat biaya operasi yang sangat mahal, Kristina pun langsung pulang ke rumah.

Pada tanggal 10 Desember 2010, seorang pendeta mengetahui kondisi Kristina. Ia membawanya ke dokter ahli tulang dan menunjukkan hasil foto radiologi ke dokter tersebut.  Namun hasilnya sama saja, ia disarankan untuk dioperasi agar bisa pulih dengan biaya operasi sekitar 18 juta rupiah. Karena mengetahui biaya yang sangat mahal,  Kristina kembali hanya dapat pulang dan pasrah sambil berdoa, meminta mukjizat kesembuhan dari Tuhan.

Keesokan harinya, Kristina menghubungi mantan majikannya di Jakarta untuk mencoba meminta bantuan. Menerima kabar tersebut, anak sang majikan langsung terbang ke Makassar untuk membesuk. Di Makassar, anak sang majikan tinggal di rumah salah satu kerabat yang kebetulan adalah salah satu anggota relawan Tzu Chi yaitu Shi Fong Shijie.  Mengetahui kondisi Kristina dalam keadaan sakit dan tidak berdaya, Shi Fong Shijie segera menghubungi Mei Yong Shijie untuk meminta bantuan dari Tzu Chi. Karena Kristina menolak untuk dioperasi, relawan pun kemudian mencari seorang ahli pengobatan alternatif di bidang patah tulang. Setelah mempelajari hasil rontgen, ahli patah tulang tersebut segera mengembalikan posisi tulang yang bergeser dengan cara diurut lalu diikat dengan sarung. Proses pengobatan ini cukup panjang dan Kristina pun harus bersabar.

foto  foto

Keterangan :

  • Relawan dan seorang ahli pengobatan alternatif tengah melihat hasil rontgen kaki Kristina. (kiri)
  • Kristina (baju hijau) tersenyum bahagia bersama insan Tzu Chi setelah sembuh dari penyakitnya (patah tulang).(kanan)

Bila kita berbuat dengan hati sukacita, biar sesibuk apapun, menolong orang lain tetap tidak terasa melelahkan, malah timbul perasaan bahagia. Selama satu setengah bulan proses pengobatan, Mei Yong Shijie seminggu dua kali menjemput ahli pengoabatan patah tulang ke rumah Kristina untuk mengganti ikatan sarung yang melilit tubuhnya.  Perjuangan Kristina cukup berat untuk sembuh.

Pada tanggal 18 April 2011, Kristina mengecek kembali tulang kaki yang patah melalui rontgen. Dari hasil rontgen tersebut, dokter mengatakan bahwa tulang kaki Kristina sudah kembali ke posisi semula dan tidak perlu dioperasi lagi.  Dokter juga menyarankan ia harus berhati-hati—  jangan sampai jatuh.

Pada tanggal 30 April 2011, Kristina sudah mulai belajar duduk bersandar di tempat tidur.  Bahkan sekarang sudah bisa berdiri dan berjalan sambil menggunakan alat bantu tongkat.  Dari bulan Mei sampai Agustus 2011, Kristina melakukan fisioterapi seminggu sekali. Sejak bulan Oktober 2011, Kristina sudah dapat melakukan aktivitas sehari-hari dan bisa ke gereja.

Berkat mukjizat, doa, dan bantuan dari relawan Tzu Chi yang penuh kesabaran dan cinta kasih membuat Kristina dapat melewati masa-masa sulitnya. Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan padanya. Semoga insan Tzu Chi dapat terus membantu dan meringankan beban mereka membutuhkan bantuan.  Kehidupan ini tentu akan sangat indah jika semua orang dapat bersatu hati untuk bersumbangsih tanpa pamrih.


Artikel Terkait

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-146 di Aceh: Perjuangan Operasi Bibir Sumbing untuk Sang Buah Hati

Baksos Kesehatan Tzu Chi ke-146 di Aceh: Perjuangan Operasi Bibir Sumbing untuk Sang Buah Hati

24 Desember 2024

Kebahagiaan Yanah kala anak bungsunya Nur Jannah berhasil dioperasi bibir sumbing oleh dokter TIMA Indonesia dalam Baksos Kesehatan Tzu Chi Indonesia ke-146.

Semangat Berbagi untuk Warga yang Tinggal di Kolong Tol Jembatan Tiga

Semangat Berbagi untuk Warga yang Tinggal di Kolong Tol Jembatan Tiga

27 September 2022

Waktu baru menunjukkan pukul 10.30 WIB, tapi di bawah kolong tol Jembatan Tiga, terik matahari sudah terasa menyengat. Namun puluhan relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Utara 1 tampak tak acuh. Mereka begitu semangat membagikan nasi kotak vegetaris kepada warga yang tinggal di sana.

Melihat dari Dekat Misi-misi Tzu Chi di Rusun Cinta Kasih

Melihat dari Dekat Misi-misi Tzu Chi di Rusun Cinta Kasih

14 September 2017

Di kompleks Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, siang itu panas matahari cukup terik. Namun belasan tamu dari Transformational Bussiness Network (TBN) Asia begitu antusias berkeliling. Mulai dari sekolah, rumah sakit, rumah susun, hingga depo daur ulang.

Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -