Edison membantu seorang warga lansia membawakan karung beras dan paket sembako menghadirkan momen kehangatan dan kepedulian. Ada 909 paket sembako berhasil disalurkan. Setiap paket berisi beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter.
Relawan Tzu Chi Komunitas Hu Ai Petisah menghadirkan aksi nyata melalui pembagian paket cinta kasih sebagai wujud kepedulian yang tulus kepada masyarakat.
Sebelumnya, relawan melakukan survei dan pembagian kupon sebagai langkah awal untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Kegiatan ini bukan sekadar pendataan, melainkan sebuah proses pendekatan humanis. Relawan hadir langsung di tengah masyarakat, menyapa warga, mendengarkan kisah kehidupan mereka, serta memahami kondisi yang dihadapi dengan penuh empati dan rasa hormat.
Pada 3 April 2026, sebanyak 44 relawan Tzu Chi Medan berkumpul di Kantor Desa Klumpang Kampung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Relawan dibagi menjadi 13 tim untuk menjangkau 5 dusun. Dengan penuh ketulusan, relawan mendatangi rumah ke rumah dan berhasil membagikan 694 kupon kepada warga yang dinilai layak menerima bantuan.
Relawan melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga Dusun Klumpang Kampung untuk membagikan kupon paket sembako. Pembagian kupon sembako di dampingi oleh paarat desa setempat.
Kegiatan pembagian kupon sembako dilanjutkan pada 7 April 2026 dengan melibatkan delapan relawan yang menyalurkan 226 kupon. Dengan demikian, total sebanyak 920 kupon berhasil dibagikan. Siswanto Tam, selaku koordinator kegiatan, telah berkoordinasi dengan aparat Desa Klumpang Kampung.
Kondisi warga terlihat masih banyak yang hidup dalam keterbatasan. Beberapa rumah tampak tidak layak huni, sebagian warga bekerja serabutan, bahkan ada yang kondisi kesehatannya cukup mengkhawatirkan. Hal ini semakin menguatkan tekad relawan untuk hadir dan membantu.
“Pagi itu, langkah kami terasa lebih bermakna saat tiba di Desa Klumpang Kampung. Kami bersyukur karena diberikan kesempatan untuk berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan. Berdasarkan data dari aparat desa, ada 932 warga yang termasuk dalam kategori keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, survei dilakukan secara cermat agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau mereka yang paling membutuhkan,” ujar Siswanto Tam.
Penentuan penerima bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti kondisi tempat tinggal, pekerjaan, serta jumlah tanggungan keluarga. Prioritas diberikan kepada lansia yang hidup sendiri, janda yang menjadi tulang punggung keluarga, serta masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah, dengan tetap menjunjung tinggi nilai penghormatan dan kasih sayang.

Relawan Tzu Chi Medan didampingi kepala kampung Dusun Klumpang Kampung mengunjungi rumah Nenek Rasilah yang tinggal bersama dengan cucunya. Di usia senja, Nenek Rasilah tetap menjalani hari-harinya dengan sederhana dan penuh ketegaran.
Dalam sebuah pertemuan sederhana, relawan berkesempatan berbincang hangat dengan salah satu penerima kupon, Nenek Rasilah (89). Di usia senja, Nenek Rasilah tetap menjalani hari-harinya dengan sederhana dan penuh ketegaran. Meski pendengarannya mulai berkurang, ia tetap berusaha mandiri menjalani kehidupan sehari-hari di rumah bersama seorang cucu yang masih kecil.
Anak-anaknya tinggal jauh, sehingga tidak dapat mendampingi setiap waktu. Kehadiran sang cucu memberikan kehangatan tersendiri di tengah keterbatasan yang ada. Di tengah kondisi tersebut, Nenek Rasilah menyampaikan dengan tulus, “Pendengaran saya agak kurang, namun masih sehat. Anak banyak juga, tapi sudah jauh-jauh semua. Cucu kawan saya di sini, jalan masih bisa,” ucapnya terbata-bata.
Ucapan sederhana itu menggambarkan keseharian yang dijalani dengan ketegaran. Meski hidup dalam kesunyian karena anak-anaknya berada jauh, Nenek Rasilah tetap bertahan dengan kondisi yang ada.
Pertemuan ini terasa begitu bermakna, seolah mempertemukan dua hati dalam satu tujuan: membawa perhatian dan kehangatan bagi Nenek Rasilah yang tetap kuat menjalani hari-harinya.

Siswanto Tam menyampaikan sambutan dengan penuh kehangatan di hadapan para penerima bantuan. Bantuan sembako ini menguatkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pembagian paket sembako dilaksanakan pada 12 April 2026 di MIS Al-Washliyah Klumpang Kampung, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam suasana penuh kebersamaan, sebanyak 909 paket sembako berhasil disalurkan. Setiap paket berisi beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter.
Pembagian paket sembako ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dari MIS Al-Washliyah Klumpang yang menyediakan tempat untuk kegiatan. Tempat tersebut tidak hanya menjadi lokasi pembagian, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan kehangatan antara relawan dan masyarakat penerima bantuan.
“Kami, khususnya saya selaku kepala dusun, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang diberikan. Kehadiran bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, khususnya mereka yang kurang mampu dan benar-benar membutuhkan. Bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi ini tentunya sangat membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah. Semoga kebaikan ini terus membawa manfaat dan menjadi berkah bagi semua pihak,” ucap Mustika, Kepala Dusun Klumpang Kampung.

Relawan secara seremoni membagikan paket sembako kepada aparat desa dan TNI -POLRi dan diteruskan dengan menyerahkan kepada warga yang membutuhkan.
Di balik setiap paket sembako yang diterima, tersimpan rasa syukur dan harapan baru. Senyum tulus para penerima bantuan menjadi bukti bahwa kepedulian yang diberikan dengan hati mampu menghadirkan kebahagiaan sederhana yang begitu bermakna. Semangat berbagi juga tercermin melalui donasi celengan bambu yang terkumpul dari para penerima, menjadi simbol bahwa kebaikan sekecil apa pun akan selalu berarti ketika dilakukan dengan ketulusan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, relawan Tzu Chi Komunitas Hu Ai Petisah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan mempererat kebersamaan. Sebuah langkah kecil yang menghadirkan budaya humanis, penuh cinta kasih, dan harapan di tengah masyarakat.
Editor: Anand Yahya