Hati Akong Ama yang Bahagia
Jurnalis : Tony Honkley (Tzu Chi Medan), Fotografer : Kamsono, A Cheng (Tzu Chi Medan)
|
| ||
Tawa Bahagia Para Akong dan Ama
Ket: - Relawan memperagakan isyarat tangan kepada para Akong dan Ama, menghibur mereka dengan Budaya Kemanusiaan Tzu Chi. (kiri) Tawa bahagia serta rasa haru menyelimuti akong-ama dan relawan setelah bernyanyi dan berdansa bersama. “Sangat menyenangkan ketika dapat berbagi dengan orang lain. Selain merasakan kebahagian bagi diri sendiri, ada kepuasan yang tidak terkatakan,” kata Acheng, seorang relawan. Usai bernyanyi dan bercanda, para relawan memberi makan lalu mengobrol santai agar Akong dan Ama, berusaha menjadi teman bicara mereka yang baik. “Saya rasa Akong dan Ama senang kalau kita datang. Saya perhatikan sewaktu kita bernyanyi, seorang Akong yang stroke dan tidak bisa ngomong, tapi tetap ikut mengoyang-goyang tangannya. Memang kalau kita ke panti jompo jangan hanya sekadar memberi mereka makan, gunting kuku, potong rambut dan lainnya, tetapi kita juga harus ajak mereka bicara dan bermain,” ujar Ingga Shijie.
Ket : - Relawan cilik tidak ketinggalan untuk bersumbangsih dengan membagikan suvenir kepada para Akong dan Ama. (kiri). Kunjungan hari itu ditutup dengan lagu “Ming Tian Hui Geng Hao” (Hari Esok Akan Lebih Baik –red). Para relawan cilik membagikan suvenir sebelum berpamitan untuk pulang. “Terima kasih pada para relawan, sudah mau berkunjung menghibur, memberikan hadiah-hadiah, bernyanyi bersama dan memberikan makanan enak,” ucap Ama Yutina kepada para relawan. Relawan menyalami dan memeluk hangat para Akong dan Ama untuk menutup pertemuan singkat hari itu. | |||
Artikel Terkait
Waisak yang Penuh Sukacita dan Bermakna
16 Mei 2025Perayaan Waisak 2025 di Tzu Chi Makassar berlangsung khidmat pada Minggu, 11 Mei 2025, dengan mengusung tema "Membalas budi luhur Buddha, orang tua kita, dan semua makhluk hidup." Acara dihadiri 107 relawan dan tamu undangan.
Suara Kasih : Dharma Bagaikan Obat Mujarab
11 Mei 2012








Sitemap