Hati Akong Ama yang Bahagia

Jurnalis : Tony Honkley (Tzu Chi Medan), Fotografer : Kamsono, A Cheng (Tzu Chi Medan)
 
 

fotoPara relawan dan Akong-Ama di Panti Wreda Klinik Desi merayakan ulang tahun bersama.

Para Akong dan Ama di Panti Wreda Klinik Desi, mendapat tamu istimewa. Hari Minggu, 27 Juni 2010, relawan Tzu Chi Medan mengadakan kunjungan kasih untuk menghibur para manula yang berada di panti jompo tersebut. Kedatangan 37 relawan Budha Tzu Chi ini disambut hangat. Relawan Tzu Chi yang menjadi pengarah acara pun menyapa Akong dan Ama itu dengan akrab, “Selamat Pagi, Akong dan Ama, sudah sarapan belum?” sapa Tony Shixiong.

Tawa Bahagia Para Akong dan Ama
Acara diisi dengan memperagakan isyarat tangan, juga menyanyi bersama. Mulai dari lagu Tzu Chi, hingga lagu-lagu lama. Akong dan Ama menyanyikan tembang-tembang lama Mandarin, dan para relawan Tzu Chi pun tidak kalah aksi. Selain menyanyi, relawan juga merayakan hari ulang tahun secara bersama-sama. Kue ulang tahun dibawa ke tengah ruangan hingga acara makin meriah. Relawan yang juga berulang tahun pada bulan yang sama ikut maju untuk meniup lilin bersama-sama.

foto  foto

Ket: - Relawan memperagakan isyarat tangan kepada para Akong dan Ama, menghibur mereka dengan             Budaya Kemanusiaan Tzu Chi. (kiri)
         - Ama Yunita menyanyikan tembang-tembang lama Mandarin kesukaannya kepada para penghuni panti             jompo dan para relawan. (kanan)

Tawa bahagia serta rasa haru menyelimuti akong-ama dan relawan setelah bernyanyi dan berdansa bersama. “Sangat menyenangkan ketika dapat berbagi dengan orang lain.  Selain merasakan kebahagian bagi diri sendiri, ada kepuasan yang tidak terkatakan,” kata Acheng, seorang relawan. Usai bernyanyi dan bercanda, para relawan memberi makan lalu mengobrol santai agar Akong dan Ama, berusaha menjadi teman bicara mereka yang baik. “Saya rasa Akong dan Ama senang kalau kita datang. Saya perhatikan sewaktu kita bernyanyi, seorang Akong yang stroke dan tidak bisa ngomong, tapi tetap ikut mengoyang-goyang tangannya. Memang kalau kita ke panti jompo jangan hanya sekadar memberi mereka makan, gunting kuku, potong rambut dan lainnya, tetapi kita juga harus ajak mereka bicara dan bermain,” ujar Ingga Shijie.

foto  foto

Ket : - Relawan cilik tidak ketinggalan untuk bersumbangsih dengan membagikan suvenir kepada para Akong             dan Ama. (kiri).
         - Relawan bersama-sama bernyanyi dan menari bersama, larut dalam keceriaan bersama Akong dan             Ama. (kanan)

Kunjungan hari itu ditutup dengan lagu “Ming Tian Hui Geng Hao” (Hari Esok Akan Lebih Baik –red). Para relawan cilik membagikan suvenir sebelum berpamitan untuk pulang. “Terima kasih pada para relawan, sudah mau berkunjung menghibur, memberikan hadiah-hadiah, bernyanyi bersama dan memberikan makanan enak,” ucap Ama Yutina kepada para relawan. Relawan menyalami dan memeluk hangat para Akong dan Ama untuk menutup pertemuan singkat hari itu.

  
 
 

Artikel Terkait

Waisak yang Penuh Sukacita dan Bermakna

Waisak yang Penuh Sukacita dan Bermakna

16 Mei 2025

Perayaan Waisak 2025 di Tzu Chi Makassar berlangsung khidmat pada Minggu, 11 Mei 2025, dengan mengusung tema "Membalas budi luhur Buddha, orang tua kita, dan semua makhluk hidup." Acara dihadiri 107 relawan dan tamu undangan.

Suara Kasih : Dharma Bagaikan Obat Mujarab

Suara Kasih : Dharma Bagaikan Obat Mujarab

11 Mei 2012
Setiap orang harus menjaga dan melindungi lingkungan besar yang kita miliki ini dan memikul tanggung jawab dalam mendampingi badan misi kesehatan dan misi pendidikan kita.
Baksos NTT: Pelipur Lara di Kala Duka

Baksos NTT: Pelipur Lara di Kala Duka

23 Desember 2011 Kamis, 22 Desember 2011, rombongan relawan Tzu Chi dibagi lagi menjadi 3 kelompok. Target pembagian hari itu adalah Kelurahan Pambotanjara (286 KK), Watumbaka (229 KK), Kambatatana (317 KK), dan Kadumbul (267 KK).
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -