Hati Akong Ama yang Bahagia
Jurnalis : Tony Honkley (Tzu Chi Medan), Fotografer : Kamsono, A Cheng (Tzu Chi Medan)
|
| ||
Tawa Bahagia Para Akong dan Ama
Ket: - Relawan memperagakan isyarat tangan kepada para Akong dan Ama, menghibur mereka dengan Budaya Kemanusiaan Tzu Chi. (kiri) Tawa bahagia serta rasa haru menyelimuti akong-ama dan relawan setelah bernyanyi dan berdansa bersama. “Sangat menyenangkan ketika dapat berbagi dengan orang lain. Selain merasakan kebahagian bagi diri sendiri, ada kepuasan yang tidak terkatakan,” kata Acheng, seorang relawan. Usai bernyanyi dan bercanda, para relawan memberi makan lalu mengobrol santai agar Akong dan Ama, berusaha menjadi teman bicara mereka yang baik. “Saya rasa Akong dan Ama senang kalau kita datang. Saya perhatikan sewaktu kita bernyanyi, seorang Akong yang stroke dan tidak bisa ngomong, tapi tetap ikut mengoyang-goyang tangannya. Memang kalau kita ke panti jompo jangan hanya sekadar memberi mereka makan, gunting kuku, potong rambut dan lainnya, tetapi kita juga harus ajak mereka bicara dan bermain,” ujar Ingga Shijie.
Ket : - Relawan cilik tidak ketinggalan untuk bersumbangsih dengan membagikan suvenir kepada para Akong dan Ama. (kiri). Kunjungan hari itu ditutup dengan lagu “Ming Tian Hui Geng Hao” (Hari Esok Akan Lebih Baik –red). Para relawan cilik membagikan suvenir sebelum berpamitan untuk pulang. “Terima kasih pada para relawan, sudah mau berkunjung menghibur, memberikan hadiah-hadiah, bernyanyi bersama dan memberikan makanan enak,” ucap Ama Yutina kepada para relawan. Relawan menyalami dan memeluk hangat para Akong dan Ama untuk menutup pertemuan singkat hari itu. | |||
Artikel Terkait
Agar Lebih Memahami Tzu Chi
29 Juli 2009 Dengan seringnya bertemu, saling mengeluarkan pendapat, pikiran dan ide-ide, secara tidak langsung akan menimbulkan saling pemahaman di antara sesama relawan. “Kita mengerti pendapat orang lain, itu berarti kita mengenal orang itu juga. Nah, sewaktu kita akan mengajukan kegiatan sekalipun, kita juga enak gitu. Pas di lapangan juga jadi lebih akrab,” terang Budi.
Suara Kasih: Melenyapkan Keakuan dan Kesombongan
18 Juli 2013 Mereka bukan mengejar ketenaran dan keuntungan. Setiap orang membangkitkan cinta kasih yang sangat tulus untuk membantu orang lain. Berkat kontribusi penuh kesungguhan hati setiap orang, barulah kita bisa merajut jaring Bodhisatwa.
Makna Ramadhan dan Kebersamaan dalam Buka Puasa Bersama Relawan Tzu Chi
07 April 2025Relawan Tzu Chi Medan mengadakan buka puasa bersama serta membagikan parsel lebaran kepada 46 penerima bantuan di hari ke-22 Ramadhan pada Sabtu, 22 Maret 2025.








Sitemap