Hidangan Sehat Penambah Semangat
Jurnalis : Mettasari (He Qi Utara), Fotografer : Mettasari (He Qi Utara)
|
| ||
Seperti pada tanggal 5 Oktober 2012, relawan dari wilayah He Qi Utara menyiapkan nasi kuning untuk pembukaan Jing Si Book & Café. “Sudah mulai masak dari jam setengah empat pagi. Kita masak untuk 100 relawan yang hadir untuk peresmian Jing Si Books and Café,” cerita FlorentinaShijie selaku penanggung jawab. Setiap jam 5 pagi, dengan penuh ketulusan hati, para relawan Tzu Chi yang bertugas di bagian konsumsi menyiapkan hidangan vegetarian untuk seluruh relawan dari berbagai kota dan negara. Para relawan saling bahu membahu menyediakan makanan bagi rekan mereka. Bukan hanya relawan Jakarta saja yang bekerja keras di dapur, tetapi relawan dari luar kota pun tidak tinggal diam. Seperti yang dilakukan relawan Tzu Chi dari Makassar yang menyajikan makanan khas Makasar, yaitu coto makasar, sambal goreng dan buras. “Kapan lagi kita bisa begini, dengan kesempatan peresmian Aula Jing Si semua relawan datang dari daerah lain, jadi kita bisa bergaul dan sharing cerita,” ujar Wong Wie Ing Shijie. Tidak hanya itu saja, relawan dari Padang juga menyiapkan makanan khas Padang, yaitu sate padang vegetarian dan rendang vegetarian, semuanya adalah makanan khas Padang. Semua insan Tzu Chi sangat gembira menyantap setiap sajian yang dipersiapkan khusus untuk menyambut peresmian rumah baru mereka.
Keterangan :
Relawan Tzu Chi Padang sudah mulai menyiapkan makanan sejak tanggal 4-6 Oktober, yaitu berupa 300 tusuk sate vegetarian dan 2.000 potong rendang vegetarian. “Rencananya tanggal 12 Desember 2012 kita juga ingin membuka kantor penghubung Tzu Chi di Padang, jadi kita mau melihat persiapan di sini, agar bisa jadi contoh untuk kita,” ujar Henny Shijie. Semangat Muda-Mudi Tzu Chi
Keterangan :
Rasa gotong royong, serta ketulusan dalam hati sangatlah terlihat dari segala aktivitas yang dilakukan oleh tim konsumsi. Mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk para tamu dan relawan yang hadir. Seperti Qiu Lan Shijie, ia bertanggung jawab dalam meracik minuman tradisional untuk kesehatan. Minuman ini diperuntukkan untuk para relawan agar stamina relawan tetap terjaga di sepanjang aktivitas. Kerja keras relawan konsumsi sangatlah luar biasa, mereka memasak untuk ratusan relawan dan ribuan tamu yang hadir. Puncaknya adalah pada saat relawan memasak makan siang pada peresmian Aula Jing Si, dimana saat itu relawan konsumsi memperkirakan memasak untuk 3.000 orang, namun pada kenyataanya para relawan menyiapkan untuk 8.000 orang. Rasa lelah yang mereka rasakan tidak mengurangi senyuman manis nan tulus yang terukir dari wajah relawan, mereka tetap melayani para tamu dengan senyuman khas Tzu Chi. |
| ||
Artikel Terkait
Konvensi TIMA 2020: "Mengatasi Pandemi, Melindungi Bumi dan Batin"
08 Oktober 2020Karena pandemi, Konvensi Tahunan TIMA yang diadakan di Hualien, Taiwan tahun ini diikuti relawan TIMA seluruh dunia secara online pada 1-3 Oktober 2020. Isi pertemuan mencakup laporan, sharing inspiratif, sharing informatif, serta sharing kesan peserta, dengan tema “Mengatasi Pandemi, Melindungi Bumi dan Batin”.
Rekreasi dan Pelestarian Lingkungan Tzu Ching
22 September 2015
Berpadu dalam Cinta Kasih
06 Februari 2018Antusias warga Palembang mengikuti Pemberkahan Akhir Tahun sangat baik. Awalnya tamu yang hadir diprediksi sekitar 300 tamu. Namun saat berlangsung ada lebih dari 540 Mereka pun tak lupa untuk membawa celengan mereka untuk dituang sebagai wujud peduli terhadap sesama.










Sitemap