Hidup Adalah Pilihan
Jurnalis : Hendra Gunawan (He Qi Barat), Fotografer : Hendra Gunawan, Riadi (He Qi Barat)
|
| ||
Salah satu caranya adalah dengan mengajak mereka menyaksikan film yang mengisahkan perjuangan teman–teman sebaya yang berjuang untuk dapat bersekolah. Jauh dari Orang Tua
Ket : - Perhatian yang diberikan tidak harus dalam bentuk barang, tapi juga kesediaan kita untuk berinteraksi dengan mereka. (kiri) Menurut Egi, salah satu penghuni panti tersebut, dia menjadi penghuni panti asuhan tersebut karena tertangkap oleh petugas dari Dinas Sosial DKI Jakarta. ”Pada saat itu saya sedang duduk–duduk di dekat lampu merah, seusai aplusan (berganti giliran –red) dengan teman saya menjadi kondektur bus, saya lalu ditangkap oleh petugas dan dibawa kemari,” ungkap Egi dalam sharingnya. Lalu seorang relawan menanyakan tentang latar belakang dan kehidupan orang tuanya. Dia pun menuturkan bahwa orang tuanya adalah seorang pengamen, sehingga dia berusaha mencari tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari–hari dengan menjadi kondektur angkutan umum. Egi pun mengungkapkan bahwa hari itu adalah hari keempat ia tinggal di panti asuhan ini. “Orang tua saya belum mengetahui (saya di sini). Saya sangat kangen sama orang tua saya.” Relawan Tzu Chi kemudian menghiburnya dengan cara membantunya untuk menghubungi kedua orang tuanya dengan bantuan pengurus panti.
Ket: - Anak-anak juga diajarkan untuk berani mengungkapkan pendapatnya dalam sesi sharing dengan relawan Tzu Chi. (kiri). Kemudian relawan bertanya kembali, “Apakah adik menyesal ada di panti ini?” Dengan tegas Egi menjawab, “Tidak. Saya tidak menyesal karena di sini saya bisa belajar banyak, karena saya sudah putus sekolah sejak kelas 3 SD.” Sebagai penutup acara hari itu, ada seorang relawan yang memberikan sebuah cerita motivasi yang intinya memberikan semangat kepada anak–anak panti untuk tetap bersemangat sekolah. Ia memberikan sebuah pesan dan kata penyemangat.“Hidup itu adalah pilihan, dan pilihan itu adalah apa yang kita lakukan hari ini. Jika ingin menjadi orang yang sukses, maka lakukan hal–hal yang berguna dan jangan bermalas–malasan,” katanya berpesan. Setelah memberikan cerita motivasi tersebut maka para relawan bersama dengan anak–anak melakukan bahasa isyarat tangan “Satu Keluarga”. Setelah itu relawan memberikan beberapa buah buku tulis, pulpen, dan makanan untuk dinikmati bersama. Sebuah perhatian yang sederhana, namun jika dilakukan dengan ketulusan dan penuh rasa cinta kasih, maka akan menjadi sebuah kenangan indah yang selalu tertanam di dalam sanubari mereka. | |||
Artikel Terkait
Merajut Indahnya Kebahagiaan (Bag 1)
31 Juli 2013 Sebersit niat baik dalam diri mereka sudah merupakan langkah awal positif. Semoga jodoh yang baik ini terus terjalin agar mereka dapat bergabung bersama barisan insan Tzu Chi suatu saat nantinya.Semangat Cinta Kasih dari Timur
16 Desember 2016Selain menggelar berbagai produk panganan vegetaris juga menyediakan barang-barang keperluan rumah tangga dan sembako. Relawan yang berpartisipasi pun tidak hanya dari Jakarta tetapi relawan luar kota juga turut hadir menggalang dana galang hati ini.
Pelatihan Abu Putih Pertama Tzu Chi Batam Tahun 2019
15 Maret 2019Tzu Chi Batam mengadakan Pelatihan Abu Putih di Fu Hui Ting, Aula Jing Si Batam, Minggu, 24 Februari 2019. Dari pukul 08.00 WIB, para peserta sudah mulai berdatangan. Relawan Penyambutan segera mengarahkan mereka mengisi absensi di meja pendaftaran. Terdapat sebanyak 137 peserta yang menghadiri Pelatihan Abu Putih yang pertama di tahun 2019 ini.








Sitemap