Hujan Dirindukan, Tzu Chi Bagikan Masker di Tengah Asap dan Debu Kalimantan

Jurnalis : Riksa Pratiwi (Tzu Chi Cabang Sinar Mas), Fotografer : Riksa Pratiwi, Rizky Bumi Prakoso (Tzu Chi Cabang Sinar Mas)

Dengan penuh perhatian, relawan Tzu Chi, Risky, membantu memakaikan masker kepada salah satu seorang peserta, Nurhamah.

Bersumbangsihlah tanpa pamrih yang membangkitkan rasa terima kasih dalam diri orang yang di bantu adalah menjalin jodoh baik
Kata Perenungan Master Cheng Yen

Dengan penuh semangat kepedulian para relawan Tzu Chi Xie Li Ketapang 1 melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian masker di Desa Lembah Hijau 1, Kecamatan Nanga Tayap, Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis, 10 September 2026.

“Tegenang hujan” kalimat sederhana itu terucap dari seorang ibu lansia warga Desa tersebut. Dapat diartikan, bahwa mereka rindu akan datangnya hujan di wilayah mereka. Sudah dua bulan hujan tak kunjung turun. Akbatnya, tanah mengering dan berubah warna menjadi kuning, serta berubah menjadi debu yang bertebaran ketika angin mulai berembus.

Di tengah kondisi tersebut, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, menyebabkan Kabupaten Ketapang diselimuti asap tebal setiap harinya. Hal itu menghadirkan kepedulian relawan Tzu Chi bersama Pemerintah Desa, Puskesmas Nanga Tayap, serta aparat TNI dan Polri, Mereka bersatu untuk berkolaborasi membantu masyarakat menghadapi dampak debu dan asap. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian masker kepada 60 warga.

Relawan Tzu Chi dengan teliliti mendata kehadiran para warga Desa Lembah Hijau 1 yang akan memeriksakan kesehatannya.

Suasana warga yang akan ingin memperoleh layanan kesehatan gratis di Desa Lembah Hijau 1 tampak tertib dan kondusif.

Masker dibagikan kepada seluruh peserta yang hadir, termasuklah anak-anak. Selain itu, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis dan juga pelayanan posyandu. Bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Nanga Tayap, serta didukung dua dokter, yaitu dr. Liva Fernita dari Puskesmas Nanga Tayap dan dr. Cahyo Hartono dari tim relawan Tzu Chi melayani warga secara bertahap.

Warga yang hadir terlebih dahulu diarahkan untuk mengisi daftar kehadiran. Selanjutnya, mereka melakukan pemeriksaan kesehatanya mulai dari berat badan, tinggi badan, tekanan darah, asam urat, kolesterol, hingga gula darah, sembari menunggu giliran berkonsultasi dengan dokter.

Salah satu peserta yang hadir ialah, Nurhamah (63), Dengan mengenakan pakaian berwarna hijau, ia tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Saat datang, Nurhamah belum mengenakan masker. Melihat hal tersebut, Risky, salah seorang relawan langsung sigap menghampirinya dan memberikannya masker. Namun, Nurhamah terlihat kesulitan memasangnya. Kemudian dengan penuh perhatian, relawan Tzu Chi, Risky, segera membantunya. Hal sederhana itu bagi Nurhamah sangat berarti sebagai bentuk  perhatian yang ia rasakan, lantara dirinya hanya datang seorang diri.

Sambil menunggu panggilan dari dokter, ia sempat berbincang dengan salah satu relawan Tzu Chi. Ia senang mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis di desanya. “Saya senang, tidak perlu jauh-jauh untuk ketemu dokter,” ucap Nurhamah. Ia juga merasa bahagia mendapatkan masker, terlebih di tengah kondisi udara yang dipenuhi debu dan asap.

Di tengah situasi pemeriksaan kesehatan, para relawan Tzu Chi Xie Li Ketapang 1 membagikan masker untuk warga.

Musim kemarau yang panjang pada tahun ini memicu debu dan asap semakin terasa. Kondisi ini membuat pernapasan dan penglihatannya ikut terganggu. Langkah hari ini berangkat dari kekhawatiran para relawan akan kondisi masyarakat yang setiap hari harus dihadapkan dengan debu dan asap. Lebih-lebih bagi warga desa yang lanjut usia, beserta anak-anak, serta mereka yang memiliki gangguan pernapasan, keadaan udara seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri.

Kolaborasi bersama Pemerintah Desa, Puskesmas, TNI, dan Polri menjadi langkah bersama untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya membagikan masker dan memberikan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mendengarkan secara langsung apa yang dirasakan warga.

Di tengah kepulan asap dan debu yang menyelimuti desa, kehadiran berbagai pihak membawa satu pesan sederhana bahwa masyarakat tidak sendirian. Ada perhatian yang datang untuk membantu. Banyaknya pihak yang bersedia bersumbangsih untuk menjaga kesehatan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Tim medis TIMA Indonesia, dr. Cahyo Hartono sedang melakukan pemeriksaan kesehatan kepada salah satu peserta, dan dengan penuh perhatian mendengarkan keluhan yang disampaikan pasiennya.

Bagi relawan, kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, kepedulian hadir melalui hal sederhana selembar masker yang diberikan, tangan yang membantu memasangkannya, pemeriksaan kesehatan yang mendekat kepada warga, atau sekadar kesediaan untuk mendengarkan cerita mereka.

Dan bagi warga Desa Lembah Hijau 1, mungkin yang paling mereka rindukan bukan hanya hujan. Mereka merindukan kembali udara yang segar, tanah yang basah, lingkungan yang hijau, dan kehidupan yang terasa lebih nyaman dan segar.

Editor: Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

BCA Donasikan Masker N95 Melalui Tzu Chi Indonesia

BCA Donasikan Masker N95 Melalui Tzu Chi Indonesia

10 Juni 2021
Tzu Chi Indonesia menerima donasi masker medis dari PT Bank Central Asia Tbk. Masker-masker medis ini akan disalurkan ke rumah sakit-rumah sakit dan instansi terkait yang menangani pasien Covid-19.
Bantuan Beras dan Masker Medis di Kempek, Cirebon

Bantuan Beras dan Masker Medis di Kempek, Cirebon

22 Maret 2021

Sebanyak 40.000 kg beras dan 80.000 pcs masker medis Bantuan Sosial Peduli Covid-19 disalurkan di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Kec. Gempol, Kab. Cirebon serta warga sekitar pada Sabtu, 20 Maret 2021. 

Bantuan Pascabanjir Bandang di Desa Meli dan Radda

Bantuan Pascabanjir Bandang di Desa Meli dan Radda

07 Agustus 2020

Minggu, 2 Agustus 2020, relawan Tzu Chi Makassar membagikan bantuan ke lokasi pengungsian di Desa Meli dan Desa Radda, Sulawesi Selatan. Mereka membagikan 588 botol minyak gosok dan 100 lembar masker kepada 150 pengungsi.

Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -