HUT TIMA Indonesia ke-21: Bersatu Hati Kembali Melayani Setiap Insan

Jurnalis : Arimami Suryo A, Fotografer : Arimami Suryo A

Dengan penuh sukacita, relawan Tzu Chi memotong kue ulang tahun TIMA Indonesia saat merayakan hari jadinya yang ke-21 dengan tema “Bersatu Hati Kembali Melayani Setiap Insan.”

Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-21 dengan tema “Bersatu Hati Kembali Melayani Setiap Insan.” Kegiatan yang dihadiri oleh relawan Komite Tzu Chi Indonesia, anggota TIMA Indonesia, dan para tamu undangan ini berlangsung di Aula Jing Si (Gou Yi Ting lt.3), Tzu Chi Center PIK, Jakarta Utara pada Minggu, 19 November 2023.

Semenjak resmi berdiri pada 10 November 2002, TIMA Indonesia terus melebarkan sayap. Dari yang sedikit, seiring berjalannya waktu anggotanya pun semakin lama semakin banyak mulai dari dokter, perawat, apoteker, dan tenaga medis lainnya. Dalam jangka waktu 2002-2023, TIMA Indonesia juga telah melaksanakan 141 baksos kesehatan skala besar, 580 baksos kesehatan skala kecil, dengan total pasien yang berhasil ditangani sebanyak 293.382 orang.

Ketua Harian TIMA Indonesia, Awaluddin Tanamas memberikan sambutan dan berterima kasih kepada semua karena bersama-sama berjalan dan membangun TIMA Indonesia selama 21 tahun.

Ketua Harian TIMA Indonesia, Awaluddin Tanamas yang ikut dalam perayaan ini merasa senang karena di usia yang ke-21 tahun, TIMA Indonesia terus memperpanjang barisan anggotanya.

“Pasti senang sekali sudah 21 tahun, kalau kita ulang kembali dulu tenaga medis kita sedikit. Tetapi dengan tekad dan niat yang baik, kini barisannya sudah panjang dan sekarang tenaga medis kita pun sudah lengkap. Mudah-mudahan setiap tahun anggota TIMA terus bertambah dan saya harap ke depannya setiap daerah di Indonesia ada TIMA dan ada Tzu Chi,” ungkap Awaluddin Tanamas.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei melantik 151 anggota baru TIMA Indonesia.

Dalam kegiatan ini Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Su Mei juga melantik 151 anggota baru TIMA Indonesia. Sehingga tercatat hingga tahun 2023 ini, TIMA Indonesia telah memiliki 1.571 anggota yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Perayaan ulang tahun ini juga dimeriahkan oleh penampilan isyarat tangan oleh anggota TIMA Indonesia dan paduan suara siswa dari Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, serta sharing anggota TIMA Indonesia.

Anggota TIMA Indonesia dr. Cynthia Natalia, Sp.PD dan dr. Felix Hansen memberikan sharingnya bergabung dengan Tzu Chi.

Dokter Cynthia Natalia, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam di Tzu Chi Hospital yang berkesempatan sharing dalam acara ini mengungkapkan kegembiraannya menjadi bagian dari Tzu Chi (TIMA Indonesia). “Secara pribadi saya sangat bersyukur dan bahagia bahwa saya bisa bergabung dengan Tzu Chi pada saat ini. Saya merasa misi-misi di Tzu Chi sangat mengena di hati saya. Pada waktu pandemi Covid-19, bukan hanya pasien-pasien yang ditolong, tetapi tenaga medis juga diperhatikan oleh Tzu Chi mulai dari APD dan lain sebagainya. Tzu Chi luar biasa cinta kasihnya,” ungkap dr. Cynthia Natalia, Sp.PD.

Ia pun berharap dengan menjadi anggota TIMA Indonesia kedepannya dapat lebih banyak membantu orang lain yang membutuhkan. “Saya berharap ini bukan akhir dari cerita saya, tetapi menjadi perjuangan awal saya untuk berkewajiban membantu orang lain. Seperti dalam Kata Perenungan Master Cheng Yen, Menciptakan berkah bagi masyarakat sama artinya dengan menciptakan berkah pada diri sendiri. Dan di sini saya mencoba untuk mengamalkan itu,” lanjut dr. Cynthia Natalia, Sp.PD.

Peserta HUT TIMA Indonesia ke-21 yang berjumlah 182 bersama-sama memperagakan isyarat tangan Satu Keluarga.

Begitu pula dengan dr. Felix Hansen (TIMA Bandung) yang menjadi dokter cuci darah di salah satu rumah sakit di Bandung. Sebelum bergabung, dr. Felix Hansen saat itu tinggal di Pekanbaru. Kebetulan di depan rumahnya terdapat lokasi depo daur ulang Tzu Chi, tetapi ia pun belum begitu paham tentang Tzu Chi.

Saat memutuskan untuk pindah dan berkarir di Bandung, salah satu senior di tempatanya bekerja mengenalkan dr. Felix Hansen dengan Tzu Chi. Dan kebetulan Tzu Chi juga mengadakan kerja sama dengan rumah sakit tempatnya bekerja. Singkat cerita akhirnya dr. Felix Hansen bergabung ke TIMA Indonesia.

“Bergabung dengan Tzu Chi setidaknya memberikan saya perspektif baru tentang kekuatan kasih sayang dan kebaikan. Saya menyaksikan betapa setiap tetes darah kecil dapat membawa perubahan besar pada orang lain,” ungkap dr. Felix Hansen.

Paduan suara siswa dari Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng juga ikut memeriahkan acara HUT TIMA Indonesia ke-21 dengan menyanyikan lagu Jasamu Tenaga Medis.

Sebagai acara puncak dalam kegiatan ini, juga diadakan pemotongan kue ulang tahun TIMA Indonesia yang ke-21. Para peserta HUT TIMA Indonesia ke-21 yang berjumlah 182 orang dengan meriah bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk mengiringi pemotongan kue. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama oleh anggota TIMA Indonesia yang hadir dalam acara ini.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Barisan Relawan TIMA Medan Yang Semakin Panjang

Barisan Relawan TIMA Medan Yang Semakin Panjang

17 Desember 2021

Tim Medis Tzu Chi (TIMA) Medan kini bertambah anggotanya, sebanyak 42 orang. Jadi saat ini anggota TIMA Medan telah berjumlah 95 orang.

Kamp TIMA 2015: Hingga ke Pelosok Nusantara

Kamp TIMA 2015: Hingga ke Pelosok Nusantara

07 Desember 2015

Pada 5-6 Desember 2015, TIMA Indonesia mengadakan kamp sekaligus perayaan HUT TIMA Indonesia yang ke-13. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen pelantikan 42 anggota TIMA baru. 

Mengobati Penyakit, Menyehatkan Batin

Mengobati Penyakit, Menyehatkan Batin

05 November 2019

Untuk ketiga kalinya Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Medan mengadakan pelatihan bagi anggota TIMA Medan di Kantor Tzu Chi Medan pada Minggu 20 Oktober 2019. Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang tim medis dan 26 orang relawan. Tema pada Pelatihan TIMA ke-3 ini adalah  Mengobati Penyakit, Mengobati Orang dan Mengobati Hati.

Dengan keyakinan, keuletan, dan keberanian, tidak ada yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -