Internasional : Kehangatan di Musim Dingin

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
 
 

fotoRelawan Tzu Chi terus mendistribusikan bantuan bagi para siswa miskin dan yatim piatu yang bersekolah di Johannesburg, Afrika Selatan.

Pada bulan lalu, sebagai tuan rumah Piala Dunia, Afrika Selatan telah menjadi pusat perhatian dunia— pada saat yang sama, relawan Tzu Chi mendistribusikan keperluan musim dingin untuk 2.000 orang di dua perkampungan miskin, di utara Johannesburg dan satu di Port Elizabeth di pantai selatan. Ini  merupakan bagian dari distribusi bantuan tahunan yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat kurang mampu selama musim dingin.

 

Seperti Labirin
Para relawan di Johannesburg memilih daerah Midrand, 20 kilometer utara dari Johannesburg, sebagai tempat untuk distribusi mereka selama musim dingin— wilayah paling dingin. Para relawan memilih tiga hari distribusi dari 11-13 Juni, setelah awal liburan panjang sekolah dan menjelang Piala Dunia,  yang akan merebut perhatian semua orang di negeri ini. Mereka menyiapkan 1.000 paket untuk diberikan kepada para siswa miskin dan anak yatim di tujuh sekolah dasar di Midrand. Mempersiapkan distribusi bukanlah tugas yang mudah.

Midrand adalah daerah kumuh dengan rumah kecil yang terbuat dari kayu dan seng, mereka dibangun berdekatan, dengan gang sempit di antaranya seperti labirin. Bahkan anak-anak yang tinggal di sana kadang-kadang tidak bisa menemukan jalan pulang. Kawasan yang kotor dan tidak terawat, dengan jalan penuh lumpur dan lubang; mobil adalah satu-satunya cara yang aman sebagai transportasi mereka. Ketika mereka berbincang-bincang dengan warga setempat, tim relawan sangat terbantu oleh guru dari sekolah-sekolah setempat dan relawan dari Zulu.

A Me Tuo Fuo
Masing-masing dari tujuh sekolah memiliki 2.000 siswa, tetapi para relawan itu hanya membawa 150 paket untuk tiap sekolah. Setiap sekolah membantu dalam pemilihan orang-orang yang akan menerima bantuan tersebut, mereka mengantri secara teratur. Nenek dari salah satu siswa di sekolah Kaalfontein membawa sebuah celengan bambu. Dia mengatakan bahwa dia telah mengambil bagian dalam acara Natal Tzu Chi tahun lalu yang ditujukan bagi para orang tua dan beliau merasa sangat tersentuh. Di sekolah Bonwelong, beberapa siswa berkata kepada para relawan, "A Me Tuo Fuo." (Buddha Memberkati Anda). Mereka telah menerima paket selama setahun sebelumnya dan mengingat kata tersebut distribusi berjalan lancar di tujuh sekolah, dan merupakan sebuah kesempatan bagi para insan Tzu Chi untuk mengungkapkan cinta dan perhatian bagi mereka yang membutuhkan dan meminta lebih banyak orang lokal untuk bergabung dengan mereka.

Semangat yang samalah yang memotivasi para relawan di Port Elizabeth, yang penuh dengan penduduk lokal dan asing yang datang untuk mendukung tim mereka di stadion sepak bola baru yang gemerlap di kota itu, bernama Nelson Mandela, presiden kulit hitam pertama di negara itu. Di tengah demam sepak bola, para relawan tidak melupakan para orang miskin. Mereka pergi ke Chris Hani, salah satu kota termiskin di negara itu, untuk mendistribusikan makanan dan selimut kepada 300 keluarga yang berjumlah 1.030 orang. 

foto  foto

Ket : - Relawan Tzu Chi di Johannesburg mengunjungi salah satu rumah siswa. Di daerah tersebut, rumah-             rumah yang dibangun sangat berdekatan, banyak gang sempit di antaranya, seperti labirin.(kiri)
         - Paket keperluan menghadapi musim dingin yang dibagikan untuk setiap keluarga diharapkan dapat             mengurangi rasa lapar dan menghadapi dinginnya musim dingin tahun ini. (kanan)

Sejak beberapa keluarga bahkan tidak sanggup lagi untuk makan satu hari sekali, relawan juga mempersiapkan beras tepung jagung dan kacang-kacangan bagi setiap keluarga, dan selimut untuk mengatasi dingin; masing-masing kantong memiliki  berat 10 kg. Mereka melakukan distribusi di SD Phillip Nikiwe , di mana warga berkumpul untuk menerima paket sumbangan. "Atas nama komunitas kami, kami tidak dapat menemukan kata-kata untuk menyampaikan penghargaan kami untuk hal-hal baik yang telah Anda lakukan untuk kami," kata kepala sekolah, Mrs Makeng. Keinginan bersama untuk membantu satu sama lain adalah tanda terbaik kehangatan manusia di saat musim dingin. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Riani Purnamasari/He Qi Utara).

  
 
 

Artikel Terkait

Pentingnya Berbakti Kepada Orang Tua dan Berbuat Kebajikan

Pentingnya Berbakti Kepada Orang Tua dan Berbuat Kebajikan

12 Juni 2024

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun merayakan Hari Ayah dalam kegiatan kelas budi pekerti yang diadakan pada Minggu, 9 Juni 2024 di Kantor Tzu Chi Tanjung Balai Karimun.

Jing Si Talk: Bakti Kepada Guru

Jing Si Talk: Bakti Kepada Guru

30 Maret 2011 Minggu, 13 Maret 2011, untuk kedua kalinya Jing Si Talk diadakan di Jing Si Books and Café Pluit, Jakarta Utara. Jing Si Talk diadakan setiap bulan sekali, dimana kali ini pembicara yang diundang adalah Yabin Yap dari Daai TV. “Bakti Kepada Guru” adalah tema sharing yang dibawakan oleh Yabin kepada 35 orang relawan Tzu Chi.
Berita Internasional: Master Cheng Yen Terima Gelar Doktor Kehormatan

Berita Internasional: Master Cheng Yen Terima Gelar Doktor Kehormatan

17 Januari 2019
Master Cheng Yen menerima gelar Doktor Kehormatan di bidang Humaniora dari Universitas Chung Cheng Nasional (CCU) pada 7 Januari 2019, di Rumah Sakit Tzu Chi, Dalin. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Master Cheng Yen dalam melayani masyarakat dan merawat orang-orang yang membutuhkan di seluruh dunia dengan semangat cinta kasih tanpa pamrih.
Sikap mulia yang paling sulit ditemukan pada seseorang adalah kesediaan memikul semua tanggung jawab dengan kekuatan yang ada.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -