Internasional: Membuka Jendela Harapan
Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
|
| ||
Upacara Kelulusan yang Sederhana
Ket: - Relawan mendorong para lulusan untuk membaca Jing Si Aphorism, yang akan sangat berguna dalam kehidupan. (kiri) Salah seorang murid yang lulus, Estrella, memulai sekolahnya sejak dari Taman Kanak-kanak. Dia mengatakan bahwa dirinya merasa sangat berterima kasih untuk pengajaran yang diterimanya dari para guru dan perhatian jangka panjang dari para relawan. Terinspirasi oleh “memberi tanpa meminta imbalan apa pun”, Estrella ingin menjadi relawan Tzu Chi. Lulusan lainnya, Yafresi, telah belajar di sekolah selama delapan tahun dan senang untuk mengambil bagian dalam upacara Waisak tahun ini dan mengikuti prosesi pemandian Buddha Rupang. Dia juga belajar menyanyikan lagu Tzu Chi “Cinta dan Kasih” dalam bahasa Spanyol. Ia berharap untuk menjadi insinyur di masa depan. Yang ketiga, Fabiola, mengatakan bahwa dia ingin kembali ke sekolah sebagai guru. Julesi, yang telah memiliki nilai yang sangat baik dan senyum yang indah, ingin menjadi dokter anak dan mengambil bagian dalam klinik gratis Yayasan Buddha Tzu Chi. Ayahnya adalah seorang petugas keamanan di sebuah pabrik gula; gajinya kecil namun stabil. Di antara para lulusan itu, Moises, seorang anak yang memiliki kekurangan hormon pertumbuhan bawaan; berkat dukungan jangka panjang dari relawan, ia mampu menyelesaikan pendidikannya. | |||
Artikel Terkait
Belajar Menghargai Berkah
23 Oktober 2015Pada 18 Oktober 2015, kelas budi pekerti Tzu Chi Tanjung Balai Karimun diadakan dengan tema “Saya Bisa Hasiskan Makanan Saya” dengan harapan anak-anak belajar untuk menghargai berkah dari makanan. Sebanyak 121 anak dengan penuh semangat mengikuti pembelajaran ini hingga mempraktikkannya pada sesi makan bersama.








Sitemap