Internasional : Pengobatan Kedua di Sri Lanka

Jurnalis : Da Ai News, Fotografer : Da Ai News
 

fotoTzu Chi menggelar pengobatan gratis selama 3 hari di Sri Lanka. Seorang dokter TIMA dengan penuh cinta kasih dan perhatian sedang mengobati pasien.

Tanggal 10 Maret 2010, Tzu Chi menyelenggarakan baksos kesehatan gratis skala besar kedua di kota Ratnapura, Sri Lanka, mengobati lebih dari 2.000 pasien dalam 3 hari. Pengobatan gratis ini juga diadakan di tempat yang sama pada bulan Agustus tahun lalu.

Berawal dari Tsunami
Tzu Chi masuk ke Sri Lanka setelah terjadinya tsunami di bulan Desember tahun 2004. Selain memberi bantuan darurat, Tzu Chi juga membangun sebuah gedung sekolah dan Perumahan Cinta Kasih untuk para korban yang selamat dari bencana. Di mata pemerintah dan masyarakat setempat, Tzu Chi memperoleh reputasi yang baik. Bulan Agustus lalu (tahun 2009), pemerintah meminta Tzu Chi untuk menyelenggarakan baksos kesehatan gratis di Ratnapura, sebuah kabupaten berpenduduk lebih dari satu juta orang— kabupaten yang terletak di barat daya pulau tersebut terkenal dengan pertambangan batu permata, penanaman padi, buah-buahan, teh dan karet.

Meskipun pemerintah telah menyediakan pengobatan gratis, tapi kualitas perawatannya masih rendah dan tidak selalu mudah untuk dapat diakses. Banyak orang, khususnya masyarakat yang miskin, jarang pergi ke dokter untuk berobat. Maka pihak Pemerintah Ratnapura mengundang Tzu Chi International Medical Association (TIMA) untuk kembali mengadakan baksos kesehatan. Dengan jumlah total 109 anggota TIMA dan relawan dari Singapura dan Malaysia yang terlibat dalam kegiatan ini, dibantu oleh 60 staf medis lokal, jumlah pasien yang menerima pelayanan kesehatan mencapai 2.001 pasien.

   foto  

Ket :  - Pada kesempatan ini, banyak pasien yang menderita katarak namun tak mampu operasi memiliki               kesempatan menerima pengobatan yang tepat.

Ratusan orang menunggu dengan penuh semangat untuk mendapat layanan pengobatan -- sebuah kesempatan langka untuk sembuh dari penyakit yang diderita. Di antara mereka ada seorang pria bernama Jemis, yang memiliki jempol kaki kiri yang lebih besar dari normal. Pada tahun 2002, dia memotong jempol itu tapi tidak memberi perhatian selanjutnya. Luka itu semakin membengkak dan dia terpaksa mencari pengobatan di Kolombo pada tahun 2006, tapi bengkak itu tetap tidak mereda. Ketika dokter TIMA memeriksa luka itu, ditemukan ada jaringan sel yang mati dan mereka memutuskan untuk mengangkatnya. ”Saya telah sembuh untuk selamanya,” ujar Jemis dengan gembira,”Saya harus berterima kasih kepada semua orang. Kita bagaikan keluarga. Mereka telah merawat saya dengan baik dan saya gembira dengan hasil operasinya.”

Wujud Perhatian Insan Tzu Chi
Priyanra, seorang gadis berusia 21 tahun, datang dengan wajah terbalut selendang. Dia memberitahu kepada dokter bahwa lebih dari 9 tahun, sisi kiri wajahnya telah dirusak oleh tumor misterius. Dokter memutuskan bahwa itu adalah aneurisma yang harus dirawat di rumah sakit yang lebih besar di Kolombo. ”Kami tidak tahu apa yang bisa kami lakukan tanpa bantuan dari Tzu Chi,” ujar Leelawathi, sang ibu. Para relawan telah mengatur Priyanra untuk masuk ke rumah sakit dan akan mendampinginya hingga pulih. Inilah wujud cinta kasih dan perhatian dari relawan Tzu Chi.

Seorang pasien lainnya adalah ibu yang mendatangi baksos Tzu Chi untuk kedua kalinya. Lebih dari satu tahun yang lalu, dia mengalami luka bakar yang terjadi karena kecelakaan lampu minyak tanah dan dirawat di rumah sakit selama 3 bulan. Sebelum datang ke baksos pertama pada bulan Agustus tahun lalu, dia telah putus asa untuk berharap dapat pulih kembali. Dia datang kembali untuk memeriksakan kesehatannya yang kini sudah berangsur pulih dan menuju ke hidup yang normal. (Sumber: www.tzuchi.org, diterjemahkan oleh Eric Yudo)

 
 

Artikel Terkait

Bazar Cinta Kasih Tzu Chi Medan

Bazar Cinta Kasih Tzu Chi Medan

10 Maret 2017
Yayasan Buddha Tzu Chi Medan mengadakan dua acara secara berbarengan yaitu Bazar Cinta Kasih dan Charity Yoga Daai TV dan Pilates. Keduanya berlangsung lancar berkat kesungguhan para relawan, tak hanya relawan dari Medan saja, tapi juga dari beberapa kota lainnya.
Merangkul Alam Dengan Berdaur Ulang

Merangkul Alam Dengan Berdaur Ulang

03 Januari 2019
Keprihatinan inipun mendorong insan Tzu Chi Medan untuk mengajarkan daur ulang sampah dan kepada anak-anak Bataria School di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Mandala Medan, 5 Desember 2018.  Sekitar 56 anak hadir terlibat langsung dalam aktivitas daur ulang ini. 
Kegiatan Donor Darah Tzu Chi Jambi

Kegiatan Donor Darah Tzu Chi Jambi

03 April 2023

Relawan Tzu Chi Xie Li Jambi bekerjasama dengan PMI Kota Jambi mengadakan kegiatan donor darah pada minggu, 19 Maret 2023 di Gedung Serba Guna Karunia Global School Jambi. 

Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -