Jalinan Jodoh Tzu Chi dan Wilna (Bag. 2)
Jurnalis : Hadi Pranoto, Fotografer : Hadi Pranoto|
|
| ||
| Waktu itu ada relawan Tzu Chi yang datang. Nggak lama setelah disurvei, tiga hari kemudian langsung ada panggilan dan Wilna segera dibawa ke Jakarta,” jelas Lina. Pertengahan tahun 2002, saat Wilna genap berusia 2,5 tahun, operasi pertama pun dilaksanakan di RSCM Jakarta. Tak berapa lama kemudian operasi kedua pun dilaksanakan untuk memperbaiki bagian wajah Wilna. Secara fisik penampilan Wilna pun berubah, hanya bola mata sebelah kanannya saja yang masih belum sempurna. “Dulu relawan bilang kalau nanti mau dioperasi lagi untuk menyempurnakan hasil operasinya bisa menghubungi Tzu Chi lagi,” ungkap Lina, “katanya yayasan mau bantu sampai tuntas.” Kebahagiaan menyelimuti hati Lina dan Wawan tatkala melihat putri mereka dioperasi. Secara fisik wajah Wilna jauh lebih baik ketimbang sebelum operasi. “Senang, biar pun semuanya belum beres, tapi penyakit utamanya dah diobati. Perasaan senang aja,” ujar Lina mengenang. Wilna sendiri sejak kecil tak pernah mengeluhkan kondisinya. “Paling dia nanya kenapa di kepala bagian belakangnya ada selang? Saya jawab, ‘itu buat obat Wilna.’ Itu aja,” tegas Lina.
Keterangan :
Berbekal itulah 11 tahun kemudian (2011) Lina dan suaminya memberanikan diri untuk mengajukan permohonan pengobatan kembali bagi Wilna. Terlebih Wilna pernah mengalami kejang-kejang sampai mulutnya mengeluarkan busa. Lina pun segera membawa Wilna berobat ke RSUD Palabuhan Ratu kemudian disarankan oleh dokter di sana untuk kembali menghubungi yayasan yang mengoperasi Wilna sebelas tahun lalu. “Pihak rumah sakit di sini “nyerah”, katanya mereka nggak ada alat-alatnya,” terang Lina. Karena itulah melalui sang suami Lina kembali mengajukan permohonan bantuan pengobatan bagi Wilna. Sebersit harapan muncul di hati Lina dan Tati tatkala relawan Tzu Chi kembali menyurvei rumahnya pada tanggal 21 Oktober 2011. “Bisa nggak ya selain diperiksa lagi di Jakarta Wilna juga dipasangi bola mata palsu,” kata Tati berharap. Menurutnya, jika Wilna dipasangi bola mata palsu di mata bagian kanannya maka itu akan sedikit bisa mengobati rasa minder cucunya itu. Namun bagi keduanya, kesehatan Wilna saat inilah yang menjadi fokus utama mereka. Posan dan Hok Cun Shixiong, relawan Tzu Chi yang menyurvei mengatakan akan mencoba meneruskan permohonan ini ke Tzu Chi Jakarta. “Kalau nanti dalam meeting kasus disetujui kita akan kabari ibu,” kata Hok Cun.
Keterangan :
Perkembangan Wilna Nah, di SLB inilah Wilna terlihat lebih enjoy dan bisa berinteraksi dengan teman-temannya. “Dia mau adaptasi sama teman-temannya di SLB, tapi bertahap, nggak sekali ketemu teman mau diajak ngobrol. Ya udah kita pindahin aja ke SLB, daripada di rumah main doang. Biar pun anak begitu kan pendidikan juga penting,” kata Lina, “saya berharap Wilna bisa pintar, meskipun dia kondisi begitu saya inginnya dia pintar, seperti anak-anak normal lainnya, nggak minder. Biarpun ada kekurangan, kan juga mesti bisa berprestasi (ada keterampilan), bisa nunjukkin ke orang-orang bahwa meski kondisinya terbatas juga bisa berprestasi seperti orang-orang yang normal.” Sebuah ungkapan tulus yang keluar dari lubuk hati seorang ibu terhadap anaknya.
| |||
Artikel Terkait
Wajah Baru Kelurahan Palmerah dengan Hadirnya Tzu Chi
13 Agustus 2024Lurah Palmerah, Zaenal Ngaripin tersenyum menyaksikan keakraban warganya dengan para relawan, dokter dan perawat dari Tzu Chi Indonesia. Pada bakti sosial kesehatan degeneratif yang bertempat di SDN 13 Palmerah itu, warga tak segan menceritakan keluhan kesehatan mereka.
Tanam, Tumbuh, dan Sayangi
28 November 2019Dengan melibatkan relawan komunitas di 25 wilayah, lebih dari 100 ribu pohon berhasil ditanam. Pada tahun ini, kegiatan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dilaksanakan mulai 21 Oktober hingga 28 November 2019. Selain menanam tanaman pohon dan buah di sekitar kawasan Perkebunan Sinar Mas, relawan juga bergerak menanam pohon bakau untuk mencegah terjadinya abrasi dan erosi di pantai.










Sitemap