Jalinan Persaudaraan di Bulan Ramadhan
Jurnalis : Eko Candra (Tzu Ching Singkawang), Fotografer : David Ang (Tzu Ching Singkawang)
|
| ||
Setiba di panti asuhan, ternyata pihak tuan rumah telah menyiapkan tempat duduk di halaman luar panti yang terbilang cukup luas untuk pelaksanaan kegiatan hari itu. Sekitar 15 menit persiapan peralatan, acara pun dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dan dilanjutkan kata sambutan oleh Bapak Hamidi selaku ketua pengurus Panti Asuhan Achmad Yani, dan disusul kata sambutan oleh Akhim Shijie, relawan komite Tzu Chi Kantor Penghubung Singkawang. Setelah itu, Tzu Ching mulai memimpin acara dengan menghibur anak-anak panti asuhan dengan persembahan isyarat tangan “Tiga Tiada” kemudian anak-anak disuguhkan video “Satu Keluarga”, yang maknanya dijelaskan oleh pembawa acara bahwa Tzu Chi merupakan yayasan yang merangkul semua masyarakat tidak memandang agama, suku, ras, maupun bangsa. Setelah pemutaran video “Satu Keluarga”, relawan cilik memberikan persembahan isyarat tangan “Xing Fu de Lian” (wajah yang berbahagia), dan masuklah ke sesi game yang sudah ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Game yang dimainkan pada saat itu adalah “Saya Berkata” dan “Estafet Kata” yang dipimpin oleh Sumita Shijie dan Lili Chai Shijie. Semua anak sangat senang dan merasa terhibur dengan acara yang dilaksanakan Tzu Ching tersebut.
Keterangan :
Selesai permainan, diberikan bingkisan kepada masing-masing anak penghuni panti asuhan berupa satu paket berisi peralatan untuk keperluan sehari-hari (makan, minum, mandi). Selain bingkisan, relawan Tzu Chi juga memberikan bantuan beras sebanyak 20 karung yang masing-masing berisi 20 kg beras. Tidak terasa waktu berjalan cepat, ternyata sudah sampai waktunya untuk berbuka puasa. Anak-anak disuguhkan segelas minuman segar sebelum mereka melanjutkan sholat. Setelah sholat maghrib berjamaah, anak-anak sudah disiapkan makanan dengan menu vegetarian yang dimasak dan disiapkan oleh relawan Tzu Chi, maka semuanya bersantap bersama dengan anak-anak panti asuhan. Sebagai penghujung acara, relawan Tzu Chi yang sudah menyiapkan kue ulang tahun, mengundang siapa saja yang berulang tahun pada bulan Juli. Ternyata ada satu anak panti asuhan dan seorang relawan Tzu Chi. Maka keduanya diundang untuk meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Inilah sekelumit kegiatan merajut cinta kasih dan jalinan persaudaraan yang dilakukan oleh insan Tzu Chi Singkawang di bulan suci Ramadhan. |
| ||
Artikel Terkait
Gempa Jepang: Doa dari Indonesia
15 Maret 2011 Sebagai bentuk keprihatinan dan simpati untuk para korban gempa dan tsunami di Jepang, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan doa bersama di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Doa bersama ini diikuti oleh sekitar 50 orang karyawan Yayasan Buddha Tzu Chi dan DAAI TV Indonesia.
Putus Asa Bukanlah Sebuah Pilihan
12 Maret 2018
Perempuan Hebat itu Bernama Marmi
10 Januari 2024Perkenalan Marmi (43) dengan Tzu Chi terbilang unik. Kini sudah tujuh tahun ia menjadi penerima bantuan jangka panjang Tzu Chi. Terinspirasi dengan ketulusan para relawan, Alvin, suami Marmi kini menjadi relawan Tzu Chi.









Sitemap