Jangan Hanya Mendengar

Jurnalis : Juliana Santy, Fotografer : Juliana Santy
 
 

foto
Tanggal 25 April 2013, sebanyak 80 orang dari Badan Kerja Sama Kristen Katolik BKS V pusat datang ke Aula Jing Si untuk mengenal Tzu Chi.

Setiap harinya Aula Jing Si mendapatkan kunjungan dari masyarakat yang ingin mengenal bangunan ini dan tentunya juga karena ingin mengetahui apa itu Tzu Chi. Setiap kunjungan didampingi oleh relawan Tzu Chi yang akan menjelaskan Tzu Chi melalui setiap ruang di dalam Aula Jing Si. Pengunjung pun sembari berjalan mendengarkan apa yang disampaikan oleh relawan yang mendampingi. Tak sedikit di antara mereka yang bersiap dengan kamera atau telepon genggamnya untuk memotret gambar yang menjadi inspirasi bagi mereka.

 

Mengikuti perjalanan relawan memandu para tamu, mendengar banyak kisah, tak hanya dari relawan saja namun juga dari pengunjung. Seperti ketika seorang pengunjung melihat poster yang bertuliskan, jangan biarkan badai bercamuk di dalam hati, ia pun berkata kepada temannya, “Ini yang sering terjadi di hati saya, badai berkecamuk di hati,” seraya memegang dadanya. Begitu pula dengan pengunjung lainnya, saat melihat sebuah poster yang berisikan sejarah pembagian beras, ia berdecak kagum serta mengangguk setuju dengan judul dari poster tersebut dan berkata, “Betul, berkah harus dibagi, semakin dibagi semakin bertambah.”

Lain halnya ketika seorang relawan berkata bahwa Tzu Chi membutuhkan banyak relawan dan menberi contoh untuk membersihkan rumah insan Tzu Chi ini saja, mereka pun membutuhkan banyak orang. Pengunjung pun langsung serempak berkata, “Ayo kita bantu bersihkan.” Walaupun itu hanya ucapan saja, tapi itu sebuah niat hati yang terucap. Entah dari mana semangat untuk mengatakan hal seperti itu, karena ini tempat yang baru pertama kali mereka kunjungi, dan mungkin tempat yang asing.  Mungkin juga tempat yang asing ini terasa hangat dan dekat karena relawan mendampingi dengan kehangatan dan cerita-cerita yang menemani kunjungan mereka.

foto   foto

Keterangan :

  • Relawan menjelaskan setiap cerita yang terdapat dalam poster di ruang exhibition hall yang berisikan perjalanan relawan Tzu Chi (kiri).
  • Pengunjung mengabadikan kata-kata yang menjadi inspirasi yang mereka temukan di poster (kanan).

Salah satu kunjungan pada tanggal 25 April 2013, sekitar 80 pengunjung dari Badan Kerja Sama Kristen Katolik BKS V pusat, datang ke Aula Jing Si untuk mengenal Tzu Chi. Kunjungan ini diusulkan oleh salah satu anggotanya yaitu Poppy Winailan. Sebelumnya ia pernah berkunjung ke Aula Jing Si dan mau mengajak teman-temannya untuk mengenal Tzu Chi. “Pada waktu itu saya usulkan kesini supaya kita bisa belajar, banyak belajar demi kemanusiaan. Agama itu kan ajarannya semua sama ya, kasih jadi berkat untuk orang lain, tapi kadang-kadang kita suka lupa. Seperti saat ini kan bagus, kita jangan hanya mendengar tapi kita juga harus tahu berbuat, saya ingin ibu-ibu ini mendengar apa yang orang lain pernah perbuat supaya kita juga tergerak untuk melakukan sesuatu untuk orang lain. jadi hidup ini tidak boleh hanya untuk diri kita sendiri, karena kita dikasih berkat untuk menyalurkan berkat itu, entah itu tenaga, pikiran, apa yang kita miliki boleh kita salurkan kepada orang lain,” ucapnya dengan penuh semangat.

Seperti yang dikatakan oleh Poppy Winailan di atas, jangan hanya mendengar namun juga harus tahu berbuat, diharapkan melalui kunjungan dan pengenalan seperti ini akan membuat semakin banyak orang membangkitkan cinta kasih di dalam dirinya, serta membuat semakin banyak orang terinspirasi untuk berbuat kebajikan bagi sesama.

  
 

Artikel Terkait

Belajar Online Lebih Lancar Berkat Bantuan HP dan Laptop

Belajar Online Lebih Lancar Berkat Bantuan HP dan Laptop

11 September 2020

Untuk menunjang kelancaran pembelajaran online para Anak Asuh, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memberikan bantuan berupa 14 unit HP baru dan 2 laptop baru di berbagai komunitas. 

Manjanya Sang Kakek

Manjanya Sang Kakek

08 Desember 2010 Tatapan matanya yang penuh kharisma dan tajam membuat orang yang pertama kali bertemu dengannya menjadi sedikit segan. Tetapi sebenarnya, di balik tatapannya yang penuh kharisma dan tajam menyimpan jiwa layaknya seorang anak berumur 3 tahun.
Kepedulian Tzu Chi untuk Ibu dan Anak

Kepedulian Tzu Chi untuk Ibu dan Anak

19 Desember 2017
Para ibu yang membawa serta anak mereka tak sabar untuk mendengarkan penyuluhan dan juga pemeriksaan yang dilakukan oleh relawan Tzu Chi Sinar Mas.
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -