Jejak Kebaikan yang Tak Terhapus Waktu, Kisah Penerima Bantuan Tzu Chi

Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah

Andi dan keluarganya kembali bersilaturahmi dengan sosok yang mengulurkan tangan di masa sulit mereka, pada Minggu, 22 Februari 2026.

Waktu boleh berlalu belasan tahun, namun bagi Andi Gunawan, kebaikan yang ia terima pada Maret 2014 akan selalu terpatri di hatinya. Saat itu, dunianya terasa runtuh. Sang istri, Yosi, harus menjalani operasi sesar karena bayi mereka sungsang.

Teman-temannya telah berupaya membantu, namun masih ada kekurangan sebesar delapan juta rupiah lagi dari total biaya lima belas juta rupiah yang dibutuhkan. Terasa mustahil bagi Andi untuk mengejar kekurangan biaya itu karena saat itu ia hanya bekerja serabutan dan cuma memegang uang lima ratus ribu rupiah di kantongnya.

Di tengah keputusasaan, saat layanan BPJS pun belum ada, sebuah harapan muncul. Seorang teman SMA memberi tahu tentang Yayasan Buddha Tzu Chi, lembaga yang dikenal membantu tanpa memandang latar belakang. Dengan tangan gemetar, Andi menelepon dan akhirnya melangkah ke Tzu Chi Center, di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Di sanalah ia bertemu dengan Ayen Rita, staf badan misi Bakti Amal sekaligus relawan yang menenangkan gundah gulana di hati Andi dan keluarganya.

"Waktu ditemui oleh Ci Ayen, entah kenapa saya yakin akan dibantu. Beliau lalu bilang akan survei ke rumah," kenang Andi.

Padahal, jarak rumah Andi di bilangan Jonggol, Kabupaten Bogor tergolong sangat jauh dari pusat kota. Namun jarak memang bukan halangan bagi sebuah ketulusan. Di hari yang sama, setelah menyelesaikan tugas lainnya di kantor, Ayen tetap menempuh perjalanan jauh untuk menjalankan proses survei.

Ovan, si 'bayi sungsang' yang kini sudah kelas 5 SD, memberikan doa tulus untuk kesembuhan Ci Ayen Rita yang sedang berjuang menghadapi stroke. Ayen juga memberikan Ovan nasihat agar sungguh-sungguh dalam belajar sehingga meraih prestasi dan membuka jalan bagi kesempatan-kesempatan yang baik. 

Melihat langsung kondisi tempat tinggal keluarga Andi yang meskipun berada di komplek perumahan, namun terbilang sempit dengan ventilasi udara yang kurang ideal. Dalam perjalanan pulang, Ayen langsung menelepon timnya untuk berdiskusi.

Dua hari berselang, kabar bahagia datang, Tzu Chi menanggung biaya persalinan. Pada 28 Maret 2014, bayi laki-laki bernama Ovan Mariesta Gunawan lahir dengan selamat di Rumah Sakit Hermina Mekarsari.

"Saya waktu itu masih tidak menyangka bisa dibantu secepat itu," ungkap Yosi penuh syukur.

Pertemuan Tak Terduga

Tahun-tahun berganti, kehidupan Andi pun membaik. Kerja keras membawanya dari pekerja serabutan kemudian dipercaya mengelola tiga cabang salon mobil di kawasan Pluit. Meski sibuk, kenangan akan Tzu Chi tak pernah luntur. Hingga suatu hari, seorang relawan bernama Lusi datang mencuci mobil di tempatnya bekerja.

Percakapan singkat itu membawa kejutan emosional. Andi menceritakan bagaimana Tzu Chi pernah menolongnya. Saat itulah ia mendengar kabar bahwa Ayen kini sedang berjuang melawan sakit stroke. Karena sempat kehilangan kontak akibat telepon genggam yang hilang, Andi segera meminta nomor Ayen dan mengirim pesan.

Meski sempat lupa, Ayen akhirnya mengingat Andi dan mengundangnya hadir di acara Pemberkahan Awal Tahun yang digelar komunitas He Qi Jakarta Barat 4 pada Minggu 22 Februari 2026 di Hariston Hotel, Jakarta Utara.

Pada Pemberkahan Awal Tahun yang digelar relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 4 pada Minggu 22 Februari 2026, Andi membawa pulang celengan bambu Tzu Chi yang siap diisi untuk membantu orang lain yang kesusahan.

Datang ke kegiatan Tzu Chi membawa kebahagiaan tak terkira bagi Andi. Ia tidak datang sendiri, ia membawa istri, anak keduanya Owen, dan tentu saja Ovan, si "bayi sungsang" yang kini sudah duduk di kelas 5 SD. Pertemuan itu terasa sangat emosional.

"Wajah Ci Ayen tidak banyak berubah, semangat hidupnya luar biasa," ujar Andi.

Ayen, meski sedang dalam masa pemulihan, tampak sangat bahagia melihat Ovan yang kini tumbuh besar dan sehat. “Senang sekali saya bisa ketemu lagi, lihat Ovan yang dulu lahirnya dibantu, eh sekarang sudah sebesar ini,” katanya.

Meski Ayen hanya bertemu Ovan sekali saja saat di rumah sakit, Ovan langsung merasa akrab. Tak lupa Ovan menyelipkan doa untuk sosok yang membantu kehadirannya ke dunia. “Semoga Ama Ayen cepat sembuh, panjang umur, dan murah rezekinya,” ujar Ovan kepada Ayen.

Pertemuan singkat namun bermakna ini tentu menjadi pengingat bahwa kebaikan tak akan pernah lekang oleh waktu. Doa tulus Ovan menjadi kekuatan baru bagi Ayen untuk terus berjuang menghadapi sakitnya.

Editor: Arimami Suryo A

Artikel Terkait

Ketegaran Seorang Ibu

Ketegaran Seorang Ibu

04 Februari 2016
Tan Kwie Hwa (55) harus berjuang menghadapi ujian hidup. Suaminya terkena stroke, sementara kedua anaknya menderita talasemia (kelainan darah) sejak kecil. Cobaan semakin berat ketika Tan Kwie Hwa divonis terkena kanker ovarium. Semangatnya tumbuh tatkala ada banyak orang-orang yang mendukungnya.
Menjadi Relawan Tzu Chi Dari Hati

Menjadi Relawan Tzu Chi Dari Hati

07 Juli 2020

Dewi Mutiara adalah salah satu relawan Tzu Chi Xie Li Cikarang yang awalnya merupakan penerima bantuan. Setelah mengikuti kegiatan-kegiatan, ia kini mantap menjadi relawan Tzu Chi. 

Dulu Penerima Bantuan, Kini Menjadi Relawan

Dulu Penerima Bantuan, Kini Menjadi Relawan

24 Februari 2020

Raut wajah Kim Fui (52) terlihat sumringah selama training Relawan Abu Putih He Qi Barat 1 berlangsung, Minggu 23 Februari 2020 di Ruang Xi She Ting, Aula Jing Si Jakarta. Bersama 103 peserta training lainnya, Kim Fui mengikuti rangkaian materi yang intinya adalah mengenal Tzu Chi lebih dalam, tentang tata krama, dan tentang Misi Amal Tzu Chi.

Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -