Relawan Tzu Chi, Bung Eng sedang membagikan ikrar untuk membawa semangat pelestarian lingkungan yang di dapatnya dari Taiwan agar bisa diterapkan di Batam.
Pada hari Minggu, 19 Juli 2026, suasana penuh semangat menyelimuti kegiatan Belajar Bersama Misi Pelestarian Lingkungan (PL). Acara yang berlangsung dari pukul 13:00 hingga 15:00 ini menjadi wadah bagi para relawan pelestarian lingkungan dari berbagai wilayah untuk saling menguatkan tekad dalam melindungi bumi.
Kegiatan ini, diawali dengan belajar bersama yang dimulai dari tayangan video yang berdurasi 15 menit, mengisahkan bagaimana Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi dimulai dari sebuah seminar Master Cheng Yen di tahun 1990. Dalam video tersebut juga diceritakan perjalan beliau menuju lokasi seminar, pada saat itu, beliau melihat jalan kota Tai Chung, Taiwan, yang dipenuhi dengan sampah daur ulang. Master Cheng Yen berharap setiap peserta dapat menggunakan sepasang tangan mereka yang tadi digunakan untuk bertepuk tangan juga memilah daur ulang sehingga sumber daya alam seperti plastik, kaca, besi dan aluminium dapat menjadi sumber daya yang berkelanjutan/ substainable seperti koran yang mana saat itu setelah dibaca, warga akan susun dan dijual kembali.
Para peserta tampak fokus dan bersemangat mendengarkan materi yang diberikan dalam kegiatan PL oleh relawan Tzu Chi batam.
Memulai dan Mempertahan Tekad
Acara dimulai dari sesi Talkshow dengan relawan senior yaitu Bun Eng, Diana Loe, Dukman sebagai narasumber. Selain itu, Wangi sebagai moderator yang akan memandu acara ini. Dalam kesempatan tersebut, para narasumber berbagi kisah mengenai awal terbentuknya Misi Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Batam, mulai dari proses perintisan hingga perkembangan kegiatan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Diana Loe, salah satu relawan Tzu Chi yang ikut berbagi jejak cinta kasih dalam kegiatan Misi Misi Pelestarian Lingkungan di Aula Jing Si Tzu Chi Batam.
“Saya bergabung di Tzu Chi tahun 2005. Saat itu, ada kegiatan pembagian beras, kemudian ada salah satu relawan, Awei shixiong bersama Lin shijie mengajak saya untuk ikut bergabung di Pelestarian Lingkungan. Dari situ kami bertiga mulai melakukan daur ulang,” Tutur Dukman, selaku koordinator PL Pertama Tzu Chi Batam. Ia juga menceritakan, ketika dirinya mulai disibukkan dengan pekerjaan, tugas tanggung jawab kerelawanannya sebagai koordinator PL diserahkan kepada Diana Loe selaku pengurus harian Tzu Chi Batam.
“Banyak shijie pada disibukkan dengan Misi Amal dan kegiatan Tzu Chi lainnya, sehingga sulit sulit terlibat dalam daur ulang. Beberapa orang menasehati saya untuk tidak melakukannya, khawatir saya jatuh sakit akibat lakukan pemilahan di tengah tumpukan sampah. Namun, saya tetap bertahan dan melanjutkan kegiatan daur ulang,” Ucap Diana Loe dengan penuh semangat.
Di tengah suasana yang penuh kebersamaan, penampilan isyarat tangan lagu Mari Bersama-Sama Lakukan Daur Ulang.
Bung Eng, juga menceritakan tugasnya sebagai relawan yang kini sudah selama 18 tahun mengabdikan diri dalam Misi Pelestarian Lingkungan. Ia masih mengingat momen saat menjalani pelatihan di Taiwan dan berikrar di hadapan Master Cheng Yen untuk membawa semangat PL itu ke Tzu Chi Batam. Ia sangat bersyukur melihat perkembangan PL yang kini sudah berkembang menjadi 11 titik pemilahan di Batam.
Namun, Bun Eng juga memiliki harapan kepada para relawan untuk bisa mengikuti jejak Master dan meyadari semangat Pelestarian Lingkungan yang sesungguhnya.
“Master Cheng Yen menekankan pentingnya Jian Liang (kurangi jumlah), sebagai langkah utama melindungi bumi, bukan sekadar meningkatkan kualitas atau kuantitas daur ulang. Oleh karena itu, relawan perlu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi perilaku konsumtif dengan membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Pendekatan preventif ini menjadi kunci dalam pelestarian lingkungan,” ucap Bung Eng.
Langkah Awal Kebaikan
Kegiatan PL ini diikuti oleh 86 peserta. Sebagian besar merupakan relawan Pelestarian Lingkungan yang telah lama bergabung di Tzu Chi. Di antara mereka, tampak satu wajah baru yang menyimak dengan serius kisah dan pengalaman yang dibagikan para narasumber. Bapak Gusdoyo yang pertama kalinya mengikuti kegiatan PL, ia lebih dikenal dengan Aguan merupakan pemilik gudang di wilayah Center View. Jalinan jodoh Aguan dengan Tzu Chi dimulai tahun 2019 melalui rekannya, Sun Hock. Meski gudang tersebut digunakan untuk operasional perusahaan, Aguan dengan senang hati menyediakan sebagian ruangannya sebagai tempat penyimpanan barang-barang daur ulang.
Aguan (rompi kuning), tampak bersemangat mengikuti kegiatan PL Tzu Chi untuk pertama kalinya
“Hal ini saya lakukan sebagai bentuk amal dan kontribusi demi kebaikan bersama. Melalui daur ulang, kita turut melestarikan lingkungan. Perusahaan kami juga sangat mendukung kegiatan ini karena menjadi kesempatan untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi masyarakat.” Ujar Aguan.
Dari kegitan ini, kita diajarkan bahwa Misi Pelestarian Lingkungan merupakan sebuah perjuangan yang tak pernah berakhir. tidak perlu menanti keadaan sempurna untuk memulai, dengan terus melangkah dan memberi teladan, semakin banyak orang akan tergerak untuk mengikuti. Pelestarian lingkungan tidak hanya dimulai dari pemilahan sampah di rumah, tetapi juga dari kesadaran untuk mengurangi konsumsi yang tidak perlu, baik saat berbelanja di mall atau aplikasi e-commerce.
Editor: Nur Al Fajar Rumsari