Kasih Tiada Batas

Jurnalis : Santi Mitra Sari (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Chen Pau Hua (Tzu Chi Pekanbaru)
 
 

fotoRelawan Tzu Chi Pekanbaru tengah menghibur seorang pendonor darah dalam kegiatan donor darah yang diadakan pada hari Minggu, 19 Juli 2010 di Kantor Tzu Chi Pekanbaru.

Ada tiga macam cara bersumbangsih. Yang pertama adalah sumbangsih berupa materi (uang), kedua adalah sumbangsih berupa pengetahuan, dan yang terakhir adalah sumbangsih berupa jasmani. Salah satu bentuk sumbangsih berupa jasmani yang paling nge-trend di masyarakat salah satunya adalah donor darah. Tidak terasa akhirnya kurang lebih tiga bulan telah berlalu, pada Minggu, 19 September 2010 Tzu Chi Pekanbaru kembali melakukan kegiatan donor darah dengan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) yang bertemakan “Setetes Darah, Kasih Tiada Batas”.

Partisipasi Tzu Ching
Kali ini, untuk pertama kalinya Tzu Ching Pekanbaru diberi kesempatan dan kepercayaan untuk mengoordinir kegiatan donor darah ini. Dengan bantuan 54 pasang tangan cinta kasih dari berbagai kalangan relawan, kegiatan donor darah ini mendapat banyak respon baik dari pendonor. “Saya sudah dua belas kali mendonorkan darah saya dan ini merupakan kedua kalinya saya mendonorkan darah di Tzu Chi. Donor darah di Tzu Chi terasa berbeda. Pelayanan yang diberikan penuh kasih dan hiburan berupa peragaan isyarat tangan yang membuat para pendonor bisa rileks karena tidak terkonsentrasi pada jarum yang ditusukkan pada lengan,” ujar Bapak Milianto di sela-sela para suster dari PMI sedang mengambil darahnya.

foto  foto

Ket : - Dengan mendonorkan darah, selain dapat membantu orang lain juga dapat membuat tubuh kita lebih             sehat. (kiri)
        - Ada 94 orang yang mendaftar sebagai pendonor darah, dan yang berhasil mendonorkan darah sebanyak           90 orang. (kanan)

Pada kegiatan donor darah ini, ada 94 orang yang mendaftar sebagai pendonor darah yang terkumpul 90 bungkus darah yang berkapasitas 350cc. Merupakan suatu jodoh dan kesempatan yang sangat baik bisa mendonorkan darah. Kevin Shixiong bersyukur akhirnya pada kesempatan baik ini telah bisa mendonorkan darah untuk pertama kalinya. Dia sudah pernah dua kali mencoba untuk mendonorkan darah, namun tidak berhasil. Pada kali pertama, umurnya belum mencukupi, pendonor  darah harus berumur 17-60 tahun. Yang kedua kalinya, tepatnya tiga bulan yang lalu di Kantor Tzu Chi Pekanbaru, dia sudah memenuhi semua syarat sebagai pendonor darah, tetapi berhubung kantong darah telah habis, dia akhirnya tidak bisa mendonorkan darahnya.

foto  foto

Ket : -Relawan juga mensosialisasikan tentang Tzu Chi kepada para pendonor darah dan keluarganya. (kiri).
         - Merupakan suatu jodoh dan kesempatan yang sangat baik jika bisa mendonorkan darah. Relawan             memberikan penjelasan dan manfaat tentang donor darah kepada para pendonor dan keluarganya.             (kanan)

Darah dalam tubuh kita dapat diibaratkan sebagai air dalam sumur. Jika air dalam sumur tersebut tidak dipakai terus, maka tidak akan ada air baru yang terproduksi. Sama seperti darah kita, jika tidak dikeluarkan, maka tidak akan terproduksi yang baru sehingga hanya ada darah lama yang berputar-putar dalam tubuh kita. Selain dapat bermanfaat bagi tubuh, dengan mendonorkan darah berarti kita telah melakukan kebajikan dan secara tidak langsung telah menjalin jodoh baik dengan penerima darah kita dan semua orang yang turut serta dalam kegiatan donor darah.

  
 
 

Artikel Terkait

Baksos Kesehatan di Vihara Hemadhiro Mettavati

Baksos Kesehatan di Vihara Hemadhiro Mettavati

05 Juni 2024

Cinta kasih bukan hanya di dalam hati, namun harus dipraktikkan. Seperti yang dilakukan para relawan di komunitas He Qi Muara Karang dan He Qi PIK yang menggelar baksos pengobatan gigi di Vihara Hemadhiro Mettavati, Sabtu, 1 Juni 2024.

Menikmati Berkah Imlek Dengan Rasa Syukur

Menikmati Berkah Imlek Dengan Rasa Syukur

28 Februari 2013 Acara syukuran dimulai pukul 19.00 WIB dimulai dengan doa, kilas balik relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun dan hiburan yang diisi oleh relawan Tzu Chi beserta semua yang hadir.  Harapan di tahun 2013 ini semoga negara aman dan damai sehingga mendatangkan kebahagiaan, kesejahteraan dan kesehatan bagi semua makhluk.
Waisak 2555: Tzu Chi Medan

Waisak 2555: Tzu Chi Medan

19 Mei 2011
Meskipun cuaca akhir-akhir ini tidak begitu bersahabat, para relawan Tzu Chi tetap bersemangat bersama-sama mempersiapkan 3 acara perayaan spesial bagi umat Buddha dan insan Tzu Chi
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -