Kasih Tiada Batas
Jurnalis : Santi Mitra Sari (Tzu Chi Pekanbaru), Fotografer : Chen Pau Hua (Tzu Chi Pekanbaru)
|
| ||
Partisipasi Tzu Ching
Ket : - Dengan mendonorkan darah, selain dapat membantu orang lain juga dapat membuat tubuh kita lebih sehat. (kiri) Pada kegiatan donor darah ini, ada 94 orang yang mendaftar sebagai pendonor darah yang terkumpul 90 bungkus darah yang berkapasitas 350cc. Merupakan suatu jodoh dan kesempatan yang sangat baik bisa mendonorkan darah. Kevin Shixiong bersyukur akhirnya pada kesempatan baik ini telah bisa mendonorkan darah untuk pertama kalinya. Dia sudah pernah dua kali mencoba untuk mendonorkan darah, namun tidak berhasil. Pada kali pertama, umurnya belum mencukupi, pendonor darah harus berumur 17-60 tahun. Yang kedua kalinya, tepatnya tiga bulan yang lalu di Kantor Tzu Chi Pekanbaru, dia sudah memenuhi semua syarat sebagai pendonor darah, tetapi berhubung kantong darah telah habis, dia akhirnya tidak bisa mendonorkan darahnya.
Ket : -Relawan juga mensosialisasikan tentang Tzu Chi kepada para pendonor darah dan keluarganya. (kiri). Darah dalam tubuh kita dapat diibaratkan sebagai air dalam sumur. Jika air dalam sumur tersebut tidak dipakai terus, maka tidak akan ada air baru yang terproduksi. Sama seperti darah kita, jika tidak dikeluarkan, maka tidak akan terproduksi yang baru sehingga hanya ada darah lama yang berputar-putar dalam tubuh kita. Selain dapat bermanfaat bagi tubuh, dengan mendonorkan darah berarti kita telah melakukan kebajikan dan secara tidak langsung telah menjalin jodoh baik dengan penerima darah kita dan semua orang yang turut serta dalam kegiatan donor darah. | |||
Artikel Terkait
Silaturahmi Melalui Kerja Bakti
28 September 2015Insan Tzu Chi komunitas He Qi Barat bersama warga Perumahan Palem Lestari RT 10 membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah bagi warga perumahan untuk menelisik lebih jauh mengenai Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Langkah Bijak Mensyukuri Berkah
04 Juni 2009 Tahun 2008 mungkin menjadi tahun yang penuh ujian bagi Purnomo sekeluarga. Bagaimana tidak, di satu sisi ia telah kehilangan pekerjaan tetapnya sebagai satpam di salah satu pertokoan di Jakarta, dan di sisi lain, anak satu-satunya terkena penyakit yang cukup parah. Bahkan menurut prediksi dokter, Rizky dinyatakan mengidap penyakit kanker tulang yang ganas.








Sitemap