Kasih untuk Ibu

Jurnalis : Junett Lee (He Qi Barat), Fotografer : Riadi Pracipta (He Qi Barat)
 
 

fotoHari Ibu adalah peringatan untuk setiap orang, mengucap terima kasih atas kasih sayang ibunda selama ini.

 

Hari Ibu adalah peringatan universal yang diperingati oleh setiap orang, bagaimanapun kondisi atau latar belakang mereka. Sebab, setiap orang pasti terlahir ke dunia dari rahim ibu. Minggu, tanggal 30 Mei 2010, insan Tzu Chi dari He Qi Barat membawa perayaan Hari Ibu ke rumah-rumah pasien yang mendapat bantuan pengobatan dari Tzu Chi. Salah satunya adalah Vony, gadis muda yang tidak mempunyai kaki sejak lahir. Jalinan jodoh Vony dengan Tzu Chi terjalin sejak Januari 2010. Ketika relawan melakukan survey ke rumahnya, mereka melihat kondisi fisiknya membuat Vony tidak leluasa bergerak. Karena itu mereka memutuskan untuk memberi bantuan kursi roda untuk membantu aktivitasnya.

 

Air mata ibunda Vony berlinang menerima bentuk bakti dari anaknya ini. Rasa haru bercampur prihatin larut dalam tetesan air mata yang terus mengalir. Sang ibunda merasa hatinya berat setiap kali teringat pada penderitaan anaknya yang sejak lahir sudah tidak mempunyai sepasang kaki. Dalam peringatan hari ibu itu, Vony membasuh kaki sang ibu yang telah merawat dirinya penuh dengan cinta kasih selama ini. Tak tertahankan air matanya pun berlinang karena ia merasa sangat bersyukur mempunyai ibu yang selama ini sangat mencintainya. Walaupun dirinya mempunyai kekurangan fisik tapi ibunya tetap mencintainya tanpa pamrih.

Setelah selesai mencuci kaki sang bunda tercinta Vony lalu menyuapi ibunya dengan kue yang dibawakan oleh relawan. Lalu Vony berkata, ”Terima kasih Mama telah menjaga saya selama ini. Vony sangat mencintai Mama dan tidak mau berpisah dengan Mama selamanya.” Kemudian ibunya menjawab, ”Vony, walaupun kamu tidak sempurna secara fisik, tetapi kamu harus bisa menerima semua ini karena ini cobaan dari Tuhan. Mama juga selalu mencintaimu selamanya.” Aura cinta kasih dan kasih sayang memenuhi rumah keluarga itu yang sederhana. Selanjutnya Vony memberikan bunga kepada ibunya disambut dengan pelukan hangat oleh sang bunda, dan kemudian para relawan satu persatu berlutut di depan sang bunda sambil bergiliran memberikan bunga.

foto  foto

Ket : - Sejak lahir Vonny tidak memiliki kaki. Meski begitu, tak mengurangi rasa sayang dan perhatian dari sang             ibu.   (kiri)
       - Sebagai seorang ibu, tentu ada rasa khawatir pada masa depan anaknya, apalagi bila memiliki             kekurangan fisik. Namun Vony menenangkan hati ibunda dengan tidak bersikap rendah diri.  (kanan)

Para relawan pun sangat tersentuh dengan kasih sayang antara ibu dan anak ini.”Vony harus tetap tabah menghadapi semua cobaan yang dihadapi karena Vony tidak sendirian, masih ada kami semua yang bagaikan keluarga sendiri dan akan selalu ada untukmu bila kamu memerlukan bantuan,” kata Lanny Shijie memberi semangat. Vony menjawab, ”Vony akan tetap tabah menghadapi semua cobaan ini.” Kemudian Lanny Shijie mengajak Vony untuk membagi cinta kasih yang diterimanya, “Maukah Vony membagikan cinta kasih yang diterima dari Tzu Chi selama ini dengan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan Tzu Chi?” Ternyata Vony menyambut baik, ”Saya sangat senang sekali bila dapat bergabung dengan Tzu Chi bila kalian tidak menolak,” jawab Vony. Para relawan sangat gembira mendengar kesediaan Vony dan berjanji akan mengabarinya bila ada kegiatan.

 

foto  foto

Ket : - Setelah selesai mencuci kaki sang bunda tercinta Vony lalu mencium ibunya lalu Vony berkata,                ”Terima kasih Mama telah menjaga saya selama ini." (kiri)
       - Memberikan srangkai bunga kepada sang ibu menjadi ungkapan rasa syukur dan terima kasih Vony           kepada ibu.  (kanan)

Tak terasa jam pun menunjukkan jelang jam 12 siang. Perayaan hari Ibu itu pun ditutup dengan lagu Satu Keluarga. Suasana ruangan terasa penuh kehangatan dengan cinta dan kasih sayang dari insan Tzu Chi dan keluarga Vony. Asalkan setiap orang mempunyai tekad dan pendirian yang kuat untuk berbuat kebajikan walaupun mempunyai keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan niat kita. Semoga setiap orang dapat memanfaatkan hidup di dunia yang tidak kekal ini sebaik-baiknya untuk berbakti pada orang tua dan berbuat kebajikan.

  
 
 

Artikel Terkait

Sebuah Kisah Hidup

Sebuah Kisah Hidup

20 Juli 2012 Relawan 3 in 1 disebut-sebut sebagai “batu karang pelindung jiwa kebijaksanaan” oleh Master Cheng Yen dengan tujuan orang-orang yang melihat akan terinspirasi. “Setiap saat, dunia mengajarkan Dharma kepada kita. Dharma semacam ini, tanpa suara. Kadang, bahkan lebih mendalam daripada suara”
Bertenggang Rasa Terhadap Sesama

Bertenggang Rasa Terhadap Sesama

10 Oktober 2018

Kelas Budi Pekerti di Tzu Chi Tanjung Balai Karimun kali ini membahas tentang pentingnya setiap orang bertenggang rasa. Banyak sekali manfaat jika setiap orang saling bertenggang rasa terhadap sesama, seperti hidup rukun dan damai, saling peduli dan tercipta kesatuan.

Usia Bertambah Kebijaksanaan Bertambah

Usia Bertambah Kebijaksanaan Bertambah

11 Juni 2019

Minggu, 9 Juni 2019, tepat delapan tahun Tzu Chi Tanjung Balai Karimun hadir di tengah masyarakat. Seiring bertambahnya usia Tzu Chi Tanjung Balai Karimun, usia, kebijaksanaan, dan welas asih para relawan juga ikut bertambah.

Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -