Kelas Budi Pekerti Selatpanjang Mengenalkan Pelestarian Lingkungan
Jurnalis : Candera (Tzu Chi Selatpanjang), Fotografer : Candera (Tzu Chi Selatpanjang)
Yanni salah satu relawan pelestarian lingkungan Tzu Chi dengan suka cita mengenalkan kepada murid-murid kelas budi pekerti barang-barang apa saja yang dapat di daur ulang. Contohnya botol plastik air mineral memilah tutup botolnya dan melepaskan plastik merk minuman kemasan.

Herwanto relawan pelestarian lingkungan mengenalkan symbol-symbol ricycle seperti jenis plastik bahan Polyethylene Terephthalate (PET) biasanya berwarna transparan. Plastik berbahan PET digunakan pada gelas jus, botol air mineral, dan minuman lainnya. Jenis lainnya plastik PVC, HDPE, LDPE, dan PP.

Susi menyosialisasikan sampah-sampah yang tidak di kelola dengangan baik akan mengakibatkan banjir dan kerusakan lingkungan kepada para siswa-siswi kelas budi pekerti.

Para relawan Tzu Chi dari kelas budi pekerti dan pelestarian lingkungan memperagakan bahasa isyarat tangan dengan lagu Ren Ren Zuo Huan Bao.

Selesai memilah barang-barang yang bisa di daur ulang terutama botol-botol plastik para siswa-siswi dan relawan Tzu Chi serta para orang tua murid berfoto bersama di depo pendidikan Daur Ulang Tzu Chi Selat Panjang.
Artikel Terkait
Pertemuan Pertama Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Pekanbaru
19 Agustus 2016Kelas budi pekerti Tzu Chi Pekanbaru kembali dimulai seiring dengan proses belajar mengajar semester baru anak-anak di sekolah. Jumlah murid Kelas Teratai ini sebanyak 39 anak.
Mama Papa Kesayanganku
19 November 2018Tidak perlu menunggu dewasa untuk menunjukkan bakti kepada orang tua. Minggu kedua, 11 November 2018, anak-anak budi pekerti Qin Zi Ban (kecil) Tzu Chi Pekanbaru, mempunyai kesempatan untuk menjaga dan melayani orang tuanya sebagai ungkapan bersyukur dan membalas budi orang tua.
Mengembangkan Sifat Malu dan Takut Berbuat Jahat
14 September 2017Di pertemuan pertama Kelas Budi Pekerti yang dilakukan pada 10 September 2017 tersebut, tim pendidikan Tzu Chi ingin menanamkan sifat Hiri (malu berbuat jahat) dan Ottappa (takut akan akibat dari perbuatan jahat) kepada para siswa.







Sitemap