Kenangan Terindah di Panti Anak Asuh Vita Dulcedo Pematang Siantar

Jurnalis : Iwan (Tzu Chi Tebing Tinggi) , Fotografer : Ai ly (Tzu Chi Tebing Tinggi)

Relawan bersama anak-anak asuh memperagakan isyarat tangan lagu “Dunia Penuh Cinta” dengan rapi dan penuh penghayatan.

Minggu, 5 Juli 2026, relawan Komunitas Xie Li Pematangsiantar kembali menjejakkan langkahnya mengunjungi Panti Vita Dulcedo yang selama ini telah menjalin jodoh baik. Sebanyak 22 relawan ikut untuk melepas rindu dengan anak-anak setelah hampir setahun tidak bertemu.

Mengawali kebersamaan yang penuh kehangatan tersebut, kegiatan dipandu oleh Lena dengan menyapa dan menanyakan kabar, disusul doa bersama sebagai tanda dimulainya acara. Kemudian dilanjutkan kata sambutan oleh penanggung jawab kegiatan, Nini, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak tuan rumah, yaitu para suster pengasuh dan anak-anak yang telah bersedia memberikan waktu dan tempat sehingga kunjungan kali ini bisa membawa sukacita bersama.

Setelah suasana terasa semakin akrab, Yanti Marpaung mengajak anak-anak dan relawan melakukan icebreaking bersama dengan lagu "Ara Sam Sam Song" yang membuat suasana semakin seru, hangat, dan penuh kegembiraan.

Penanggung jawab kegiatan, Nini, didampingi Suster Pengasuh Emanuel melihat kebun sayur dan buah yang dirawat bersama oleh anak-anak dan para suster di Panti Vita Dulcedo.

Di tengah suasana yang penuh semangat tersebut, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengetahuan. Sharing materi kali ini dibawakan relawan TIMA, dr. Alex Soenarjo, yang memberikan penyuluhan tentang pencegahan gagal ginjal sejak dini yang sekarang bisa menyerang anak-anak akibat gaya hidup yang kurang baik.

Setelah itu, Iwan mengajak anak-anak memahami makna Tzu Chi, bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki hati cinta kasih, simpati, dan keinginan untuk menolong. Karena itu, Tzu Chi sesungguhnya ada di hati setiap manusia.

Materi yang disampaikan pun mendapat sambutan hangat dari anak-anak. Salah satu anak asuh bernama Valentina mengaku sangat senang atas kedatangan Tzu Chi. "Selain menghibur, juga banyak memberikan pengetahuan. Harapannya selalu datang berkunjung dan jangan melupakan kami," pesannya.

Relawan mengajak anak-anak mengikuti permainan tradisional “Pecah Piring” untuk mempererat kekompakan dan kebersamaan, sekaligus mengajarkan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Suasana penuh keceriaan mewarnai permainan outdoor “Pecah Piring”. Peserta dibagi menjadi dua regu, yaitu regu yang bertugas menyusun cangkir dan regu yang berusaha menjatuhkan susunan tersebut dengan lemparan bola.

Keceriaan pun terus berlanjut. Seluruh relawan bersama anak-anak asuh memperagakan isyarat tangan lagu "Dunia Penuh Cinta" dengan rapi dan penuh penghayatan. Setelah itu, suasana semakin meriah melalui permainan tradisional zaman dulu, yaitu pecah piring. Kali ini permainan menggunakan cangkir plastik bekas yang disusun ke atas dan bola karet sebagai media permainan. Relawan yang berperan sebagai tamu berhadapan dengan kelompok anak-anak sebagai tuan rumah. Terlihat suasana kekompakan dari anak-anak maupun relawan. Suara tawa, lari berkeliling, dan saling mengoper bola menjadi kenangan yang tak terlupakan, sekaligus mengajarkan bahwa kita tidak boleh mudah menyerah dalam mengejar impian.

Di balik berbagai kegiatan yang berlangsung, Nini menjelaskan bahwa kunjungan kali ini membawa empat misi Tzu Chi, yaitu misi amal melalui bantuan sembako dan perlengkapan alat tulis, misi kesehatan melalui penyuluhan pencegahan dini penyakit gagal ginjal, misi pendidikan dengan memotivasi setiap anak agar memiliki cita-cita, serta misi budaya humanis melalui isyarat tangan dan pengenalan Tzu Chi.

Kehangatan yang tercipta selama kegiatan juga dirasakan oleh pihak panti. Suster pengasuh Emmanuel KYM menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kedatangan relawan Tzu Chi. "Saya melihat semangat kepedulian, kerendahan hati, dan kasih yang mereka tunjukkan kepada anak-anak sungguh menguatkan. Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan sukacita, perhatian, dan harapan. Semoga jalinan persaudaraan serta kerja sama yang baik ini terus terpelihara demi kebaikan dan masa depan anak-anak yang kita layani. Tuhan memberkati," harapnya.

Relawan menyerahkan hadiah simbolis berupa perlengkapan alat tulis kepada anak-anak asuh sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru 2026.

Yulita (kanan), didampingi Linda, mengaku senang dapat memperoleh banyak pengetahuan dari kunjungan relawan Tzu Chi.

Memasuki malam hari, kebersamaan masih terus berlanjut. Setelah makan malam bersama, acara berikutnya diisi dengan sesi sharing kesan dan curahan hati yang dipandu oleh relawan Linda. Salah satu anak bernama Yulita yang berasal dari wilayah timur Indonesia menyampaikan rasa senangnya atas kunjungan relawan Tzu Chi. "Bisa menambah banyak ilmu pengetahuan, relawannya ramah-ramah, dapat ilmu isyarat tangan sehingga tahu bisa berkomunikasi dengan saudara yang tunawicara," katanya.

Menutup rangkaian kegiatan hari itu, relawan Linda memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tidak menyerah dalam mengejar impian dan cita-cita. Ia juga mengutip pesan Master Cheng Yen bahwa setiap manusia mempunyai potensi yang tak terhingga. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan diri sendiri.

Kunjungan ini kembali mengingatkan bahwa memberi tidak selalu harus berupa materi. Perhatian, kesediaan mendengar, dan dukungan semangat sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada bantuan apa pun. Kiranya kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk terus menebarkan cinta kasih kepada sesama.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Mengasah Hati di Panti Asuhan Disabilitas Ikhlas Hati

Mengasah Hati di Panti Asuhan Disabilitas Ikhlas Hati

15 Desember 2025

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas (Xie Li Siak Timur dan Barat) melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Disabilitas Ikhlas Hati di Perawang, Kabupaten Siak, Riau, pada Sabtu, 29 November 2025.

Merajut Kasih, Menebar Kebahagiaan di Panti Bhakti Luhur

Merajut Kasih, Menebar Kebahagiaan di Panti Bhakti Luhur"

20 Maret 2025

Kunjungan Kasih relawan Tzu Chi Tangerang ke Panti Bhakti Luhur membawa kehangatan dan kebahagiaan. Anak-anak menampilkan bakat, bermain, dan berbagi tawa bersama para relawan.

Cinta Kasih Terus Mengalir di Panti Anak Vita Dulcedo

Cinta Kasih Terus Mengalir di Panti Anak Vita Dulcedo

11 November 2025

Sebanyak 26 relawan dan 10 relawan kembang dari Komunitas Tzu Chi Pematang Siantar mengunjungi Panti Asuhan Katolik Vita Dulcedo untuk menebarkan cinta kasih dan melepas rindu setelah setahun berlalu.

Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -