Kesadaran Menjaga Bumi

Jurnalis : Christine Desyliana (He Qi Jakarta Barat 1), Fotografer : 11.00 Wiwie, Christine Desyliana (He Qi Jakarta Barat 1)

Setiap minggu ketiga, Hu Ai Citra bersama Xie Lie DC 1 & 2 mengadakan Pelestarian Lingkungan (PL) di Citra Garden 2. Pada Minggu, 16 Agustus 2026, para relawan bergotong royong menerima dan memilah barang donasi warga sejak pukul 07.00–11.00 WIB. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian menjaga lingkungan melalui langkah sederhana.

Minggu pagi, 16 Agustus 2026, suasana di Citra Garden 2, Jakarta Barat, terasa berbeda. Di tengah udara pagi dan ruang terbuka, dua belas relawan berkumpul untuk menggarap ladang berkah melalui kegiatan Pelestarian Lingkungan (PL).

Dengan seragam dan celana hitam, para relawan memilah dan mengolah botol-botol plastik. Suara botol yang diremas terdengar bersahutan. Bagi sebagian orang, mungkin suara itu terdengar sederhana. Namun bagi para relawan, setiap botol yang disentuh adalah bagian dari upaya kecil untuk menjaga bumi sekaligus membantu sesama.

Verrly (menggunakan topi) dengan penuh semangat menerima barang donasi dari warga Citra Garden 2. Kehadirannya menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dengan kemauan untuk melayani dan berbuat nyata.

Salah satunya Verrly, relawan baru saja menjadi relawan Tzu Chi pada 26 Juni 2026. Pagi itu, ia datang mengendarai sepeda motor dengan penuh semangat untuk mengikuti kegiatan PL. “Kalau tidak ikut Tzu Chi, saya tidak pernah melakukan pelestarian lingkungan selama ini. Seru karena kita bisa dengar suara remasan botol, jari kita merasakan botol, sekaligus latihan motorik,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi Verrly, ada hal lain yang membuat kegiatan PL di Citra Garden 2 terasa istimewa. Kegiatan dilakukan di ruang terbuka, sehingga ia dapat merasakan langsung suasana alam. “Gabung sama alam, berasa alam, ada sinar matahari, merasakan panas dan angin sepoi-sepoi. Inilah bumi kita,” katanya penuh semangat.

Ketika Sampah Menjadi Berkah
Kesadaran serupa juga tumbuh dalam diri Regine, mahasiswi jurusan Kedokteran di salah satu Universitas. Sebelum mengikuti kegiatan PL Tzu Chi, ia tidak pernah membayangkan bahwa sampah yang dianggap tidak berguna ternyata masih dapat memiliki nilai dan manfaat. “Sebelum ikut PL di Tzu Chi, tidak terpikirkan kalau sampah bisa jadi sesuatu yang berguna,” ungkap Regine.

Regine (kanan), mahasiswi Kedokteran, fokus mengolah botol plastik dengan membuka tutup dan label, meremasnya, lalu memasukkannya ke dalam karung. Langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya mengurangi sampah dan menjaga bumi.

Melalui kegiatan ini, pandangannya terhadap sampah perlahan berubah. Botol plastik yang dikumpulkan dan diolah bukan hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Hasil pengelolaannya dapat menjadi dana yang kemudian dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk orang sakit dan keluarga kurang mampu.

Verrly menemukan kebahagiaan ketika dapat merasakan langsung alam melalui kegiatan PL. Regine menemukan kesadaran baru bahwa sampah pun dapat menjadi berkah bagi sesama. Dua pengalaman yang berbeda, namun bertemu pada satu makna dimana menjaga bumi adalah bentuk cinta dan rasa syukur.

Fiona (kiri), PIC kegiatan, bersama Fanni dengan teliti memilah barang donasi agar dapat segera dikelola oleh tim berikutnya. Kerja sama dan ketulusan menjadi kekuatan dalam menjalankan kegiatan PL.

Kegiatan PL bukan sekadar memilah dan mengolah sampah tapi juga mengajarkan perubahan cara pandang bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih dapat memberikan manfaat ketika dikelola dengan baik. Sebab, perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat dimulai dari satu botol plastik yang kita pilah, satu tangan yang mau bekerja, dan satu hati yang tergerak untuk peduli. Ketika kepedulian kecil dilakukan bersama, ia tumbuh menjadi kekuatan besar untuk bumi, untuk sesama, dan untuk kehidupan yang lebih baik.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pelestarian Lingkungan di Pematang Siantar

Pelestarian Lingkungan di Pematang Siantar

27 Desember 2013 Mereka berkumpul karena pada hari itu, mereka akan melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dan bersih-bersih di sepanjang pinggir jalan.
Green Point Tzu Chi Bersama PT. ASW Foods

Green Point Tzu Chi Bersama PT. ASW Foods

19 Mei 2022

Satu lagi titik daur ulang atau green point Tzu Chi berdiri di Medan. Kali ini, perusahaan produksi dan distribusi makanan ringan, PT. Asia Sakti Wahid (ASW) Foods Manufacture.

Ketika Siswa dan Relawan Tzu Chi Bersatu untuk Lingkungan yang Lebih Bersih

Ketika Siswa dan Relawan Tzu Chi Bersatu untuk Lingkungan yang Lebih Bersih"

05 Maret 2025

Relawan Tzu Chi Komunitas Huai Cemara Medan mengadakan kegiatan sosialisasi pelestarian lingkungan di sekolah SMP Sutomo 2 Medan pada Sabtu, 22 Februari 2025.

Umur kita akan terus berkurang, sedangkan jiwa kebijaksanaan kita justru akan terus bertambah seiring perjalanan waktu.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -