Konsisten Mengamalkan Cinta Kasih

Jurnalis : Regi A. Rupel (Xie Li Kalsel 1), Fotografer : Yudha A. Putra (Tzu Chi Sinar Mas)

Peserta pelatihan Abu Putih 1 siap belajar tentang budaya humanis. Pelatihan ini digelar Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas di Club House Batu Ampar, Kalimantan Selatan pada Jumat ( 3/6/2016).

Cinta kasih merupakan suatu nilai kehidupan yang dapat mempererat hubungan baik antar sesama manusia. Cinta kasih juga yang menjadi tema dari Pelatihan Abu Putih yang digelar Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas pada Jumat 3 Juni 2016. Bertempat di Club House Batu Ampar, Kalimantan Selatan, kegiatan ini diikuti oleh relawan Tzu Chi dari region Kalimantan Selatan 1 dan Kalimantan Selatan 2.

Para peserta diajak untuk menerapkan kata perenungan Master Cheng Yen bahwa orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya. Apabila kita sebagai insan manusia ingin memiliki hubungan baik, maka kita harus menumbuhkan rasa cinta kasih di dalam hati kita.

Para relawan memberikan teladan bagaimana melayani sepenuh hati akan menumbuhkan kebahagiaan di dalam hati.

“Bentuk-bentuk sederhana dari cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa tindakan memberi dan menolong orang lain dengan tulus dan tidak mengharapkan balasan atau imbalan, “ ujar salah seorang mentor.

Sementara itu bentuk cinta kasih dan budaya humanis dalam kegiatan pelatihan Abu Putih 1 ini antara lain saling bertegur sapa dan memberi senyuman yang tulus antar peserta pelatihan dan relawan. Ini juga mencerminkan adanya perhatian dan kepedulian antar sesama.

Mencuci peralatan makan sendiri merupakan salah satu wujud budaya humanis.

Dalam pelatihan ini, para peserta pelatihan juga diajak untuk dapat saling melayani dan tidak membebani orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan kerelaan dan wajah senyum serta sukacita dalam melayani, baik dari para peserta maupun seluruh relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas.  

Cinta kasih tidak selalu menuntut kita untuk melakukan hal-hal yang besar. Namun cinta kasih yang sesungguhnya berawal dari tindakan-tindakan yang kecil dan sederhana namun memiliki dampak dan nilai yang berarti dalam kehidupan.

Selain bagaimana mempraktikkan cinta kasih terhadap semua makhluk, para peserta juga diajak mempraktikkan budaya humanis dalam kehidupan sehari-hari. Mempraktikkan budaya humanis tak memerlukan tenaga ekstra. Misalnya berpakaian rapi, budaya antri, duduk sopan, serta saling melayani merupakan beberapa contoh yang dapat diterapkan di dalam kehidupan.

Tidak hanya disampaikan dalam bentuk materi, para peserta pelatihan juga langsung mempraktikkannya. Para peserta Duduk sopan, berbaris rapi, berpakaian rapi dan sopan, makan bersama dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan, hingga mandiri dengan mencuci peralatan makan sendiri.  Tidak hanya itu saja, relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas juga sangat menjunjung tinggi budaya melayani antar sesama. Hal ini tampak dari apa yang dilakukan oleh para relawan kepada para peserta. Tanpa bersungut-sungut ataupun mengeluh, para relawan melayani dengan sepenuh hati.


Artikel Terkait

Menjadi Guru Humanis

Menjadi Guru Humanis

06 Juli 2015

Selama dua hari, yaitu 4 – 5 Juli 2015 mereka berkumpul untuk mengikuti “Pelatihan Pendidikan Guru Humanis” bersama enam guru dari Taiwan mengenai bagaimana mendidik murid dengan cinta kasih. Sebanyak 118 peserta dari Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng dan sekolah-sekolah yang tergabung dalam BKPBI (Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia), seperti Sekolah Triratna, Ehipassiko School, Sekolah Buddhis Silaparamita, dan Sekolah Maha Bodhi Vidya hadir dalam pelatihan ini.

Bekal Pelatihan Diri

Bekal Pelatihan Diri

02 September 2015 Menjelang pelantikan, insan Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas semakin giat mendalami budaya humanis Tzu Chi. Salah satunya dengan mengikuti Pelatihan Abu Putih Ketiga yang digelar pada Sabtu, 29 Agustus 2015 di Sungai Rokan Training Center.
Pelatihan Diri Sejak Dini

Pelatihan Diri Sejak Dini

14 Oktober 2010 Tepat pukul 09.30 WIB, kelas budi pekerti dimulai dengan gerakan isyarat tangan lagu “Gan Xie” dari para Xiao Pu Sa (Bodhisatwa kecil). Dengan antusias para xiao pu sa lainnya mengikuti dengan bersemangat dan tertawa karena lagu yang jenaka dan menyenangkan. Lim Ai Ru dan Kevin Tan kemudian mengajarkan gerakan isyarat tangan terbaru yang berjudul Xiao Xiao De Shu (Pohon Kecil Ibarat Anak Kecil).
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -