Kumpulan Hati untuk Gempa Padang
Jurnalis : Lukman, Effendy Leman (Tzu Chi Medan), Fotografer : Relawan Tzu Chi Medan
|
| |
Kondisi korban yang terluka dan kondisi daerah bencana yang sebagian besar bangunannya rubuh memang sering tampil di media elektronik dan media cetak sesaat setelah terjadinya gempa. Tayangan ini membuat hati pilu membayangkan derita para korban. Meskipun tidak bisa pergi memberi bantuan langsung ke lokasi bencana, tapi orang-orang yang peduli ingin meringankan beban penderitaan para korban dengan ikut menyumbangkan dana dan bahan bantuan. Tunas Muda yang Berhati Mulia Pada hari Selasa (13/10), di Sekolah Prime One School, sumbangan uang beserta peralatan mandi, roti kering, selimut, botol–botol minuman, pakaian, popok, dan sembako telah dikumpulkan dan secara resmi diserahkan kepada Tzu Chi untuk disalurkan kepada para korban gempa Sumatera.
Ket: -Para siswa Smart Educaton Centre terketuk untuk mengumpulkan sumbangan setelah mendengar penderitaan korban gempa. (kiri) Murid–murid terlihat sangat bahagia karena dapat mengumpulkan dana yang besarnya di luar dugaan. Namun yang lebih berharga adalah mulai bertunasnya cinta kasih dan kepedulian dalam hati murid-murid yang masih suci ini. Masih dalam minggu yang sama, pada hari Jum’at (16/10), Tzu Chi juga menerima sumbangan dana dari murid–murid Smart Education Centre dan pakaian pantas pakai. Mereka mempercayakannya pada Tzu Chi untuk menyalurkan secara langsung dan tepat sasaran kepada para korban gempa Sumatera.
Ket: - Bank-bank yang terhimpun dalam Perbanas mempercayakan pada Tzu Chi untuk menyampaikan bantuan mereka. (kiri) Menyalurkan Langsung pada Korban Selain memberikan bantuan jangka pendek berupa dana santuan, bahan kebutuhan sehari-hari dan pelayanan kesehatan kepada para korban gempa, Tzu Chi juga sedang merencanakan bantuan jangka menengah dan panjang, antara lain pembangunan gedung sekolah yang rusak akibat gempa. | ||
Artikel Terkait
Mendalami dan Mewariskan Ajaran Jing Si
25 Juni 2013 Kita juga harus bersyukur dengan kehidupan kita sekarang ini masih bisa membantu orang lain dan dalam mencari dana walaupun kecil tapi kita bersyukur karena dana itu akan bermanfaat untuk membantu orang yang membutuhkan.” ungkap Niko Shixiong.
Ladang Pelatihan Diri yang Luas
10 Oktober 2012 Dua hari sebelum acara puncak pada tanggal 5 Oktober 2012 sore, ketika relawan Tzu Chi dari delapan negara baru saja mendarat, mereka langsung meluncur dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Aula Jing Si kemudian menaruh barang di kamar masing-masing.
Kunjungan Yayasan Guang Ji: Mengenal Lebih Dekat Tzu Chi Indonesia
02 Juli 2024Sebanyak 50 orang anggota Yayasan Guang Ji berkunjung ke Tzu Chi Center PIK, Jakarta Utara. Mereka ingin belajar tentang filosofi Tzu Chi dan bagaimana Tzu Chi bisa berkembang dan bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.








Sitemap