Kunjungan Kasih ke Balai Penitipan Anak

Jurnalis : Christina Naibaho (Tzu Chi Cabang Sinar mas), Fotografer : Wahyuni (Tzu Chi Cabang Sinar mas)

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas komunitas Xie Li Sumatera Selatan 2 (relawan Dharma Wanita) mengajarkan permainan kepada anak-anak di Balai Penitipan Anak (BPA).

Matahari yang bersinar terik tidak menyurutkan langkah kaki Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas komunitas Xie Li Sumatera Selatan 2 (relawan Dharma Wanita) untuk menyambangi Balai Penitipan Anak (BPA) yang berada di Kebun Sungai Enim Estate, pada Selasa, 1 November 2022. Kunjungan ini merupakan kunjungan kasih yang pertama kalinya dilakukan relawan ke BPA.

Balai Penitipan Anak (BPA) di lokasi ini memiliki 6 anak yang terdaftar dan seorang ibu pengasuh. Namun pada saat kunjungan, hanya ada 3 orang anak dengan ibu pengasuh karena 3 anak yang lain sedang sakit sehingga tidak datang ke Balai Penitipan Anak. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat relawan untuk melaksanakan kegiatan ini.

Awalnya anak-anak di BPA malu-malu, tetapi dengan pendekatan yang baik oleh relawan anak-anak pun mau bermain dan menikmati bubur kacang hijau yang dibawakan relawan.

Relawan yang datang uga membawa buah tangan berupa bubur kacang hijau sebagai tambahan gizi untuk memperkuat daya tahan tubuh anak di BPA. Pada awalnya, anak-anak di BPA merasa malu-malu dengan kedatangan relawan. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Berkat kreativitas relawan, suasana segera berubah. Relawan dan anak-anak pun sudah bisa bermain bersama.

Sambil menikmati bubur kacang hijau yang dibawa relawan, anak-anak di BPA satu per satu memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita mereka. “Namaku Adam, jika besar nanti  mau jadi seperti Jokowi,” ujar Adam yang disambut tawa meriah seisi ruangan BPA.

Terdapat 6 anak yang terdaftar di Balai Penitipan Anak (BPA) dan satu ibu pengasuh di Kebun Sungai Enim Estate. Saat kunjungan relawan, hanya ada berapa anak saja karena sisanya sedang sakit.

Setelah itu, relawan juga membuat permainan sederhana. Anak-anak di BPA diajarkan memainkan permainan tiup kembang yang merupakan sebuah permaian sederhana namun sangat menghibur. Suasana di BPA pun menjadi sangat meriah penuh canda tawa karena permainan tersebut.

Anak-anak di BPA sangat antusias ingin mempelajari permainan tersebut sampai mereka mahir memainkannya dengan petunjuk dari relawan. Tidak hanya bermain, relawan juga mengajarkan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

Di akhir kunjungan, relawan berfoto bersama dengan anak-anak dan ibu pengasuh di Balai Penitipan Anak (BPA) Kebun Sungai Enim Estate.

Kunjungan ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan bersalaman penuh hangat antara relawan dengan anak-anak di BPA dan ibu pengasuh.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Mengobati Kerinduan Oma dan Opa Lewat Kunjungan Kasih

Mengobati Kerinduan Oma dan Opa Lewat Kunjungan Kasih

18 Juni 2026
Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang mengadakan kunjungan kasih ke Panti Werdha Marfati di Kota Tangerang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengobati kerinduan sekaligus untuk menghibur dan menghadirkan keceriaan bagi Opa dan Oma.
Begitu Berartinya Sebuah Pacemaker

Begitu Berartinya Sebuah Pacemaker

23 Februari 2023

Kondisi jantung Arif Ngadianto (81) semakin membaik selepas operasi pemasangan alat pacu jantung, pacemaker, yang merupakan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Meski ia hanya bisa terbaring karena tenaganya belum pulih, namun wajahnya tampak segar. Ia juga tak pernah pingsan lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Menyambung Kembali Jalinan Jodoh

Menyambung Kembali Jalinan Jodoh

20 November 2014

17 relawan komunitas Hu Ai Kelapa Gading yang di dikoordinir oleh Wie Siong Shixiong dan Yusdeli Shijie. Mereka akan melakukan kunjungan kasih ke rumah-rumah relawan yang terdapat di Kelapa Gading dan Bekasi. Terdapat tiga relawan di Kelapa Gading, Tjan Rita, Inge Linarty, dan Margaretha, sementara itu di Bekasi juga ada Kartini yang akan dikunjungi. 

Keteguhan hati dan keuletan bagaikan tetesan air yang menembus batu karang. Kesulitan dan rintangan sebesar apapun bisa ditembus.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -