Kunjungan Menpera ke Perumahan Cinta Kasih
Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : TeddyLianto, Eko Raharjo
|
| ||
| Seperti juga halnya pemerintah dalam menangani masalah kepadatan jumlah penduduk, kemiskinan, tata ruang kota dan Lingkungan hidup. Pemerintah selalu berupaya memberikan upaya terbaik untuk kesejahteraan rakyat, memindahkan mereka dari rumah yang kurang layak ke tempat yang lebih layak. Tapi yang menjadi kendala adalah bagaimana rancangan rumah, lingkungan, dan tata ruang dari rumah susun yang baik dalam arti nyaman untuk dihuni. Pada tanggal 31 Oktober 2011, H.Djan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) melakukan kunjungan ke Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Jakarta Barat untuk melihat struktur bangunan, lingkungan dan prasarana di sekitar rumah susun tersebut. Satu per satu lingkungan perumahan disurvei olehnya. “Ini adalah salah satu bentuk partisipasi swasta dalam rangka mengentaskan kemiskinan. Semoga hal ini dapat juga ditiru oleh para pengusaha lain yang belum bergabung di Tzu Chi,” ujar H.Djan Faridz.
Keterangan :
H.Djan Faridz juga menambahkan jika pemerintah sendiri telah memiliki rencana besar, yakni kegiatan bedah kampung di 13 provinsi, tetapi untuk saat ini pemerintah terlebih dulu berfokus pada kegiatan bedah kampung di enam provinsi guna menanggulangi permukiman kumuh dan sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Adapun keenam provinsi tersebut diantaranya Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Lampung, dan DKI Jakarta. “Untuk di DKI Jakarta sendiri, kita (pemerintah) akan mengadakan kegiatan bedah desa untuk penghuni liar di sekitar bantaran sungai Ciliwung dan sepanjang rel kereta api,” tutur H.Djan Faridz. Menpera juga berharap para rakyat yang berada di lingkungan kurang layak seperti sekitar bantaran sungai Ciliwung ataupun sekitar rel kereta mau untuk direlokasi menuju ke tempat yang lebih layak huni. “Harapan saya ke masyarakat adalah (mereka) mau untuk dipindahkan dan menuruti (anjuran) pemerintah. Karena pemerintah akan memindahkan mereka (penghuni di sekitar sungai ciliwung dan sepanjang rel kereta -red) ke tempat tinggal yang lebih layak huni,” imbau H.Djan Faridz.
Keterangan :
Sementara itu Sugianto Kusuma, Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengatakan, “Ini adalah salah satu langkah kita (Tzu Chi) untuk memberikan suatu saran atau masukan kepada pemerintah, bila ingin membangun suatu rumah susun ya inilah (Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi) contohnya,” ujar Sugianto Kusuma. Di dalam area Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi sendiri telah tersedia berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh warga perumahan, antara lain rumah ibadah, sekolah dan rumah sakit. ”Di sini (Perumahan Cinta Kasih) telah tersedia berbagai fasilitas yang memudahkan para warga dalam beraktivitas. Jadi warga yang tinggal di perumahan ini bisa betul-betul merasakan kenyamanan,” ujar Sugianto. Sugianto Kusuma juga menambahkan jika saat ini Yayasan Buddha Tzu Chi memiliki program bedah kampung, dimana rencananya beberapa program ini akan digabung dengan program pemerintah sehingga visi dan misi pemerintah bisa sama dengan visi dan misi Tzu Chi, yakni Menyucikan hati manusia, menciptakan masyarakat damai sejahtera, dan mewujudkan dunia bebas bencana. | |||
Artikel Terkait
Suara Kasih: Kesatuan Hati
14 Maret 2012 Kita dapat melihat sekelompok insan Tzu Chi di Xiamen, Tiongkok, yang merasa sungguh bersukacita di sana. Mengapa mereka bersukacita? Mereka telah memiliki truk untuk mengangkut barang daur ulang. Dengan truk tersebut, mereka bisa berkeliling kota untuk mengumpulkan barang daur ulang.Wisata ke Aula Jing Si
13 Januari 2015 Namun berbeda dengan kali ini, relawan mengajak mereka berkunjung ke Aula Jing Si Indonesia, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Ini lantaran sebagian besar dari para pasien sangat jarang keluar dari tempat tinggal mereka, terkecuali menjalankan pengobatan di rumah sakit.
Eco Enzyme untuk Lingkungan Sekitar
02 November 2020Untuk kedua kalinya, relawan Tzu Chi menuangkan
cairan Eco Enzyme di Danau Kenari Hijau, BGM, PIK, Jakarta
Utara, Minggu 1
November 2020. Total ada 40 liter eco enzyme yang dituang di danau tersebut. ![]()










Sitemap