Ladang Berkah dan Pembinaan Diri
Jurnalis : Lu Lian Chu (Tzu Chi Tangerang), Fotografer : Binawan Tandanu (Tzu Chi Tangerang)| |
| ||
| Posko daur ulang telah menjadi tempat pelatihan dan pembinaan hati dalam kehidupan sehari-hari. Bumi kita sedang mengalami pemanasan global, dan seluruh belahan dunia tengah membahas isu hangat ini. Hanya karena ingin mengejar kepuasan diri dan memenuhi keinginannya yang tak berbatas, manusia merusak keselarasan alam. Sebagai akibatnya, polusi udara timbul di mana-mana, pengurasan energi alam terus terjadi, dan masih banyak lagi contoh kerusakan yang terjadi akibat keserakahan manusia. Oleh karena itu, mulai dari saat ini diharapkan kesadaran dari setiap insan manusia untuk membuka mata hati, menghilangkan keserakahan diri, menghemat energi, dan mengurangi emisi karbon. Semua ini tidak lain harusnya dilakukan oleh setiap manusia, karena menjaga dan melindungi bumi merupakan tanggung jawab dan misi bagi kita yang telah tinggal di muka bumi ini. Hari itu kegiatan daur ulang dibagi dalam 5 kelompok. Para relawan yang ikut melakukan kegiatan daur ulang ini tidak menghiraukan seberapa kotornya sampah yang telah dikumpulkan, terutama kelompok satu yang harus memilah jenis sampah plastik ke dalam beberapa bagian dengan benar. Setelah itu dilakukan pemilahan lebih lanjut.
Keterangan :
Tekad Mengurangi Sampah Melestarikan lingkungan dengan daur ulang dapat menyelamatkan bumi dan diri kita sendiri. Ini telah menjadi suatu paham bersama. Dengan mengikuti kegiatan daur ulang, suasana hati anak kecil maupun orang tua menjadi bahagia. Semenjak mengikuti kegiatan daur ulang ini, mereka telah paham akan semangat Master Cheng Yen, sehingga mereka pun mengikuti jejak beliau dengan cara mensosialisasikan daur ulang ini kepada orang-orang. Selain mensosialisasikannya, para ibu rumah tangga ini juga menerapkan konsep daur ulang di rumah mereka. Sampah yang ada di rumah mereka juga dipilah dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum disalurkan ke posko daur ulang.
Keterangan :
Dengan hati yang sungguh-sungguh relawan daur ulang mengerjakan kegiatan daur ulang pada hari itu, dan semua tindakan mereka ini telah mengharukan para relawan konsumsi. Oleh karena itu para relawan konsumsi menyiapkan makanan siang yang telah dimasak dengan kasih sayang yang hangat untuk dinikmati oleh para relawan daur ulang. Pada akhirnya semua relawan ikut merasakan kebahagiaan dan tentu tidak lupa untuk bersyukur atas semua berkah ini. | |||
Artikel Terkait
Perhatian Untuk Para Dai dan Guru Ngaji di Kota Medan
15 Mei 2020Wabah Covid-19 berdampak ke semua lapisan masyarakat dan juga ke semua umat beragama. Untuk itu Tzu Chi Medan memberikan bantuan berupa 500 paket sembako (beras 5 kg dan 1 dus mi instan) kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Rabu 13 Mei 2020. Bantuan ini diberikan kepada para guru ngaji dan dai (pendakwah) di berbagai daerah di Kota Medan.
Membalas Budi Baik Orang Tua
28 Mei 2012 Seusai perayaan Waisak yang agung pada tanggal 13 Mei 2012, seminggu kemudian Insan Tzu Chi Surabaya juga turut merayakan hari Ibu dengan sangat istimewa.
Kebahagiaan Yang Didapat dari Memberi
01 Oktober 2020Pagi itu kelas dimulai dengan menonton video dengan tema Makna Kebahagiaan dan Bagaimana Bersikap kepada Orang Tua. Dalam video tersebut diceritakan tentang seorang anak yang hidup berdua dengan ayahnya. Namun sang anak sangat membenci ayahnya hingga akhirnya Ia menemukan rahasia besar sang ayah.








Sitemap