Langkah Kecil Relawan Tzu Chi untuk Bumi

Jurnalis : Ami Haryatmi (He Qi Barat 2), Fotografer : Mery Hasan (He Qi Barat 2)

Para relawan mengajak masyarakat untuk segera ikut dalam kegiatan Tzu Chi menjaga lingkungan agar ekosistem tetap lestari dan bencana tidak terjadi.

Relawan Tzu Chi dari wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, secara rutin pada minggu ketiga setiap bulan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan. Para relawan berkegiatan mengubah sampah menjadi emas, emas menjadi aliran cinta kasih.

Keprihatinan bersama terhadap semakin banyaknya sampah mengusik hati para relawan yang peduli terhadap keselamatan bumi. Mery Hasan, relawan dokumentasi Tzu Chi, dengan penuh keprihatinan menyampaikan pandangannya mengenai kondisi lingkungan yang rusak akibat sampah.

Gerakan “Nihilkan Sampah dari Rumah” menjadi ajakan bagi semua untuk mencegah datangnya bencana melalui kebiasaan yaitu memilah dan mengelola sampah dari rumah dan lingkungan sekitar.

Lin Qin Ying, relawan asal Tiongkok, menyampaikan pentingnya memilah sampah demi menjaga keseimbangan ekosistem agar manusia dan hewan terhindar dari bencana.

“Dari mata kamera saja, melihat sampah yang menggunung sangat merusak estetika lingkungan. Apalagi secara umum, sampah sudah sangat mengganggu kehidupan manusia dan tanpa disadari dapat meningkatkan pertumbuhan penyakit. Maka gerakan pelestarian seperti ini harus lebih ditingkatkan," tutur Mery Hasan.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula dua relawan baru serta dua relawan asal Taiwan dan Tiongkok. Salah satunya adalah Lin Qin Ying, seorang guru dari sebuah sekolah di Jakarta Barat. Lin Qin Ying sangat mengapresiasi kegiatan pelestarian lingkungan ini.

“Kegiatan ini sungguh pantas diapresiasi. Apalagi sesuai keyakinan saya bahwa semoga semua makhluk berbahagia. Dengan memilah barang yang bisa didaur ulang, kita dapat mengurangi bencana dan menjaga ekosistem. Bila bumi selamat, maka manusia dan hewan di sekitarnya juga akan selamat,” ujar Lin Qin Ying bersemangat.

Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menjadi sumber berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan.

Pernyataan dua relawan tersebut mencerminkan sebagian kecil dari keprihatinan jutaan manusia yang merasakan betapa iklim telah bergeser dari semestinya. Musim kemarau dan penghujan tidak lagi sesuai kodratnya. Semua ini merupakan akibat dari kurangnya kepedulian terhadap keselarasan alam.

Editor: Anand Yahya

Artikel Terkait

Menumbuhkan Rasa Kepedulian Lingkungan pada Generasi Muda

Menumbuhkan Rasa Kepedulian Lingkungan pada Generasi Muda

12 Desember 2025

Untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda, relawan Tzu Chi Bandung mengadakan kegiatan sosialisasi pelestarian lingkungan kepada siswa-siswi SMP BPK Penabur Holis Bandung.

Pahlawan Cilik Penyelamat Bumi

Pahlawan Cilik Penyelamat Bumi

14 Oktober 2016

Pada 9 Oktober 2016, kelas kata Perenungan Master Cheng Yen di Depo Mandala, Medan, mengajarkan anak-anak beberapa materi kata perenungan dalam dua bahasa yaitu bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia, di kelas ini juga diajarkan kerajinan tangan, peragaan isyarat tangan (shou yu) dan pelestarian lingkungan.

Menghimpun Ladang Berkah Melalui Pelestarian Lingkungan

Menghimpun Ladang Berkah Melalui Pelestarian Lingkungan

05 Juni 2025

Relawan komunitas Titi Kuning Medan mensosialiasikan gerakan pelestarian lingkungan di Sekolah Putra Bangsa Berbudi. Kegiatan ini mendapat dukungan dari 19 guru dan sambutan hangat dari sekitar 213 siswa-siswi SMP dan SMK.

Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -