Lebih Memahami Kasih Sayang Seorang Ibu

Jurnalis : Apriyanto , Fotografer : Apriyanto
 

foto
Seolah menjadi seorang ibu hamil, siswa menjalani kegitan sehari-hari dengan perut yang membusung.

Kasih ibu sepanjang masa, demikian kata pepatah. Maka tak heran bila ada seorang ibu yang mempertaruhkan jiwa dan raganya demi  kehidupan anak-anaknya. Sebenarnya perjuangan seorang ibu sudah dimulai sejak ia mengandung anaknya. Selama sembilan bulan sepuluh hari seorang ibu sudah menanggung derita yang sulit dilukiskan oleh kata-kata. Kemana ia pergi kandungan itu selalu ia jaga dengan baik tanpa rasa putus asa.

Begitu besar pengorbanan seorang ibu hanya untuk sang buah hatinya agar lahir ke dunia dengan selamat. Namun setelah anak-anak itu besar sedikit dari mereka yang sadar untuk merenungkan perjuangan ibu yang demikian besar.

Di Sekolah Tzu Chi Indonesia, berbakti kepada orang tua merupakan bagian dari pendidikan budi pekerti. Menjelang Hari Ibu yang jatuh pada bulan Desember nanti, Sekolah Tzu Chi Indonesia di Pantai Indah Kapuk mengajarkan kepada siswa-siswinya untuk mengenang kebaikan seorang ibu dengan bermain peran. Permainan ini dilaksanakan pada hari Senin 18 November 2013. Siswa-siswi tingkat Primary 1 (Sekolah Dasar kelas 1) diminta untuk membawa bantal dan kain. Saat pelajaran akan dimulai para guru mendandani siswa-siswi layaknya seorang ibu yang sedang hamil. Setelah itu para siswa pun bisa melanjutkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, hanya saja pada hari itu penampilan dan aktivitas mereka sedikit terganggung oleh perut palsu yang membusung. Menurut Caroline Widjanarko Principal Primary Sekolah Tzu Chi (Kepala Sekolah SD) kegiatan ini merupakan bagian dari penyambutan hari ibu, maka sebelum siswa-siswi mengucapkan kasih sayangnya di hari ibu akan ada baiknya jika mereka merasakan terlebih dahulu perjuangan seorang ibu saat mengandung mereka.

foto   foto

Keterangan :

  • Josh Tiesto Tanto merasa sulin melakukan kegitan dengan perut yang besar. Ia baru tahu kalau tenyata ibunya menjalani hari yang sulit saat mengandung dirinya (kiri).
  • Sebelum pelajaran dimulai para guru mendandani siswa-siswinya seperti ibu hamil (kanan).

Lebih lanjut Caroline juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sistem pembelajaran di Tzu Chi yang berprinsip pada pengalaman, cerita, filosofi, perenungan, dan praktik. Melalui pengalaman biasanya para murid diajak dalam sebuah permainan mengalami tentang sesuatu, seperti pada hari ini mereka berperan sebagai seorang ibu hamil. Tahap berikutnya adalah mendengarkan perasaan dari murid-murid tentang pengalamannya menjadi seorang ibu hamil dan guru menjelaskannya menggunakan Kata Perenungan Master Cheng Yen. Dengan demikian murid-murid akan melakukan perenungannya sendiri dan dapat langsung menerapkannya sebagai pengalaman batin.

Dampak dari permainan ini juga langsung dirasakan oleh Josh Tiesto Tanto siswa Primary 1. Ia mengaku senang bisa berperan sebagai seorang ibu yang sedang hamil, tapi dibalik itu ia juga merasa kerepotan dengan perut palsunya yang membuncit. “Mau buang air kecil susah, mau menulis, dan bermain juga susah,” aku Josh. Makanya di sela-sela pelajaran Josh mengungkapkan kalau ia mengerti akan kasih ibu. Ia juga berkata kalau ia harus bisa menyayangi ibunya dengan sepenuh hati, karena ibu adalah orang yang telah memberinya kehidupan dan harapan. “Saya sayang sama mama, karena mama sudah kasih saya makan, kasih saya sekolah, dan membesarkan,” kata Josh. Dan pengalaman-pengalaman batin seperti inilah yang diharapkan tumbuh di dalam diri siswa sebagai bagian dari penyerapan pendidikan budi pekerti, yaitu menghormati dan mengasi orang tua.

  
 

Artikel Terkait

Bantuan Kasur dan Selimut untuk Korban Banjir di Gowa

Bantuan Kasur dan Selimut untuk Korban Banjir di Gowa

06 Februari 2019

Tzu Chi Makassar membagikan bantuan lanjutan berupa 89 paket kasur dan selimut di Desa Tetebatu dan Desa Salekoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan setelah banjir besar melanda wilayah tersebut 22 Januari 2019.

Mengembangkan Layar Cinta Kasih ke Tebing Tinggi Okura

Mengembangkan Layar Cinta Kasih ke Tebing Tinggi Okura

29 Maret 2018
Relawan Tzu Chi kembali mempererat jalinan jodoh ini dengan mengadakan bakti sosial pengobatan umum dan gigi di Kantor Kelurahan Tebing Tinggi Okura yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai buruh tani di kebun sawit dan menderes karet (25/3/2018).
You Ni Men Zhen Hao

You Ni Men Zhen Hao

01 September 2014 Hari Sabtu, 30 Agustus 2014 relawan Zhen Shan Mei komunitas He Qi Utara mengadakan pembukaan pameran Zhen Shan Mei. Acara dimulai pukul 4 sore dan merupakan bagian dari rangkaian acara HUT Jing Si Books & Cafe Pluit yang ke-10. Pameran ini berlangsung hingga tanggal 6 September mendatang
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -