Sebanyak 17 mahasiswa dan dua dosen ViTrox College Penang berkunjung ke Tzu Chi Tangerang dan berinteraksi langsung dengan para relawan Tzu Chi juga anak asuh.
Berbagi ilmu, menumbuhkan kepedulian, dan saling menginspirasi menjadi semangat dalam kunjungan mahasiswa dan dosen ViTrox College Penang, Malaysia ke Depo Pelestarian Lingkungan Medang, Tangerang, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Sebanyak 19 orang yang terdiri dari 17 mahasiswa dan dua dosen, yakni Bapak Mohamad Asrin dan Ibu Ooi Lyn Liq, hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan bersama 26 anak asuh He Qi Tzu Chi Tangerang dan 25 relawan Tzu Chi ini.
Rombongan ViTrox College dipimpin oleh Angelina selaku ketua rombongan dan Fy Long sebagai wakil. Kedatangan mereka disambut dengan penuh sukacita oleh para anak asuh dan relawan.
Acara dibuka oleh Hoyan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua He Qi Tzu Chi Tangerang, Lily Santoso. Dalam sambutannya, Lily berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi cerita dan pengalaman, tetapi juga menjadi kesempatan untuk saling berbagi ilmu dan pengetahuan. Ia berharap para mahasiswa ViTrox dapat memberikan inspirasi kepada anak asuh agar semakin termotivasi, percaya diri dalam meraih impian, serta berani membuka diri untuk menerima wawasan dan pengalaman baru.
Menanamkan Kebijaksanaan dan Cinta Kasih
Dalam kesempatan tersebut, Rensy juga berbagi pengetahuan mengenai pentingnya melatih diri untuk mengembangkan kebijaksanaan dan welas asih. Pelatihan diri tidak hanya dilakukan dari dalam, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata. Pelatihan dari dalam mencakup ketulusan, konsistensi, kepercayaan, dan kejujuran. Sementara itu, pelatihan dari luar diwujudkan melalui kesabaran, kemampuan melayani, sukacita, dan kemurahan hati dalam memberi.
Selain itu, Rensy memperkenalkan filosofi 5R sebagai pedoman dalam menjaga kelestarian lingkungan, yaitu rethink (berpikir kembali), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), repair (memperbaiki), dan recycle (mendaur ulang). Setelah itu mereka diajak melakukan kegiatan pelestarian lingkungan di Depo Medang.
Relawan Tzu Chi Tangerang, Gunawan mengajak mahasiswa ViTrox College Penang untuk mengenal aksi pelestarian lingkungan di Depo Pendidikan dan Pelestarian Lingkungan Medang.
Relawan Tzu Chi Tangerang, Yuni memberikan penjelasan kepada Ketua rombongan ViTrox College Penang mengenai pengelompokan barang yang akan didaur ulang.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dekat gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan Tzu Chi. Tidak hanya memperoleh pengetahuan, mereka juga berkesempatan mempraktikkan langsung kepedulian terhadap bumi.
Wakil Ketua Rombongan ViTrox College, Fy Long, mengungkapkan bahwa kunjungan mereka ke Tzu Chi memiliki beberapa tujuan, yaitu mempelajari nilai-nilai kepedulian, berbagi semangat dengan anak asuh, mengikuti kegiatan daur ulang, serta menyerahkan donasi sebagai bentuk cinta kasih. Fy Long juga menyampaikan harapannya agar Tzu Chi Indonesia terus menebarkan cinta kasih dan membantu semakin banyak orang. Ia turut berpesan kepada para anak asuh agar selalu sehat, bahagia, rajin belajar, dan berani memiliki impian besar.
Mengenal ViTrox, Belajar Berani Bermimpi Besar
Di sela-sela kegiatan, para mahasiswa ViTrox juga memperkenalkan kampus dan perjalanan perkembangan perusahaan Teknologi ViTrox kepada anak asuh. ViTrox didirikan pada tahun 2000 oleh Dato’ Chu Jenn Weng bersama kedua rekannya, Chu dan Steven Siaw. Dato’ Chu Jenn Weng yang merupakan Co-founder, President & CEO ViTrox sekaligus relawan Tzu Chi Malaysia memiliki sebuah mimpi besar, yaitu membangun perusahaan teknologi global di Malaysia.
Wakil rombongan ViTrox College Penang, Fy Long (berbaju putih) menyampaikan harapan untuk Tzu Chi Indonesia dan anak asuh.
Perjalanan ViTrox menjadi bukti bahwa sebuah impian besar dapat diwujudkan melalui tekad, kerja keras, dan tindakan nyata. Pada tahun 2004, ViTrox berhasil mengembangkan mesin visi 3D pertamanya. Kemudian, pada tahun 2022, Dato’ Chu Jenn Weng memperoleh penghargaan EY Entrepreneur Of The Year Malaysia 2022. Kini, ViTrox terus mengembangkan teknologi inspeksi visual cerdas untuk mendukung industri manufaktur di berbagai belahan dunia. Kisah perjalanan tersebut memberikan pesan penting kepada anak asuh bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Sebuah impian perlu disertai keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam melangkah.
“Ide hanyalah awal – lalu kita bertindak.”
Kalimat inspiratif tersebut menjadi pengingat bahwa memiliki impian saja tidak cukup. Setiap orang perlu mengambil langkah pertama untuk mewujudkannya.
Untuk membantu anak asuh mulai merencanakan masa depan, mereka diberikan selembar kertas bertajuk Langkah Pertama. Di dalamnya, mereka diminta menuliskan impian, langkah pertama yang akan dilakukan untuk mencapainya, serta kapan langkah tersebut akan dimulai.
Para anak asuh berbahagia karena selain berinteraksi langsung dengan teman baru, mereka pun mendapat bingkisan dari mahasiswa ViTrox College Penang.
Menjelang akhir acara, mahasiswa ViTrox dan anak asuh memanfaatkan waktu untuk saling mengenal lebih dekat. Para mahasiswa dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan mengenai jurusan perkuliahan di ViTrox, mata uang yang digunakan, hingga memperkenalkan beberapa isyarat tangan.
Sebagai ungkapan perhatian dan cinta kasih, para mahasiswa ViTrox memberikan hadiah kepada seluruh anak asuh. Mereka juga menyerahkan cendera mata dan donasi yang disampaikan oleh Bapak Mohamad Asrin kepada Ketua He Qi Tzu Chi Tangerang, Lily Santoso.
Pertemuan yang penuh makna ini ditutup dengan bersama-sama memperagakan isyarat tangan lagu “Satu Keluarga”, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.
Kunjungan mahasiswa ViTrox College bukan sekadar pertemuan untuk saling mengenal, melainkan juga menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kepedulian, memperluas wawasan, serta menumbuhkan keberanian dalam meraih cita-cita. Melalui kegiatan ini, para anak asuh belajar bahwa setiap impian memiliki kesempatan untuk diwujudkan selama ada kemauan untuk memulai. Sementara itu, para mahasiswa ViTrox mendapatkan pengalaman untuk berbagi ilmu, melayani, dan menebarkan kebahagiaan kepada sesama.
Editor: Metta Wulandari