Melayani dengan Tulus

Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)
 
 

fotoMelalui kegiatan makan siang bersama dengan para seniman bangunan SDN Unggulan Cinta Kasih Bandung, para relawan berkesempatan untuk melayani dengan cinta kasih.

Jumat, 04 Juni 2010, Tzu Chi Bandung mengadakan acara pelayanan kepada seniman bagunan SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan, yang berlokasi di Jl. Raya Pangalengan. Kampung Norogtog, Desa Margamulya, Kab. Bandung, yang dihadiri oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo.

Kegiatan ini melibatkan 32 relawan Tzu Chi Bandung, terdiri dari 5 komite, 21 biru putih, 3 abu putih dan 3 relawan baru. Untuk melayani sekitar 150 para seniman bagunan dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), para guru SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan, bekerja sama dengan relawan Bandung dalam hal memasak dan menyajikan makanan.

Menjalin Tali Persaudaraan
Acara yang diselenggarakan oleh Tzu Chi Bandung ini bertujuan untuk menjalin ikatan batin dan tali persaudaraan yang lebih kental dengan para seniman bangunan SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan. Herman Widjaja, selaku ketua Tzu Chi Indonesia Perwakilan Bandung menuturkan, “Ini adalah kesempatan untuk melayani pekerja bangunan. Khususnya bagi mereka yang membangun SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan, sebagai wujud rasa syukur juga terima kasih kepada mereka sehingga mereka tidak hanya bekerja untuk makan, tapi juga untuk apa yang mereka kerjakan akan sangat bermanfaat bagi masayarakat disini. Khususnya bagi murid-murid sekolah nanti dengan harapan, bangunan yang mereka bangun ini adalah tempat dimana anak-anak itu menimpa ilmu.”

Rombongan Pangdam III/Siliwangi tiba di SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan pada pukul 9.30 WIB dan disambut oleh para komite dan relawan Tzu Chi Bandung. Setelah itu, Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo berserta rombongan, diajak berkeliling untuk melihat perkembangan pembangunan SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan. Tidak hanya berkeliling, mereka pun disuguhkan tayangan awal pembangunan SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan, yang rencananya akan selesai pada akhir bulan Juli 2010 mendatang. Sementara itu, di ruang dapur para shijie sibuk menyiapkan makanan untuk para seniman bagunan, dibantu oleh para guru, dan para shixiong sibuk mencuci piring, gelas dan sendok. Semua makanan yang disajikan adalah vegetarian seperti, sate jamur, gepuk jamur, sayur lodeh, tempe cabai ijo, telur rendang, perkedel jagung, tahu goreng dan sirup kelapa. “Kita menghimbau kalau bisa mereka makan vegetarian, sehingga bisa meyelamatkan bumi,” tambah Herman Widjaja.

Pada pukul 11.00 WIB, acara makan bersama dimulai, terlihat para shijie sibuk melayani para seniman bangunan dengan memberikan lauk pauk kepada mereka. Begitupun dengan para seniman bangunan, yang terlihat senang mendapatkan makanan dan dilayani oleh para relawan Tzu Chi Bandung, walaupun mereka harus antri panjang untuk medapatkan makanan yang kaya akan gizi.

foto  foto

Ket : - Harun Lan komite Tzu Chi Bandung, sedang menjelaskan perkembangan pembangunan SDN Unggulan             Cinta Kasih Pangalengan, kepada Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo.   (kiri)
       - Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo. Berkeliling meninjau pembangunan SDN           unggulan Cinta Kasih Pangalengan, didampingi oleh relawan Tzu Chi Bandung.    (kanan)

Yadi (37) warga pangalengan dan salah satu seniman bangunan SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan, mengaku sangat senang adanya kegiatan yang diselengarakan oleh Tzu Chi Bandung. Ia  berharap besar pada SDN Unggulan Cinta Kasih ini, agar nanti para lulusan sekolah ini dapat menjadi orang yang berguna “Anak saya juga sekolah disini, sekarang tinggal meninjau gurunya aja. Sekolahnya sudah bagus, jadi yang mengajarnya pun harus bagus. Agar murid-muridnya bisa berguna,”tambahnya.

Pelayanan yang Tulus
Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh para seniman banguna saja. Para guru pun ikut merasakan kebahagiaan, karena mereka ikut serta dalam menyajikan dan memasak kegiatan yang diselenggarakan oleh Tzu Chi Bandung. “Kegiatan ini sangat bagus, para  relawan disini (Tzu Chi) bekerja sama dan pelayanan yang diberikan para relawan itu sangat memuaskan. Dan saya sangat berterima kasih pada relawan yang telah membantu kami disini,” ujar Eni (51) salah satu guru SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan.

Pelayanan yang di berikan oleh relawan Tzu Chi begitu murni dan tulus. Mereka tidak memandang status dan jabatan. Dimata mereka semua sama, semua berhak mendapatkan dan merasakan cinta kasih yang tulus. “Saya senang melihat mereka (seniman bangunan-red) bisa bisa makan bersama-sama dengan kita. Mungkin event seperti ini juga jarang. Mereka juga sangat menikmati dan kita juga senang bisa melayani,” ujar Pepeng Kuswati salah seorang relawan Tzu Chi Bandung.

foto  foto

Ket : - Suasana dapur, Shi Jie dan dibantu oleh para guru SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan, sedang             sibuk mempersiapkan hidangan vegetarian untuk para seniman bangunan. (kiri)
       - Yadi (37) warga pangalengan dan salah satu seniman bangunan SDN Unggulan Cinta Kasih             Pangalengan. Terlihat senang mendapatkan makanan dan langsung dilayani oleh para relawan Tzu Chi             Bandung.(kanan)

Semoga dengan adanya acara seperti ini, para seniman bangunan SDN Unggulan Cinta Kasih Pangalengan dapat menciptakan sekolah yang memiliki suasana kenyamanan dan kedamaian bagi para guru dan siswa-siswi sekolah ini, agar kelak mereka menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara, dan selalu menebarkan cinta kasih yang tulus bagi mereka yang membutuhkannya.

  
 
 

Artikel Terkait

Terus Mengalirkan Cinta Kasih di Sekitaran Bogor

Terus Mengalirkan Cinta Kasih di Sekitaran Bogor

14 Februari 2019

Pada Selasa, 12 Februari 2019 relawan Tzu Chi Bogor melakukan kunjungan kasih ke rumah para penerima bantuan Tzu Chi di Bogor. Dalam kegiatan ini, relawan Tzu Chi Bogor mengunjungi dua orang penerima bantuan di wilayah Ciparigi dan Karadenan, Bogor, Jawa Barat.

Harapan Bersama Datangnya Kursi Roda

Harapan Bersama Datangnya Kursi Roda

10 November 2016

Ho Nona adalah seorang wanita yang hidup sebatang kara di Bogor, Jawa Barat. Ia pergi meninggalkan tempat asalnya, Kota Pangkal Pinang untuk mencari sanak saudaranya di Kota Hujan. Namun sayang, ia tidak pernah menemukan saudara yang dicarinya dan kini ia menderita stroke sehingga tidak bisa berjalan dan berbicara.

Suara Kasih: Mewariskan Cinta Kasih Tanpa Pamrih

Suara Kasih: Mewariskan Cinta Kasih Tanpa Pamrih

19 Desember 2012 Selain itu, kita juga mengajarkan kebajikan tanpa ada niat buruk atau menyimpang. Insan Tzu Chi selalu membimbing setiap orang agar berjalan diarah yang benar. Kita berharap bisa menyucikan hati manusia dan membawa kedamaian bagi masyarakat.
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -