Melayani Sepenuh Hati

Jurnalis : Veronika Usha, Fotografer : Veronika Usha
 
foto

Untuk menutup kegiatan pembagian makanan vegetarian di bulan Mei 2008, He Qi Utara mendapat giliran terakhir yang bertanggung jawab menyiapkan makanan yang akan dibagikan.

Ayam belum juga berkokok, namun kegiatan memasak di dapur Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng sudah dimulai. Rutinitas yang dilakukan oleh para relawan setiap He Qi secara bergantian ini, sudah berjalan semenjak awal bulan Mei dalam rangka menyambut bulan Waisak.

”Untuk minggu terakhir ini, kami dari He Qi utara yang bertanggung jawab dalam menyiapkan makanan,” tutur Christine, selaku koordinator kegiatan.

Sejak pukul 03.00 pagi, lebih kurang 12 orang relawan yang menginap di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi, sudah mulai sibuk memasak nasi dan menyiapkan sayuran untuk diolah.

Walaupun masih dalam kondisi setengah mengantuk, para relawan tetap terlihat bersemangat untuk menyiapkan segala sesuatunya. Tidak hanya para relawan He Qi dan Xie Li, para karyawan dapur pun tidak ketinggalan terjun membantu menyiapkan makanan untuk lebih kurang 1.270 kotak makan yang akan diberikan secara cuma-cuma.

Mulai dari membersihkan sayuran, memotong, hingga menata makanan di kotak-kotak, mereka lakukan dengan sukacita.

”Biasanya kami mulai memasak untuk karyawan pada pukul 06.30. Namun semenjak memasuki bulan Mei, kami membantu para relawan dari pukul 05.00 pagi hingga 16.00 sore,” tutur Jumfitriana, salah satu karyawan dapur.

foto  foto

Ket : - Melinda, salah satu relawan Tzu Chi turun langsung ke dapur Tzu Chi, Cengkareng untuk memasak
           makanan vegetarian yang dibagikan secara gratis selama bulan Mei. (kiri)
         - Walaupun makanan vegetarian ini dibagikan secara cuma-cuma, namun standarisasi kebersihan sangat
           dijaga. Hal ini dapat dilihat dari masker dan sarung tangan yang digunakan oleh para relawan Tzu Chi.
           (kanan)

Sependapat dengan Fitri, Tan Siu Po atau lebih dikenal dengan Apo, yang sudah mengabdi hampir lima tahun di dapur Tzu Chi mengaku meskipun tenaganya seakan terkuras beberapa minggu ini, namun ia tetap bahagia bisa membantu orang lain dengan memasak. ”Kalau saya ingat Master Cheng Yen yang telah mencurahkan segala tenaga dan pikirannya untuk kebahagiaan seluruh umat manusia, maka hal tersebut selalu menjadi cambukan buat saya untuk turut berbuat sesuatu pula. Dan dengan inilah saya, membantu,” jelasnya, dengan mata berkaca.

Selama satu bulan ini, setiap hari Apo harus berangkat dari rumahnya menuju dapur Tzu Chi pada saat subuh. Beruntung jarak antara rumahnya yang berlokasi di daerah Taman Palem dengan dapur Tzu Chi tidak terlalu jauh, sehingga bisa ia tempuh dalam waktu lebih kurang 10 menit dengan menggunakan ojek.

”Kemarin, kakak saya sempat khawatir melihat berat badan saya yang menyusut hampir tiga kilogram. Namun karena hobi saya memang memasak, biar lelah tetap saya nikmati, terlebih makanan ini berguna untuk saudara-saudara kita yang tengah berjuang menebarkan cinta kasih,” ucapnya penuh semangat.

foto  foto

Ket : - Tidak hanya para relawan He Qi Utara, Tan Siu Po dan beberapa para karyawan dan relawan dapur Tzu Chi
           juga turut membantu mempersiapkan lebih kurang 1.270 kotak makanan setiap harinya. (kiri)
         - Satu demi satu kotak makan Tzu Chi disusun dengan rapi. Dengan penuh kesabaran, para relawan Tzu Chi
           mempersiapkan makanan dan menyajikannya di dalam tempat makan Tzu Chi. (kanan)

Kebersamaan serta kekompakkan para relawan Tzu Chi sangat terlihat jelas. Bersama-sama mereka memasak, mengisi kotak dengan nasi dan lauk-pauk, bahkan beberapa diantara mereka rela menginap selama satu minggu, agar mereka tidak terlambat mempersiapkan, serta lebih konsentrasi mengurus dan mengatur menu makanan-makanan tersebut.

 

Artikel Terkait

Pertukaran Budaya dan Pengetahuan

Pertukaran Budaya dan Pengetahuan

21 Juli 2009
“Jadi para mahasiswa ini bisa punya cinta kasih yang besar kepada sesama. Tidak hanya tahu belajar dan membaca saja, mereka juga tahu akan kehidupan anak-anak lain di berbagai negara dan menjalin persahabatan. Dengan demikian, maka dunia ini akan menjadi lebih baik,” kata Ming Zhen.
Mengajarkan Kebajikan dan Belajar Bersyukur

Mengajarkan Kebajikan dan Belajar Bersyukur

15 Agustus 2016 Jumat, 11 Agustus 2016. Rombongan Tzu Ching Taiwan dan Tzu Ching Malaysia mengunjungi SD Dinamika Indonesia yang bertempat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi dan wilayah Pademangan, Jakarta Utara.
Menjaring Berkah Melalui Kepingan Koin

Menjaring Berkah Melalui Kepingan Koin

20 Januari 2023
Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang bekerja sama dengan Summarecon Mall Serpong mengadakan Penuangan Celengan Bambu di Area Flavor dan Field Mall, 14 Januari 2023.
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -