Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 2 melakukan Kunjungan Kasih kepada oma dan opa di Wisma Sahabat Baru, Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat.
Di usia senja, banyak orang berharap dapat menghabiskan waktu bersama keluarga, berbincang hangat, dan menikmati kebersamaan dengan orang-orang tercinta. Namun, tidak semua Lansia memiliki kesempatan yang sama. Sebagian dari mereka harus menjalani hari-hari di usia lanjut dengan jauh dari keluarga, bahkan tanpa kehadiran orang-orang terdekat yang dapat menemani dan berbagi cerita.
Dalam kesendirian tersebut, perhatian dan kepedulian dari sesama menjadi sesuatu yang sangat berarti. Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Barat 2 hadir dengan penuh kepedulian untuk kembali mengadakan kegiatan Kunjungan Kasih bersama Lansia pada Minggu, 14 Juni 2026 di Panti Werdha Wisma Sahabat Baru di Duri Kepa, Jakarta barat.
Kegiatan yang penuh kehangatan ini, dilakukan relawan untuk menemani para oma dan opa berbagi cerita, serta mengajak mereka mengenang berbagai momen indah di masa lalu yang mungkin telah lama mereka rindukan. Melalui kebersamaan dan percakapan yang hangat, para relawan berupaya menghadirkan kebahagiaan bagi oma dan opa.
Salah satu warga panti, Oma Yeni, tampak antusias saat membuat origami dengan didampingi relawan.
Kunjungan Kasih ini juga diikuti salah satu relawan Tzu Chi, Ami Haryatami, ia bercerita mengenai perasaan hangat ketika berbincang dengan para oma dan opa. "Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai sahabat yang memiliki hubungan emosional yang tulus. Dengan hubungan yang terjalin ini, kami belajar bahwa kasih sayang dapat tumbuh melalui kepedulian dan kebersamaan," ujar Ami Haryatami.
Untuk menghibur oma dan opa, relawan bersama-sama menampilkan Shou Yu (isyarat tangan) lagu Satu Keluarga dengan penuh keceriaan. Tak hanya itu, relawan juga menemani merangkai manik menjadi sebuah karya. Kegiatan tersebut membuat mereka merasa bangga memiliki karya dan rasa bahagia karena memiliki keluarga.
Kehadiran yang Bermakna
Berbagai kegiatan yang penuh kebahagiaan ini, disambut hangat oleh oma dan opa yang tampak tersenyum saat melihat para relawan hadir di tengah-tengah mereka. Dimulai dengan sapaan hangat, hingga pelukan penuh kasih yang dilakukan relawan menjadi awal pertemuan yang mengobati kerinduan. Salah satu warga panti, Oma Hilda, tampak ceria pada kegiatan ini karena ia telah menganggap relawan Tzu Chi sebagai keluarga setelah hampir 10 tahun mengenal Tzu Chi.
Selain itu, para relawan juga mengajak oma dan opa untuk duduk bersama dengan mendengarkan cerita-cerita sederhana tentang keseharian, kesehatan, maupun kenangan masa lalu. Tentu, kehadiran relawan yang menjadi pendengar bagi mereka mampu menghadirkan kebahagiaan.
Para relawan Tzu Chi bersama oma dan opa menampilkan isyarat tangan lagu Satu Keluarga dengan penuh keceriaan.
Suasana semakin meriah ketika para oma dan opa diajak mengikuti senam, mereka tampak bersemangat menggerakkan tubuh sambil sesekali tertawa bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan para relawan mengajak oma dan opa membuat origami (seni melipat kertas), meskipun hasil pembuatan seni melipat kertas itu terlihat sederhana.
Saat sesi bernyanyi bersama dimulai, dengan Lagu-lagu rohani yang akrab menemani masa kecil para oma dan opa mengalun merdu dan dinyanyikan bersama, membangkitkan nostalgia di hati mereka. Meskipun suara mereka tidak lagi sekuat dahulu, semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka terasa begitu nyata.
Bagi para oma dan opa warga panti werdha, kehadiran relawan Tzu Chi pada hari itu mungkin terasa singkat, namun perhatian, tawa, dan kebersamaan yang terjalin menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri.
Editor : Nur Al Fajar Rumsari