Melihat Dunia Lebih Jelas

Jurnalis : Doc Tzu Chi, Fotografer : bakti sosial kesehatan

Setelah buka perban mata, para relawan mengingatkan pasien untuk mematuhi anjuran dokter. Selain membawa pulang obat dan perban, pasien juga diberikan kertas yang berisi aturan serta anjuran pasca operasi.

Tzu Chi Singkawang kembali menggelar bakti sosial kesehatan pengobatan katarak dan pterygium yang melayani sekurangnya 200 orang pada 5-7 Agustus 2016. Bakti sosial ini menjawab kebutuhan masyarakat Singkawang dan sekitarnya akan dokter spesialis mata yang jumlahnya sedikit.  

Mencari Terang ke Kota Singkawang

Membeningkan Penglihatan, Menjernihkan Hati

Baksos Kesehatan Mata untuk Masyarakat Singkawang


Artikel Terkait

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Ke-142 di Lampung: Tiga Puluh Tahun Hidup dengan Penyakit Hernia

Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi Ke-142 di Lampung: Tiga Puluh Tahun Hidup dengan Penyakit Hernia

06 Desember 2023

Baksos kesehatan Tzu Chi ke-142 di Lampung membawa kebahagiaan untuk Ismanto (42) yang mengalami hernia sejak sekolah dasar. Rasa sakit terus menghantui Ismanto saat bekerja. Setelah dioperasi, Ismanto kini terbebas dari sakit yang menyertainya selama 30 tahun lebih.

Bakti Sosial Kesehatan Pasca Banjir : Menumbuhkan Rasa kekeluargaan

Bakti Sosial Kesehatan Pasca Banjir : Menumbuhkan Rasa kekeluargaan

13 Februari 2014 Semua relawan saling gotong royong dan bekerja sama dengan semangat , makin lama para relawan satu persatu terlihat berdatangan untuk membantu persiapan kegiatan. Kami membagi para relawan menjadi beberapa tim.
Menggenggam Kesempatan Berbuat Kebajikan

Menggenggam Kesempatan Berbuat Kebajikan

21 Oktober 2015 Relawan Tzu Chi He Qi Timur memanfaatkan hari libur nasional (14/10) di pertengahan bulan Oktober untuk melakukan kegiatan pembagian kupon bakti sosial kesehatan. Selain relawan dari Hu Ai Kelapa Gading, ada pula Alenveva Onibala (relawan Tzu Chi Manado), dan Dewi Intan Surya Asih (relawan Tzu Chi Bali) yang turut serta dalam survei.
Jangan takut terlambat, yang seharusnya ditakuti adalah hanya diam di tempat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -