Melihat, Mendengar, dan Menerapkan

Jurnalis : Sinta Febriyani (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Hendra Gusnadhy (Tzu Chi Bandung)
 

fotoSebelum acara workshop dimulai, untuk lebih mengetahui tentang Tzu Chi Koordinator Bagian Pengembangan dan Pelatihan TIMA Bandung, drg Sita Adilukito (berdiri) memperkenalkan Tzu Chi kepada para peserta Workshop.

Dengan dibentuknya kepengurusan Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Bandung dan sudah terpilihnya para tenaga medis, dan relawan Tzu Chi untuk mengisi divisi-divisi yang ada dalam struktur kepengurusan, maka pada 12 Desember 2009, Koordinator Bagian Pengembangan dan Pelatihan TIMA Bandung, drg Sita Adilukito mengadakan Workshop Dental yang diadakan di Kantor Penghubung Tzu Chi Bandung. Workshop ini menandai semangat dari bagian Pengembangan dan Pelatihan akan tercapainya kualitas dan kuantitas yang perlu dimiliki oleh insan TIMA.

 

 


Drg Sita menjelaskan, tujuan utama dari divisi yang dipimpinnya ini adalah untuk membina anggota TIMA untuk mengenal, memahami, dan menerapkan visi-misi Tzu Chi di bidang kesehatan sekaligus menambah pengetahuan mereka di bidang kesehatan.

 Adapun topik yang diangkat dalam workshop gigi kali ini adalah “Tumpatan berbahan tambal komposit”. Dikarenakan terbatasannya alat-alat bahan yang disediakan, maka workshop ini hanya diperuntukan bagi dokter gigi TIMA dan dokter-dokter yang pernah membantu di baksos kesehatan gigi yang dilaksanakan oleh Tzu Chi Bandung.

foto  foto

Ket : - Tujuan utama dari workshop kali ini adalah untuk membina anggota TIMA dalam mengenal, memahami, dan             menerapkan visi-misi Tzu Chi di bidang kesehatan sekaligus menambah pengetahuan mereka di bidang             kesehatan. (kiri)
        - Anggota TIMA Bandung,drg Vera (kanan) sangat bersyukur dapat mengikuti acara workshop ini. Karena             banyak pelajaran dan ilmu berharga yang bisa didapatkan dan langsung dipraktekan yang tentu saja dapat             digunakan membantu orang lain. (kanan)

Drg Sita menambahkan, topik workshop ini diangkat mengingat pemakaian amalgam sudah mulai ditinggalkan dan telah beralih pada bahan ‘tambal komposit’, dikarenakan adanya Hg (air raksa/ logam berat) yang berbahaya bagi kesehatan operator dan pasien. Terlebih, bahan ‘tambal komposit’ sudah dipakai oleh Tzu Chi Jakarta. Karenanya, akan coba dipakai juga pada baksos pengobatan gigi di Bandung.

Workshop  yang terselenggara atas kerjasama Tzu Chi Bandung dengan PT. 3M-Indonesia ini diwakili oleh Ibu Mia Sulistia, dengan narasumber drg Anna Retno Hapsari yang berkenan menyediakan, dan meminjamkan alat-alat light cure, poles, bahan bahan tambal, cement, cetakan, dan lain-lain.

foto  foto

Ket :   - Drg Sita Adilukito (kiri) memberikan sertifikat dan majalah Tzu Chi kepada perwakilan dari PT. 3M-Indonesia               yang diwakili oleh Mia Sulistia (kanan) yang berkenan menyediakan dan meminjamkan peratan. (kiri)
           - Para dokter TIMA ini tidak segan berbagi ilmu dan pengalaman kepada para rekan mereka.   (kanan)

Drg Vera, salah satu peserta workshop berkomentar, pelaksanaan kegiatan semacam ini bagus sekali. Banyak pelajaran berharga yang bisa didapatkan. “Kalau dulu saya cuma dengar tentang bahan ’tambal komposit’, sekarang bisa melihat langsung. Saya pun belajar bagaimana caranya menambal yang baik dan benar. Banyak sekali ilmu baru yang dipelajari. Saya harap kegiatan semacam ini bisa sering dilaksanakan mengingat belum sepenuhnya ilmu yang dijelaskan saat workshop bisa langsung dipraktekan. Jadi alangkah bagusnya apa yang telah kita lihat dan dengar itu bisa dipraktekan.” Jelas drg Vera.

 
 

Artikel Terkait

Suara Kasih : 10 Tahun Tzu Chi di Zamboanga

Suara Kasih : 10 Tahun Tzu Chi di Zamboanga

02 November 2010 Pada hari peringatan ultah tersebut, para pemuka agama dari 4 keyakinan memimpin doa bersama. Mereka adalah pemuka agama Islam, Kristen, Katholik, dan Buddha. Mereka memimpin lebih dari seribu orang melakukan doa bersama.
Mengembangkan Sifat Malu dan Takut Berbuat Jahat

Mengembangkan Sifat Malu dan Takut Berbuat Jahat

14 September 2017

Di pertemuan pertama Kelas Budi Pekerti yang dilakukan pada 10 September 2017 tersebut, tim pendidikan Tzu Chi ingin menanamkan sifat Hiri (malu berbuat jahat) dan Ottappa (takut akan akibat dari perbuatan jahat) kepada para siswa.

Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -