Memahami Lebih Dalam Aula Jing Si

Jurnalis : Teddy Lianto, Fotografer : Stephen Ang (He Qi Utara)
 
 

foto
Relawan Tzu Chi menyambut setiap peserta pelatihan yang akan datang dengan penuh sukacita. Hal ini seperti sebuah dukungan dari keluarga kepada anggota keluarga lainnya.

Dalam perjalanannya menyebarkan cinta dan welas asih, relawan Tzu Chi Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Perkembangan ini melingkupi kegiatan sosial yang bertambah banyak, kantor penghubung ataupun perwakilan semakin bertambah besar dan aktif. Semakin lama dibutuhkan sebuah ruangan untuk berkumpulnya relawan dari berbagai daerah untuk belajar dan melakukan koordinasi. Agar aktivitas kemanusiaan yang dijalankan Tzu Chi Indonesia bisa semakin efektif dan berkualitas, Tzu Chi Indonesia mendirikan sebuah pusat kegiatan baru yang dinamakan Aula Jing Si yang berada di dalam Kompleks Tzu Chi yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.

Bangunan baru pun mulai dibangun pada tahun 2009 hingga sekarang. Kini, gedung kokoh yang besar itu sudah berdiri. Ini  akan menjadi sebuah lembaran baru bagi Tzu Chi Indonesia untuk menebar cinta kasih para insan Tzu Chi di seluruh Indonesia. Master Cheng Yen berharap Aula Jing Si yang baru berdiri ini bisa menghadirkan semangat pengabdian diri yang penuh welas asih dari para insan Tzu Chi dan bermanfaat untuk orang banyak. Beliau juga berharap tampilan luar maupun dalam Aula Jing Si secara keseluruhan dapat menjadi ‘Pembabaran Dharma Tanpa Suara’.

foto   foto

Keterangan :

  • Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 600 orang relawan dari Jakarta, Batam, Bandung, Padang, Biak, Medan, Pekanbaru, Lampung, Surabaya, Singkawang, Tangerang, Bogor, Makasar, dan Jakarta (kiri).
  • Suriadi Shixiong, Kepala Divisi Training Tzu Chi menerangkan jika bangunan baru ini merupakan rumah bagi insan Tzu Chi. Oleh karena itu, kita harus lebih bersemangat untuk menyebarkan cinta kasih dan melenyapkan penderitaan (kanan).

Untuk memenuhi harapan Master Cheng Yen tersebut, segenap insan Tzu Chi perlu memahami lebih dalam sejarah, latar belakang, semangat, fungsi, dan berbagai aspek lainnya mengenai Aula Jing Si. Oleh karena itu, pada tangal 28 Juli 2012, pukul 14.00 WIB, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan acara pelatihan relawan abu putih, biru putih, calon komite, dan komite Tzu Chi di Aula Jing Si Lantai 3, PIK, Jakarta Utara. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 600 orang relawan dari Jakarta, Batam, Bandung, Padang, Biak, Medan, Pekanbaru, Lampung, Surabaya, Singkawang, Tangerang, Bogor, Makasar, dan Jakarta.

Seperti layaknya acara syukuran rumah baru, dalam acara pelatihan ini para peserta dijelaskan mengenai seluk beluk ruangan, dan berapa banyak lantai yang ada di bangunan yang baru ini. Selain itu juga dijelaskan fungsi dan kapasitas dari ruangan yang tersedia. “Ke depannya, bangunan ini tidak cuma akan menjadi kantor tempat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beroperasi, tetapi juga akan menjadi pusat kegiatan relawan Tzu Chi di Seluruh Indonesia. Maka dari itu, bangunan yang berdiri sekarang ini adalah rumah bagi para insan Tzu Chi,” terang Suriadi Huang, Kepala Divisi Training Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Suriadi juga berharap dengan adanya gedung baru ini, para relawan dapat lebih bersemangat dalam menggarap ladang berkah dan lebih semangat untuk mewujudkan visi dan misi Tzu Chi, yaitu cita-cita Tzu Chi untuk menyucikan hati manusia, mewujudkan masyarakat yang hidup aman dan damai, dan dunia terhindar dari bencana bisa tercapai.

 

 

 
 

Artikel Terkait

Memompa Semangat Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Memompa Semangat Para Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

30 September 2014 Bedah buku yang rutin diadakan setiap bulan oleh para guru dan staf Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi  Tzu Chi Cengkareng pada kamis, 25 September 2014 di aula sekolah berbeda dari biasanya. Pasalnya pada acara yang dihadiri oleh 110 guru Sekolah Cinta Kasih itu dibawakan oleh Wen Yu Shijie, seorang relawan yang sudah lama berkecimpung di Tzu Chi.
Menjaga Pikiran

Menjaga Pikiran

19 November 2011 Pada dasarnya di dunia ini tidak ada masalah apapun, tetapi manusia sendirilah yang menciptakan masalah itu. Saat menghadapi masalah kita tidak mencoba untuk mempermudah masalah itu, tetapi cenderung mudah emosi, saling menyalahkan dan membandingkan-bandingkan, tetapi tidak mencoba untuk berpikir dalam kondisi yang tenang.
Suara Kasih : Kembali Pada Hakikat yang Murni

Suara Kasih : Kembali Pada Hakikat yang Murni

11 November 2010 Kita sungguh harus mawas diri dan berhati tulus. Ajaran Buddha sering mengulas tentang ketidakkekalan hidup dan kerentanan bumi. Buddha terus mengingatkan manusia akan hal ini. Buddha juga selalu berkata bahwa setiap orang dapat menjadi Buddha.
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -