Memberikan Semangat dan Cinta Kasih

Jurnalis : Yan Sen (He Qi Utara), Fotografer : Yan Sen (He Qi Utara)
 
foto

Minggu, tanggal 21 Desember 2008, 21 relawan Tzu Chi dari He Qi Utara, Hu Ai Jelambar berkunjung ke Sasana Tresna Werdha Budi Mulia, Jelambar, Jakarta Barat. Acara dimulai dengan bernyanyi dan bergembira bersama 80 Opa dan Oma yang tinggal di sana.

Di puncak acara, relawan mengeluarkan kue ulang tahun untuk merayakan bersama ulang tahun salah seorang Opa di panti. Bersama-sama mereka meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Terlihat kegembiraan di semua wajah peserta.

foto   foto

Kemeriahan sepert ini memang tidak setiap hari mereka dapatkan. Relawan Tzu Chi membagikan potongan kue tersebut satu-persatu. Perhatian yang kecil pun sangat dirasa menghangatkan bagi Oma Opa di sini. Sebelum pulang, relawan mengantarkan Oma Opa kembali ke kamar mereka masing-masing sambil minta diri.

foto   foto
 

Artikel Terkait

Suara Kasih: Welas Asih dan Pengertian

Suara Kasih: Welas Asih dan Pengertian

03 Agustus 2011
Kita dapat melihat Tuan Xie yang memeluk dan menghiburnya karena tidak tega melihatnya menangis. Interaksi penuh cinta kasih antara Tuan Xie dan tunawisma itu telah menampilkan pandangan kesetaraan yang penuh welas asih. Inilah ladang pelatihan bagi batin kita. Janganlah kita bersikap sombong. Kita harus menyelaraskan hati.
Perubahan untuk Menggapai Harapan

Perubahan untuk Menggapai Harapan

28 Februari 2011 Pagi yang cerah di hari Minggu, 20 Februari 2011, menambah semangat dari teman-teman Tzu Ching Indonesia melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Adinda untuk berbagi kegembiraan kepada anak-anak yang berada di sana.
Menghadirkan Perubahan di Kelurahan Kampung Rawa

Menghadirkan Perubahan di Kelurahan Kampung Rawa

22 Juli 2025

Ketika mendengar seseorang tinggal di rumah empat lantai, mungkin yang pertama terlintas di benak kita adalah, “Wah, pasti orang kaya.” Namun begitu melihat langsung kondisi rumah milik Katwa, kesan itu seketika sirna.

Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -