Memberikan Semangat dan Cinta Kasih

Jurnalis : Yan Sen (He Qi Utara), Fotografer : Yan Sen (He Qi Utara)
 
foto

Minggu, tanggal 21 Desember 2008, 21 relawan Tzu Chi dari He Qi Utara, Hu Ai Jelambar berkunjung ke Sasana Tresna Werdha Budi Mulia, Jelambar, Jakarta Barat. Acara dimulai dengan bernyanyi dan bergembira bersama 80 Opa dan Oma yang tinggal di sana.

Di puncak acara, relawan mengeluarkan kue ulang tahun untuk merayakan bersama ulang tahun salah seorang Opa di panti. Bersama-sama mereka meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Terlihat kegembiraan di semua wajah peserta.

foto   foto

Kemeriahan sepert ini memang tidak setiap hari mereka dapatkan. Relawan Tzu Chi membagikan potongan kue tersebut satu-persatu. Perhatian yang kecil pun sangat dirasa menghangatkan bagi Oma Opa di sini. Sebelum pulang, relawan mengantarkan Oma Opa kembali ke kamar mereka masing-masing sambil minta diri.

foto   foto
 

Artikel Terkait

Dua Ribu Paket Lebaran 2022 untuk Warga Lampung

Dua Ribu Paket Lebaran 2022 untuk Warga Lampung

22 April 2022

Relawan Tzu Chi Lampung pada Kamis 14 April 2022 mulai memberikan kupon Paket Lebaran 2022. Pembagian kupon menyebar di enam lokasi dengan jumlah paket lebaran keseluruhan 2.000 paket.

Bulan Tujuh Penuh Berkah: 1.500 Paket Makanan Dibagikan Ke Bantar Gebang

Bulan Tujuh Penuh Berkah: 1.500 Paket Makanan Dibagikan Ke Bantar Gebang

23 Agustus 2022

Masih dalam rangkaian kegiatan bulan tujuh penuh berkah, komunitas relawan Tzu Chi di He Qi Utara 1 kali ini membagikan 1.500 paket nasi vegetaris untuk warga yang bermukim di sekitar TPST Bantar Gebang, Bekasi.

Ada Mutiara di RSCM (Bagian 2)

Ada Mutiara di RSCM (Bagian 2)

25 Januari 2011 Kisah Kusmiran adalah mutiara kedua yang saya dapati hari itu. Sebuah kisah yang memberikan pesan bahwa rintangan hidup akan membuat kita semakin kuat dan tegar. Kusmiran telah melalui semua deritanya dan ia nampak lebih kuat menghadapi hidup dan memandang masa depan.
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -