Membina Batin Lewat Pelatihan Abu Putih

Jurnalis : Hidayat Sikumbang (DAAI TV Medan), Fotografer : Lily Hermanto (Tzu Chi Medan)

Relawan Tzu Chi Medan, Juliana, dengan penuh semangat memberikan penjelasan mengenai makna sebuah pelatihan kepada para peserta.

Pelatihan Abu Putih menjadi langkah penting bagi relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus membina diri dalam menjalankan misi kebajikan. Melalui pelatihan ini, relawan diajak untuk kembali mengingat tekad awal saat bergabung dengan Tzu Chi, yaitu menjalankan ajaran Master Cheng Yen membantu semua makhluk dengan memberi cinta kasih yang agung.

Dengan memahami tekad awal ini, relawan diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menerapkan cinta kasih, rasa syukur, kerendahan hati, dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari. Para relawan Tzu Chi Medan kali ini kembali mengdakan kegiatan Pelatihan Abu Putih yang berlangsung di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi Medan, Kompleks Cemara Asri, pada 27 Oktober 2026. Kegiatan itu diikuti oleh 57 peserta, mereka bersama-sama mengikuti rangkaian pembekalan untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai dan budaya kemanusiaan Tzu Chi. Melalui kegiatan pelatihan relawan Abu Putih ini, para peserta diharapkan dapat memperkuat keyakinan serta membangun keselarasan hati dan tekad menapaki jalan kebajikan dalam menjalankan misi Tzu Chi.

Para peserta kegiatan Pelatihan Abu Putih ini diberikan pembekalan materi dari relawan Tzu Chi tentang penjelasan setiap misi-misi Tzu Chi.

Antusisasme para peserta terlihat tampak fokus menyimak materi yang diberikan para relawan Tzu Chi Medan dalam kegiatan Pelatihan Relawan Abu Putih Tzu Chi.

Dalam suasana pelatihan yang penuh kebersamaan, para peserta mendapatkan materi mengenai sejarah berdirinya Tzu Chi dan perjalanan Master Cheng Yen dalam mewujudkan kepedulian terhadap sesama. Peserta juga mempelajari misi-misi Tzu Chi, budaya humanis, tata krama relawan, serta pentingnya menjaga keharmonisan dan bekerja sama dalam menjalankan kegiatan kerelawanan di Tzu Chi Indonesia.

Hal itu juga diajarkan dalam sesi penerapan sistem 4 in 1 Tzu Chi kepada para relawan Abu Putih. Dalam sistem tersebut merupakan struktur kerelawanan dengan mengedepankan empat semangat utama, yaitu He Xin (bersatu hati), He Qi (harmonis dan ramah tamah), Hu Ai (saling mengasihi), serta Xie Li (bergotong royong). Dari keempatnya memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menjalankan misi kemanusiaan Tzu Chi, para relawan Tzu Chi diajak untuk memahami peran masing-masing, menjaga keharmonisan, dan bekerja sama tanpa membedakan suku, agama, maupun ras. Dengan demikian, setiap kegiatan dapat dijalankan dengan satu hati dan satu tujuan, yakni menebarkan cinta kasih serta membantu lebih banyak orang. “Pelatihan ini sangat penting, tidak hanya untuk relawan baru, namun juga agar setiap relawan mampu mengingat kembali tekad awal ketika bergabung di barisan Tzu Chi. Pelatihan Abu Putih ini mengajarkan bagaimana bersikap dan juga berperan untuk membina batin para peserta. Dengan menempa diri, kelak mereka akan memiliki kebijaksanaan dalam batin kepada setiap orang, termasuk penerima manfaat,” ungkap salah seorang relawan Tzu Chi Medan, Juliana.

Juliana juga menambahkan, setiap relawan yang hadir hari ini kelak akan berseragam komite di kemudian hari. Semangat inilah yang harus dipupuk para relawan dalam mengemban tanggup jawab dan ladang berkah di Tzu Chi. “Kita tahu juga, Tzu Chi ini ibaratkan seperti Universitas Kehidupan. Jadi setiap insan Tzu Chi harus mampu memegang teguh sila-sila yang ada di Tzu Chi, dan juga harus bisa mengemban setiap tanggung jawab yang diberikan dengan baik,” kata Juliana.

Salah satu peserta, Nova, menceritakan kebahagiaan dan kesan yang didapatnya selama mengikuti kegiatan tersebut.

Sharing peserta dan pesan cinta kasih juga disampaikan relawan lainnya yang mengikuti kegiatan Pelatihan Abu Putih yang digelar di kantor Tzu Chi Medan.

Pentingnya pelatihan Abu Putih juga rasakan oleh salah satu peserta, Nova Sherly. Perempuan berusia 30 tahun ini mengenal Tzu Chi pertama kali lewat Tzu Ching (Muda-mudi Tzu Chi) pada 2016 saat masih berkuliah. Ia menyebut Tzu Chi sebagai organisasi kemanusiaan sangat perlu diadakan kegiatan pembelajaran seperti pelatihan ini, karena setiap insan Tzu Chi harus menerapkan budaya humanis serta nilai-nilai yang ada pada Tzu Chi itu sendiri. “Kita sebagai insan tzu chi, ya sangat perlu pelatihan-pelatihan sebelum terjun langsung ke Lapangan. Karena di Tzu Chi itu sendiri, kan ada seperti Budaya Humanis, seperti belajar melatih diri, arti dari 10 Sila Tzu Chi, nah itu bisa kita dapatkan lewat pelatihan seperti ini,” ungkap Nova.

Kegiatan Pelatihan Abu Putih tersebut menjadi langkah awal untuk menumbuhkan ketulusan, memperkuat tekad, serta belajar bekerja sama dan saling mendukung untuk berjalan bersama-sama dalam menapaki jalan Bodhisatwa dunia. Dengan demikian, semangat untuk membantu sesama tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan, tetapi juga tumbuh menjadi sikap dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Nur Al Fajar Rumsari

Artikel Terkait

Pelatihan yang Menginspirasi

Pelatihan yang Menginspirasi

20 April 2016

Relawan Tzu Chi Batam mengadakan pelatihan bagi relawan baru yang digelar pada tanggal 10 April 2016 di kantor Tzu Chi Batam. Dalam pelatihan ini dihadiri sebanyak 98 orang, di antaranya 57 adalah relawan rompi. Melalui pelatihan ini banyak relawan baru yang turut bersumbangsih bersama Tzu Chi membantu sesama yang membutuhkan.

Menapaki Jalan Bodhisatwa, Menebarkan Benih Kebajikan

Menapaki Jalan Bodhisatwa, Menebarkan Benih Kebajikan

09 September 2026

Dengan penuh cinta kasih dan Welas Asih untuk menapaki Jalan Bodhisatwa relawan Tzu Chi Pekanbaru mengadakan kegiatan pelatihan relawan Abu Putih ke-4 dengan tema “Tzu Chi 60 tahun Silsilah Dharma Terus Berkelanjutan”

Merekam Sejarah Tzu Chi

Merekam Sejarah Tzu Chi

20 Oktober 2014
Minggu, 12 Oktober 2014, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan pelatihan khusus untuk membekali relawan yang berminat pada bidang dokumentasi dengan menjadi relawan Zhen Shan Mei. Relawan berkumpul di Coastal area, yang merupakan tempat wisata bagi penduduk sekitar, pukul 07.30 WIB.
Orang yang memahami cinta kasih dan rasa syukur akan memiliki hubungan terbaik dengan sesamanya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -