Mempererat Tali Silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan

Jurnalis : Beverly Clara (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun), Fotografer : Amudi, Beverly, Vincent (Tzu Chi Tanjung Balai Karimun)


Tzu Chi Tanjung Balai Karimun menggelar acara berbuka puasa bersama dengan para penerima bantuan pada Sabtu, 26 Mei 2018. Dua pembawa acara memandu kegiatan Buka Puasa Bersama ini dengan kompak, yang merupakan hasil latihan sejak lama.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim dan banyak yang menyebutnya sebagai bulan “seribu bulan”. Di bulan Ramadhan amal kebaikan akan dibalas dengan berkah pahala yang berlipat ganda. Momentum ini selalu ditunggu bersama. Tak hanya kehangatan berbuka puasa bersama dan kekhusyukan puasa, bulan ini juga menjadi bulan yang penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan.


Para penerima bantuan tengah berbuka puasa dengan lahap dan penuh rasa syukur.


Anak-anak dari Xiao Tai Yang memperagakan isyarat tangan dengan lagu “Makan Sayur” dengan kostum sayuran dan buah-buahan.

Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Tanjung Balai Karimun pada Sabtu, 26 Mei 2018. Tepat pada pukul 16.00 WIB, diselenggarakan acara berbuka puasa bersama para penerima bantuan. Ruang kegiatan yang awalnya sepi dan dingin pun menjadi ramai dan hangat, canda tawa pun memenuhi seisi ruangan. Semua relawan dan tamu dipersilahkan duduk di lantai untuk mendengar ceramah dari Master Cheng Yen dan menyaksikan isyarat tangan “Ciak Cai” atau makan sayur yang diperagakan oleh Xiao Tai Yang dengan kostum buah-buahan dan sayuran yang lucu.


Anak Tzu Shao sedang meminta tanda tangan dari Baharuddin sebagai tanda terima parsel.


Dua Tzu Shao yang sedang tersenyum ke kamera sebelum menjalankan sholat Maghrib berjamaah.

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun juga menyiapkan parsel untuk para penerima bantuan. Tidak lupa mereka juga untuk berfoto bersama dengan para relawan dan Xiao Tai Yang.

“Untuk tahun ini saya buat berbeda, di mana kita melibatkan beberapa anak asuh,” ucap koordinator acara, Ermila Kurniasih. “Kita coba untuk merekrut dan membimbing mereka untuk ikut berpartisipasi dalam acara apapun yang diadakan Yayasan Buddha Tzu Chi,” tambahnya lagi.


Penerima bantuan berfoto bersama dengan para relawan sambil memegang parsel yang diberikan Tzu Chi.


Para penerima bantuan sangat senang dengan parsel yang diberikan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun.

Ada pula penerima bantuan yang bernama Baharuddin yang sudah menerima bantuan dari Tzu Chi selama 5 tahun. Ia merupakan korban bencana tsunami Aceh yang merantau ke Tanjung Balai Karimun. Ia berkata rasa syukurnya tidak dapat sekedar diungkapkan dengan kata-kata. “Saya hanya dapat berdoa untuk Tzu Chi supaya lebih baik ke depannya nanti,” ujarnya.

Editor: Khusnul Khotimah



Artikel Terkait

Menu Makanan Vegetaris Mewarnai Buka Puasa Bersama

Menu Makanan Vegetaris Mewarnai Buka Puasa Bersama

28 Juni 2018

Sebanyak 20 relawan Tzu Chi Sinar Mas Xie Li Semitau yang berada di Desa Sentabai, Kecamatan Silat Hilir, Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama dengan menu Vegetaris pada 7 Juni 2018. Kegiatan Buka Bersama di Masjid Babussalam ini dihadiri 200 orang warga Desa Sentabai, Dusun Sentabai.

Puasa Bentuk Pelatihan Diri

Puasa Bentuk Pelatihan Diri

04 Agustus 2014
Puasa pada bulan Ramadan merupakan upaya yang dilakukan untuk melatih diri dari godaan. Pada kegiatan buka puasa bersama yang dilangsungkan oleh Tzu Chi Biak memiliki peluang baik untuk mendidik anak-anak untuk bersumbangsih. Selain itu dalam rangkaian acara ini terselip harapan baik untuk bisa menyelelaraskan kebersamaan ini dengan kasih.
Merajut Tali Silaturrahim Di Bulan Suci Ramadhan

Merajut Tali Silaturrahim Di Bulan Suci Ramadhan

29 Mei 2019

Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengajak para penerima bantuan Tzu Chi berbuka puasa bersama, Sabtu, 25 Mei 2019. Buka puasa ini rutin diadakan oleh Tzu Chi Tanjung Balai Karimun setiap tahunnya untuk mempererat tali silaturahmi antar relawan dan penerima bantuan.

Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -