Memperkenalkan Makanan Vegetarian
Jurnalis : Nuraisyah Baharuddin (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Fitri (Tzu Chi Makassar)|
|
| ||
Semua makanan yang lezat dan menggugah selera ini tidak menggunakan bahan yang mengandung daging, sebab salah satu tujuan bazar vegetarian ini adalah untuk memperkenalkan makanan vegetarian pada masyarakat Makassar. Dengan sepenuh hati, relawan mencoba memberi pengetahuan baru bahwa makanan vegetarian sangatlah bermanfaat untuk kesehatan dan lingkungan. Cukup banyak masyarakat yang hadir di acara bazar ini. Selama ini memang belum banyak rumah makan di Makassar yang secara khusus menyediakan makanan vegetarian. Karena itu, adanya bazar vegetarian ini menjadi suatu daya tarik bagi para pengunjung yang hadir. Para relawan yang menyambut pengunjung dengan ramah, meninggalkan kesan tersendiri bagi mereka. Seperti yang disampaikan oleh salah satu pengunjung yang bernama Fanny. Ia berkata, “Saya sangat senang bisa datang di bazar ini karena baru datang langsung disambut baik oleh para relawan dan kami langsung diarahkan ke tempat makanan yang kami pilih. Sehingga tidak butuh lama untuk mengantri mengambil makanan yang dibeli.”
Keterangan :
Beberapa kendala sempat timbul dalam bazar, seperti proses mempersiapkan makanan yang memerlukan waktu sehingga pengunjung terpaksa menunggu. Untuk mengisi waktu tunggu tersebut, selain menjual makanan vegetarian, relawan Tzu Chi Makassar juga menyediakan tempat khusus yang menjual buku-buku tentang Tzu Chi. Dengan demikian, sembari menunggu makanan datang, para pengunjung dapat membaca buku perenungan atau buku-buku Tzu Chi lainnya. Lantunan lagu-lagu Tzu Chi yang merdu dan menyejukkan hati pun membuat pengunjung betah dan dapat menikmati suasana bazar. Sembari makan bersama keluarga, pengunjung dapat menjaga kesehatan, melestarikan lingkungan, dan menjalin jodoh baik. | |||
Artikel Terkait
Dapur Cinta Kasih
30 November 2010 Hari Selasa (2 November 2010) merupakan giliran para relawan dari Hu Ai Jelambar bertugas menyuguhkan beberapa karya hidangan untuk para seniman bangunan Aula Jing Si. Semua tampak sibuk dalam menyiapkan semuanya, mulai dari peralatan masak sampai ke bahan-bahannya.
“Wati: Malaikat Tak Bersayapâ€
04 April 2022









Sitemap