Menanamkan Rasa Cinta Lingkungan

Jurnalis : Lo Wahyuni (He Qi Utara), Fotografer : Lo Wahyuni (He Qi Utara)

fotoDepo pelestarian lingkungan ini sangat mengharapkan kehadiran banyak relawan untuk datang bersumbangsih melakukan pelestarian lingkungan.

 

Kamis, 29 September 2011, terlihat ada sesuatu yang berbeda di Depo Pelestarian Lingkungan Muara Karang, Jakarta Utara. Teriknya sinar matahari pagi itu tidak menyurutkan semangat dari 128 orang anak-anak TK Permai, Pluit, Jakarta Utara, untuk melakukan kunjungan ke depo pelestarian lingkungan yang sudah beroperasi sejak tahun 2008 ini.  

 

 

 

Mereka datang dengan mengendarai 2 bus sekolah dan terbagi dalam dua shift kunjungan (pagi dan siang).  Anak-anak TK B ini datang ditemani oleh beberapa orang guru dan sebanyak 10 orang relawan Tzu Chi dari Hu Ai Pantai Indah Kapuk menyambut dengan sukacita kedatangan anak-anak sekolah tersebut. Anak-anak ini dipandu oleh para guru menaiki anak tangga berbaris menuju lantai 2 tempat acara sosialisasi ini diadakan.

“Selamat pagi Bodhisatwa Cilik,” demikian Rosvita Wijaya Shijie menyapa anak-anak sekolah ini sekaligus membuka acara sosialisasi pelestarian lingkungan kepada mereka. “Bodhisatwa adalah orang yang suka membantu orang lain,” jelas Rosvita Shijie. Anak-anak TK tersebut tampak antusias mendengarkan penjelasan Rosvita Shijie. “Tujuan diadakannya kunjungan ini adalah untuk mensosialisasikan pelestarian lingkungan sejak usia dini, yaitu menanamkan rasa cinta kasih kepada bumi dan peduli lingkungan kepada anak-anak,” ucap Adenan Shixiong, Koordinator Relawan Pelestarian Lingkungan He Qi Utara.

foto  foto

Keterangan :

  • Sebanyak 128 anak-anak TK Permai, Pluit, Jakarta Utara datang ke Depo pelestarian Lingkungan untuk mendengarkan sosialisasi tentang daur ulang sampah. (kiri)
  • Yuliana Shijie, relawan dari Hu Ai Pluit yang sedang melepaskan stiker pada botol-botol plastik ini juga merasakan manfaat positif dari kegiatan daur ulang. (kanan)

Acara perkenalan ini dilanjutkan dengan permainan berjudul: “Bumiku yang indah”. Anak-anak TK tersebut berdiri di atas “pulau” yang terbuat dari karet dan seolah-olah mereka berada di atas lautan.  Kemudian ada “Peri Listrik” yang bermakna agar setiap anak dapat Berhemat Listrik, “Peri Air” agar anak-anak dapat senantiasa berhemat air di rumah, sekolah dan “Peri Kebersihan” supaya anak-anak dapat  selalu menjaga kebersihan lingkungannya.

“Adik-adik, sekarang kita belajar tentang berbagai jenis barang yang dapat didaur ulang,” kata Adenan Shixiong sambil menunjukkan contoh botol plastik, kertas, kaleng aluminium, wadah plastik, serta botol kaca.  Dengan cermat anak-anak tersebut memerhatikan contoh barang-barang yang tersedia. Selain menanamkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, juga dijelaskan pentingnya mengurangi jumlah sampah (Reduce), memanfaatkan kembali  (Reuse) dan mendaur ulang (Recyle). Selesai acara presentasi pada pukul 13.20 siang, anak-anak tersebut tampak senang dapat  mengikuti acara ini. Rasa bersyukur dari para guru yang mendampingi anak-anak tersebut juga turut dirasakan.  

Pada hari yang sama, di lantai dasar Depo Pelestarian Lingkungan Muara karang ini juga tampak hadir 12 orang relawan dari Hu Ai Pluit yang datang bersumbangsih membenahi tumpukan botol-botol plastik, dengan cara membuka tutup, melepaskan stiker, menginjak botol plastik, dan merapikannya kembali sehingga mudah untuk dibungkus dalam karung plastik. Sampah plastik ini akan menjadi “emas”, sebab  setelah botol-botol plastik tersebut dijual, maka akan menghasilkan uang dan memberikan berkah kepada mereka yang membutuhkan bantuan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi.     

 Yuliana Shijie, relawan dari Hu Ai Pluit yang sedang melepaskan stiker pada botol-botol plastik ini juga  merasakan manfaat dari kegiatan daur ulang ini. “Bekerja seperti ini dapat melatih konsentrasi sehingga pikiran terfokus pada satu hal dan tidak ada kerisauan batin,” ucapnya dengan mimik wajah serius.      Sungguh, melakukan aktivitas di Depo Pelestarian Lingkungan dapat membersihkan kekotoran batin manusia, seperti kerisauan, kesombongan, keserakahan dan lainnya), serta memberikan ladang berkah untuk kita. Depo pelestarian lingkungan ini sangat mengharapkan kehadiran banyak relawan untuk datang bersumbangsih setiap saat. Ayo bergegaslah menanamkan benih kebajikan dengan   berpartisipasi sebagai relawan pelestarian lingkungan.


Artikel Terkait

Suara Kasih: Membentangkan Jalan

Suara Kasih: Membentangkan Jalan

19 Juli 2011
Saya sungguh berterima kasih kepada semua staf rumah sakit termasuk para dokter, perawat, dan rekan-rekan di berbagai bagian.Setiap orang tergabung dalam satu tim dan itu sungguh luar biasa.
Baksos Kesehatan di Selat Nenek

Baksos Kesehatan di Selat Nenek

02 Agustus 2024

Tzu Chi Batam kembali mengadakan baksos kesehatan degeneratif di Selat Nenek, Kec. Bulang, Kota Batam. Baksos yang diselenggarakan 3 bulan berturut-turut ini diikuti 91 orang warga. Relawan harus menempuh perjalanan selama 1 jam dengan speed boat untuk dapat memberikan perhatian kepada warga di Selat Nenek.

Berlandaskan Cinta Kasih

Berlandaskan Cinta Kasih

07 Oktober 2011
Pada kegiatan kali ini diadakan pula kegiatan baksos kesehatan umum dan gigi secara gratis. Di areal baksos para relawan Tzu Chi saling bahu-membahu melayani seluruh pasien yang berobat dengan penuh kesabaran. Sedangkan di areal beras, selain membagikan beras, para relawan Tzu Chi pun juga turut membantu menggotong beras seberat 20 kg yang diberikan kepada penerima.
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -