Menebar Senyum Sehat untuk Sesama

Jurnalis : Widosari Tjandra, Wadyo Pasaribu (He Qi Jakarta Pusat), Fotografer : Widosari Tjandra, Wadio Pasaribu, Michele Lim (He Qi Jakarta Pusat)

Satu persatu peserta di kegiatan bakti sosial kesehatan gigi yang diselenggarakan relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Selatan dan He Qi Pusat, serta TIMA hadir di Sekolah Surya Dharma.

Suasana hangat dan penuh semangat terasa dalam kegiatan bakti sosial kesehatan gigi yang diselenggarakan oleh relawan Tzu Chi komunitas Xie Li Selatan dan He Qi Pusat bersama tim medis Tzu Chi (TIMA) pada Minggu, 24 Mei 2026. Bertempat di Sekolah Surya Dharma, Jalan Toapekong No. 14, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kegiatan ini melibatkan sekitar 49 relawan, 13 dokter gigi, 5 perawat, 2 apoteker, serta 1 koasisten dokter gigi yang bergotong royong memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan gigi bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang perjumpaan bagi tenaga medis, relawan, siswa sekolah, umat wihara, umat gereja, dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial. Koordinator tim medis, drg. Septriani bersyukur seluruh persiapan berjalan baik dan rapi. Ia mengenang keterlibatannya dalam kegiatan sosial kesehatan yang telah dimulai sejak 2010.

"Saya mulai ikut bakti sosial sejak di Medan pada tahun 2010. Kemudian bergabung dengan TIMA pada 2022. Hari ini saya menangani beberapa pasien yang memerlukan pencabutan gigi dengan kondisi tertentu, dan syukurlah semuanya berjalan lancar," ujarnya.

Relawan di meja pendaftaran melakukan pengecekan kupon dan kartu identitas peserta sebelum pasien mendapatkan pelayanan kesehatan gigi.

Salah satu penerima manfaat adalah Juwana Mudita Setiawan, siswa kelas II Sekolah Surya Dharma yang datang bersama neneknya menggunakan kereta. Setelah menjalani pencabutan gigi, sang nenek tampak lega. "Giginya dicabut, nenek senang," tuturnya.

Warga sekitar sekolah, Go Tjui Nio (55), juga merasakan manfaat kegiatan ini. Ia datang untuk mencabut sisa akar giginya. "Sekarang sudah enak setelah dicabut. Senang sekali. Di sini cepat prosesnya. Terima kasih ya," katanya.

Kebahagiaan serupa dirasakan oleh ibu dari Chandra (32), seorang anak dengan kondisi tulang rapuh dan kebutuhan khusus. Karena pengalaman positif tahun lalu, ia kembali mendaftarkan putranya untuk mengikuti pemeriksaan dan perawatan gigi. "Tahun lalu giginya juga dicabut di bakti sosial. Karena rumah kami dekat, saya daftar lagi untuk Chandra. Senang sekali bisa mendapatkan bantuan kesehatan gigi seperti ini," ungkapnya.

Lansia umat wihara, Liana Hartanto (82), juga hadir didampingi tetangganya karena mengalami kesulitan berjalan. "Hari ini dua gigi saya dicabut. Saya senang sekali ada bakti sosial kesehatan gigi di sini," katanya.

Dokter gigi Laksmi memberikan penyuluhan kesehatan gigi kepada peserta, mengedukasi pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sejak dini.

Bagi para tenaga medis, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelayanan, tetapi juga kesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Menurut drg. Jenifer, antusiasme pasien menjadi pengalaman yang menyenangkan. "Seru sih. Memang banyak permasalahan gigi yang ditemukan, tetapi pasien-pasiennya mau diedukasi dan memperbaiki kondisi kesehatannya. Awalnya saya diajak drg. Septriani, sekaligus ingin melatih keterampilan juga. Senang bisa ikut berkontribusi," ujarnya.

Sementara itu, drg. Desina Yesani Sport menyoroti pentingnya edukasi kesehatan gigi sejak usia dini. "Salah satu persoalan yang masih banyak ditemui di masyarakat adalah kurangnya pemahaman mengenai kesehatan gigi sejak kecil. Kebanyakan masalah yang ditemukan adalah gigi berlubang dan karang gigi. Bakti sosial bukan hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat tentang cara menjaga kesehatan gigi dengan benar," jelasnya.

Dukungan juga datang dari pihak Sekolah Surya Dharma. Yeta, perwakilan sekolah, mengaku senang karena kegiatan ini membawa manfaat bagi siswa dan masyarakat sekitar. Ia juga bangga melihat salah satu alumninya, Kayla, kini sedang menjalani pendidikan dokter gigi dan turut membantu sebagai koasisten. "Tanpa terasa, dulu masih sekolah di sini, sekarang sudah hampir lulus menjadi dokter gigi. Kalau saya tidak sibuk sebagai pengurus yayasan dan pemimpin umat di wihara, saya juga ingin menjadi relawan," ujarnya sambil tersenyum.

Peran Yeta turut membantu kelancaran kegiatan melalui sosialisasi kepada murid, guru, serta umat wihara agar memanfaatkan layanan pemeriksaan gigi yang tersedia.

Dokter gigi Anne melakukan pemeriksaan awal (screening) untuk menilai kondisi kesehatan gigi pasien sebelum menentukan tindakan perawatan yang diperlukan.

Di bagian farmasi, apoteker Susi tampak selalu ceria. Baginya, setiap kegiatan bakti sosial memiliki cerita dan pengalaman yang berbeda. "Setiap momen punya cerita masing-masing. Jadi setiap ikut bakti sosial pasti merasa bahagia karena banyak masyarakat yang terbantu. Kalau ada waktu, kita harus membantu orang lain," katanya.

Semangat yang sama juga dirasakan Felix, relawan muda yang baru pertama kali mengikuti kegiatan TIMA. Sebelumnya ia lebih sering terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan gereja. "Di sini rasanya lebih menyatu. Walaupun berbeda agama, semuanya saling peduli dan saling membantu," ujarnya. Ia berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Hal serupa disampaikan Fadli yang pernah aktif membantu kegiatan sosial saat berada di lingkungan pondok pesantren. Dalam kegiatan ini, ia bertugas mencuci dan menyiapkan peralatan medis. "Bahagia sekali kalau bisa membantu sesama tanpa memandang suku, ras, dan agama. Kali ini saya mendapat pengalaman baru. Ke depannya saya ingin terus menyebarkan cinta kasih kepada masyarakat, karena dalam hidup ini kita saling membutuhkan," tuturnya.

Wakil Koordinator Pengobatan Hu Ai Sawah Besar, Usman, melihat kegiatan ini berjalan lancar berkat kerja sama relawan yang solid. "Persiapan teknis dilakukan sejak sehari sebelumnya, mulai dari pemasangan alat hingga penataan ruangan," jelasnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih sering agar semakin banyak masyarakat yang menerima manfaat.

Koordinator Pengobatan He Qi, Rudy Surjana, juga terus memantau jalannya kegiatan. "Senang sekali akhirnya kegiatan dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Ketua He Qi Pusat yang turut hadir mengungkapkan rasa syukurnya melihat seluruh proses berjalan tertib. "Bakti sosial berjalan lancar. Setiap pos sudah ada relawannya, tidak ada antrean panjang, dan pasien dapat terlayani dengan baik. Senang melihat Xie Li Selatan semakin dewasa," ujarnya.

Salah satu murid Sekolah Surya Dharma menjalani tindakan pencabutan gigi dalam kegiatan bakti sosial kesehatan gigi yang diselenggarakan relawan Tzu Chi bersama TIMA.

Di balik kelancaran kegiatan ini, terdapat kerja keras tim panitia yang dipimpin oleh Widosari Tjandra selaku PIC kegiatan, didampingi Rien sebagai wakil PIC, serta dukungan Juli dan para relawan lainnya.

Widosari menuturkan bahwa persiapan mencari peserta sempat menjadi tantangan tersendiri. "Sebulan sebelum kegiatan, jumlah pendaftar baru sekitar 20 orang. Saya sempat panik, bagaimana kalau tidak mencapai target? Kami membagikan flyer ke sekolah dasar terdekat, menawarkan kepada para orang tua murid saat menjemput anak, meminta bantuan RT untuk menyampaikan informasi kepada warga, hingga menghubungi lingkungan gereja. Seminggu sebelum kegiatan jumlah pendaftar mencapai 90 orang," ujarnya.

Meski sempat ada beberapa warga yang membatalkan kehadiran, dukungan berbagai pihak terus mengalir. Yeta kembali membantu menginformasikan kepada umat wihara sehingga menjelang hari pelaksanaan jumlah peserta terdaftar mencapai 125 orang. "Pada hari H, sebanyak 110 pasien hadir. Rasanya lega sekali. Saya sangat bersyukur karena mendapat dukungan dari para relawan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik," ujarnya.

Bakti sosial kesehatan gigi ini menjadi gambaran bahwa pelayanan kesehatan dapat menjadi ruang perjumpaan bagi berbagai pihak untuk saling membantu tanpa melihat perbedaan latar belakang. Di balik pelayanan medis yang diberikan, hadir pula nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat melayani sesama dengan tulus. Melalui senyum yang kembali sehat, terjalin pula kebahagiaan yang menghangatkan hati banyak orang.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mulut

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mulut

23 Mei 2025

Kegiatan bakti sosial pemeriksaan gigi yang diadakan oleh He Qi Pusat mendapat sambutan antusias dari siswa, guru, dan warga sekitar. Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Merawat Gigi Anak-anak Rusun Muara Angke

Merawat Gigi Anak-anak Rusun Muara Angke

22 September 2017

Minggu, 3 September 2017, sebanyak 51 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 berkumpul di Rusun Cinta Kasih Tzu Chi Muara Angke untuk melakukan baksos gigi bagi anak-anak.

Gigi Sehat, Belajar pun Giat

Gigi Sehat, Belajar pun Giat

13 Maret 2015 Selain itu, wanita yang akrab disapa Yuni ini merasa bersyukur atas kehadiran relawan dalam baksos gigi ini. Menurutnya kehadiran relawan ini dapat membantu mengurangi rasa cemas anak-anak. “Bagus sekali, relawan membantu jalannya pengobatan serta memotivasi anak-anak karena kan banyak yang takut,” tambahnya.
Tanamkan rasa syukur pada anak-anak sejak kecil, setelah dewasa ia akan tahu bersumbangsih bagi masyarakat.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -