Menebarkan Cinta Kasih Lewat Bakti Sosial Kesehatan

Jurnalis : Robby Mulia Halim (Tzu Chi Medan), Fotografer : Kamin, Hendy (Tzu Chi Medan)

Mengawali tahun 2026, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala mengadakan bakti sosial kesehatan dalam kegiatan Kepulangan Gan En Hu (Penerima Bantuan) dan Anak Asuh di Depo Pelestarian Lingkungan Mandala sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap Kesehatan penerima bantuan dan anak asuh Tzu Chi.   

Kesehatan merupakan salah satu hal yang berharga di dunia ini. Pendiri Tzu Chi, Master Cheng Yen senantiasa berpesan untuk menjaga jasmani dengan baik dan memanfaatkannya untuk berbuat kebaikan. Menyadari hal ini, relawan Tzu Chi Medan komunitas Hu Ai Mandala menggelar baksos kesehatan bagi penerima bantuan Tzu Chi (gan en hu) dan anak asuh pada kegiatan Kepulangan Gan En Hu dan Anak Asuh, Minggu, 4 Januari 2026.

Bertempat di Depo Pelestarian Lingkungan Mandala, sebanyak 57 relawan Tzu Chi Medan dan 15 tim medis TIMA Medan (5 dokter umum, 6 dokter gigi, 4 apoteker) memberikan pelayanan kesehatan bagi 30 gan en hu dewasa dan 50 anak asuh. Pada kesempatan ini, para gan en hu dewasa mendapat layanan kesehatan yakni pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolestrol disertai konsultasi oleh dokter umum, sedangkan anak asuh memperoleh pemeriksaan gigi.

Gan en hu mendapat pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolestrol oleh dokter TIMA di lantai bawah depo.

Bakti sosial ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian relawan terhadap kesehatan para penerima bantuan dan anak asuh Tzu Chi. “Banyak gan en hu dan anak asuh yang daerah tempat tinggalnya terdampak banjir Sumatera yang melanda kota Medan akhir November 2025 lalu. Hal itu tentunya berdampak buruk terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari mereka. Selain untuk memastikan kesehatan gan en hu dan anak asuh, mereka juga dapat mengenal lebih luas kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi,” kata koordinator kegiatan, Merryana.

Sejak pagi, para gan en hu dan anak asuh telah berdatangan ke depo dan langsung diarahkan ke meja pendaftaran untuk dicatat nama dan umur serta mengambil nomor antrian. Satu persatu para gan en hu mendapatkan layanan kesehatan dan konsultasi dengan dokter umum. Jika memerlukan obat, dokter juga akan meresepkannya dan dapat ditebus di bagian farmasi. Sementara bagi gan en hu yang kurang leluasa bergerak, juga akan didampingi dan dituntun relawan.

Anak asuh yang mendapatkan pemeriksaan gigi di lantai 2 Depo Pelestarian Lingkungan Mandala terlebih dahulu menjalani screening (pemeriksaaan awal) terhadap kondisi gusi dan gigi. Dokter gigi akan memutuskan apakah diperlukan tindakan cabut gigi berdasarkan hasil screening. Tindakan cabut gigi hanya diperbolehkan jika ada persetujuan dan pendampingan orang tua.

Anak asuh mendapatkan pemeriksaan gigi di lantai 2 depo dengan terlebih dahulu menjalani screening (pemeriksaaan awal) terhadap kondisi gusi dan gigi. Dokter gigi akan memutuskan apakah diperlukan tindakan cabut gigi berdasarkan hasil screening.

Relawan juga ikut mendampingi untuk memberikan semangat. Tidak terlihat perasaan takut dalam diri anak asuh saat giginya dicabut karena dokter gigi dari TIMA Medan melayani mereka dengan penuh cinta kasih dan humanis. Usai cabut gigi, anak asuh diberikan nasehat bagaimana merawat gigi dengan baik agar gigi tumbuh sehat dan kuat. Mereka lalu diarahkan ke bagian farmasi untuk mengambil vitamin dan obat yang telah diresepkan dokter gigi.

Kepedulian yang Menentramkan Hati
Para penerima bantuan dan anak asuh merasakan manfaat yang berarti dari baksos kesehatan ini. Salah satunya adalah Juliani Lubis (46) yang dibantu Tzu Chi sejak November 2025. Ia diberikan beberapa obat-obatan dan penjelasan mengenai pola hidup sehat oleh dokter TIMA. “Terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi kami. Saat susah seperti sekarang, masih ada yang peduli dan memperhatikan orang susah seperti kami. Semoga Allah membalas kebaikan Yayasan Buddha Tzu Chi ini. Harapannya bakti sosial seperti ini diadakan lagi supaya lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya,” ungkap Juliani bersemangat.

Juliani Lubis merasakan manfaat yang berarti dari bakti sosial kesehatan ini. Ia sangat bersyukur dan berharap bakti sosial seperti ini diadakan lagi supaya lebih banyak orang mendapatkan manfaatnya.

Hal yang sama dirasakan oleh Della Queen (10), salah satu anak asuh Tzu Chi yang menjalani pemeriksaan gigi dan cabut gigi. Ia merupakan penerima bantuan pendidikan sejak Juli 2023. “Kata dokter, supaya gigi saya bisa rapi dan cantik. Awalnya saya takut, tapi dokter gigi sangat baik hati dan ada kakak relawan yang memberi semangat. Terima kasih Yayasan Buddha Tzu Chi. Sekarang gigi saya sudah bersih,” kata Della senang.

Ketua Relawan Tzu Chi Medan Komunitas Hu Ai Mandala, Elsa Huang sangat mengapresiasi baksos kesehatan ini. “Para gan en hu dan anak asuh sangat bersukacita dan bahagia dengan bakti sosial kesehatan ini. Hal ini tidak terlepas dari kesungguhan hati relawan yang melayani dengan cinta kasih dan penuh perhatian. Kepedulian dan perhatian relawan menentramkan hati mereka. Semoga kita semua senantiasa diberikan berkah kesehatan dan kebahagiaan di tahun yang baru ini,” tandas Elsa Huang antusias. 

Anak asuh Della Queen menjalani pemeriksaan gigi dan cabut gigi dengan didampingi relawan. Ia sangat terkesan dengan dokter gigi yang ramah dan humanis serta relawan yang selalu memberi semangat.

Bakti sosial kesehatan tidak sekadar memberikan pemeriksaan kesehatan, tapi lebih kepada kepedulian, perhatian dan cinta kasih kepada sesama yang membutuhkan. Dengan adanya gan en hu (penerima bantuan) juga merupakan ladang berkah bagi insan Tzu Chi. “Semoga para gan en hu dan anak asuh tetap terjaga kesehatannya dan lebih mengenal Tzu Chi serta mendapat manfaat dari bakti sosial ini. Untuk relawan, semoga semakin menyadari pentingnya kesehatan dan semakin bertumbuh cinta kasih dalam diri mereka dan menyebarkannya kepada semua orang, sesuai dengan kata perenungan Master Cheng Yen, cinta kasih tidak akan berkurang jika dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain,” tutup koordinator kegiatan Merryana.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel Terkait

Terus Berjuang, Terus Optimis

Terus Berjuang, Terus Optimis

03 Desember 2019
Karmani (35), warga Pinang Ranti, Jakarta Timur, tak pernah patah arang. Walau kini hanya memiliki satu lengan, bapak dari tiga anak ini terus berusaha dan bekerja keras menghidupi keluarganya. Sudah sebulan ini, ia menjadi pengemudi ojek, khusus mengantarkan barang dan makanan. 
Merajut Syukur dan Kebahagiaan di Tahun Baru Imlek

Merajut Syukur dan Kebahagiaan di Tahun Baru Imlek

09 Januari 2025
Relawan Tzu Chi Pematang Siantar merayakan Imlek dengan penuh kehangatan bersama relawan dan penerima bantuan. Acara ini dipenuhi kisah inspiratif, momen berbagi, dan pesan cinta kasih yang menyentuh hati. 
Kebersamaan dan Keberkahan Bagi Gan En Hu di Awal Tahun

Kebersamaan dan Keberkahan Bagi Gan En Hu di Awal Tahun

16 Januari 2024

Gedung DAAI TV Medan menjadi saksi bagi acara istimewa, Gathering Penerima Bantuan Tzu Chi Medan, Minggu 7 Januari 2024. Acara tahunan ini bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk kebersamaan.

Menyayangi dan melindungi benda di sekitar kita, berarti menghargai berkah dan mengenal rasa puas.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -