Menebarkan Tetesan Welas Asih

Jurnalis : Budi Handoyo (Tzu Chi Singkawang), Fotografer : Melina (Tzu Chi Singkawang)
 

foto
Sosialisasi SMAT dilaksanakan di SMK Negeri 2 Singkawang. Para siswa sekolah ini menerimanya dengan penuh sukacita.

Jumat, 13 Desember 2013, di bawah terpaan sinar matahari pagi yang cerah 15 relawan Tzu Chi Singkawang siap mengadakan kegiatan Sosialiasi Misi Amal Tzu Chi (SMAT) di SMK Negeri 2, Jalan Bambang Ismoyo, Singkawang. Jam 8 pagi para relawan sudah tiba di lokasi acara yaitu di ruang aula. Para peserta yang sebelumnya menunggu sambil memendam rasa penasaran di luar aula akhirnya dipersilakan memasuki aula sebagai tanda dimulainya SMAT hari ini. Lebih dari 400 peserta yang semuanya merupakan siswa SMK Negeri 2 Singkawang dengan seketika memadati seisi aula.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Bapak Mizan selaku tuan rumah dan Kepala SMK Negeri 2 Singkawang. Kemudian Alfian Shixiong selaku penanggung jawab SMAT kali ini dengan didampingi Nirwan Shixiong membuka presentasi dengan pengenalan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kepada para peserta. Pengenalan ini dimulai dari sejarah dan asal-usul, misi-misi Tzu Chi, serta berbagai informasi lainnya. Satu hal yang menarik dalam sesi ini adalah adanya ketertarikan para siswa untuk bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Satu per satu dari mereka menanyakan pertanyaan yang sama tentang cara dan prosedur menjadi relawan Tzu Chi. Hal ini menunjukkan antusiasme yang besar dari para siswa untuk belajar memupuk sifat welas asih dan turut membantu menyebarkan cinta kasih kepada masyarakat.

Rata-rata siswa-siswi yang mengikuti kegiatan SMAT ini belum terlalu mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Tzu Chi. Seperti Merri, salah satu siswi mengaku hanya sekadar mengetahui tentang Tzu Chi dari wihara tempatnya beribadah. Awalnya ia mengira Tzu Chi merupakan komunitas khusus pemeluk agama Buddha saja. Tapi melalui SMAT ini, Merri menjadi lebih mengenal Tzu Chi sebagai organisasi lintas suku, agama, ras, dan negara. “Setelah melihat kegiatan yang dilakukan oleh para relawan Tzu Chi, saya jadi lebih memahami Tzu Chi sebagai organisasi universal yang sigap membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Senang sekali karena (melalui) SMAT ini saya bisa berpartisipasi dalam misi amal Tzu Chi. Saya juga sangat menantikan kegiatan selanjutnya yang akan diadakan di sekolah kami,” ujarnya dengan roman penuh semangat.

foto  foto

Keterangan :

  • Para siswa laki-laki maupun perempuan, semuanya merasa gembira menerima celengan (kiri).
  • Alfian dan Nirwan Shixiong memperkenalkan Tzu Chi terlebih dahulu kepada siswa-siswi sebelum membagikan celengan (kanan).

Setelah materi sosialisasi disampaikan, akhirnya saat yang paling ditunggu-tunggu telah tiba, yaitu pembagian celengan yang nantinya akan diisi dengan tetesan cinta kasih oleh penerimanya. Setiap celengan yang dibagikan disertai dengan sebuah kupon untuk diisi dengan data pribadi dan nomor ID yang tertera pada celengan. Kupon tersebut dikumpulkan kembali ke relawan Tzu Chi untuk diproses dan didata lebih lanjut sebagai tanda partisipasi setiap peserta dalam bersumbangsih melalui misi amal Tzu Chi. Sebanyak 352 buah celengan dibagikan dalam SMAT kali ini. Sungguh jumlah yang menggembirakan mengingat ini merupakan SMAT perdana yang diadakan di Kota Singkawang.

foto  foto

Keterangan :

  • Dengan antusias, para siswa secara estafet menerima celengan bambu Tzu Chi (kiri).
  • Nirwan Shixiong berinteraksi dengan beberapa siswi, menceritakan tentang semangat celengan bambu Tzu Chi (kanan).

Lagu berjudul Masa Celengan Bambu pun dilantunkan setelah pembagian celengan. Akim Shijie yang terampil memperagakan isyarat tangan Tzu Chi pun mengajarkan gerakan isyarat tangan lagu tersebut kepada para siswa peserta sosialisasi. Hampir semua siswa ikut menyanyikan lagu yang dilantunkan dan menirukan gerakan tangan beritme lambat dengan ceria. Suasana yang sedemikian hidup telah membekas dan menyemangati para relawan Tzu Chi Singkawang untuk kegiatan SMAT yang akan diadakan selanjutnya.

Di penghujung acara, semua peserta SMAT diajak untuk bersama-sama memeragakan isyarat tangan Satu Keluarga. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang merupakan doa bersifat universal untuk memohon ketentraman bagi semua manusia di dunia ini. Alfian Shixiong mengucapkan “Gan En” sebagai rasa syukur atas kegiatan SMAT yang berjalan lancar pada hari ini. Sosialisasi Misi Amal Tzu Chi (SMAT) akan terus diadakan di sekolah-sekolah dan komunitas lainnya di Singkawang, agar semakin banyak orang dapat memahami tujuan mulia yang terkandung dalam misi amal sosial Tzu Chi sehingga dapat mengajak lebih banyak orang bersumbangsih untuk mewujudkan “dana kecil untuk amal besar”.
  
 

Artikel Terkait

Kisah Anak Bantaran Kali

Kisah Anak Bantaran Kali

29 November 2010
Rabu 27 Juni 2010, pukul 15.00 WIB para relawan kasus He Qi utara melakukan rapat kasus di Jing-Si Books & Cafe Pluit. Dari hasil rapat tersebut diputuskan untuk membantu biaya pengobatan Fadil yang sangat diharapkan oleh keluarganya.
Semangat dalam Menjalani Pelatihan

Semangat dalam Menjalani Pelatihan

11 April 2016
Pelatihan relawan abu putih pertama yang diadakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi perwakilan Sinar Mas yang bertempat di balai karyawan kebun Indragiri, Riau. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 19 Maret 2016 ini diikuti 56 peserta. 
Salah Satu Jalan Berbuat Kebajikan

Salah Satu Jalan Berbuat Kebajikan

20 Agustus 2010
Pagi itu, pukul 07.30 WIB, 14 Agustus 2010, semua relawan Tzu Chi telah berkumpul di SMK Cinta Kasih. Di bawah Hariyanto sebagai koordinator, semua relawan berbagi tugas mempersiapkan kegiatan donor darah.
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -