Menemukan Kembali Makna Ibu di Setiap Langkah Kita

Jurnalis : Sidik Djaja (Tzu Chi Batam), Fotografer : Emilia, Supardi (Tzu Chi Batam)

Sabtu, 9 Mei 2026, Tim pendidikan Tzu Chi Batam kembali mengkoordinasi Perayaan Hari Ibu Internasional di Aula Jing Si Batam.

Perayaan hari Ibu sering kali kita lalui dengan ucapan selamat yang sederhana. Namun, di balik keriuhan perayaan tersebut, tersimpan sebuah makna mendalam tentang pengabdian, pengenalan diri, dan kasih sayang yang tak terbatas. Melalui sebuah acara perayaan hari Ibu yang diadakan di Tzu Chi Batam yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026, momen-momen indah tercipta, menyadarkan kita bahwa sosok Ibu adalah sekolah pertama sekaligus tempat pulang yang paling teduh.

Salah satu momen paling berkesan muncul melalui permainan sederhana yang menguji seberapa jauh anak-anak mengenal Ibu mereka dan begitu juga sebaliknya. Banyak peserta dewasa yang tersentak menyadari bahwa meski tinggal satu atap dan bertemu setiap hari, mereka bahkan tidak tahu apa makanan favorit sang Ibu. Ada rasa sesal yang menyeruak, sebuah kesadaran bahwa selama ini mereka mungkin terlalu mengabaikan detail-detail kecil namun berharga tentang orang yang paling mencintai mereka.

Antusiasme anak-anak yang berusaha keras memikirkan apa pekerjaan atau warna favorit Ibu mereka menjadi pemandangan yang menyentuh. Melalui permainan ini, tumbuh sebuah harapan baru agar setelah acara selesai, komunikasi antara orang tua dan anak menjadi lebih erat, di mana masing-masing pihak berusaha untuk lebih saling mengerti satu sama lain.

Daai Mama membimbing murid Kelas Budi Pekerti tata cara Pemandian Rupang Buddha.

Para ibu kembali merasakan tekanan ujian namun kali ini mengenai Sang Buah Hati, tepatnya seberapa dalam mereka mengenal anak mereka.

Puncak dari rasa haru terjadi saat sesi suguh teh dan basuh kaki. Terdapat 62 peserta Ibu duduk rapi di kursi dan menunggu anak-anaknya menghampiri mereka dan berlutut di depannya. Bagi banyak peserta, ini adalah kali pertama mereka bersimpuh dan membasuh kaki Ibu mereka. Air mata tidak terbendung ketika tangan-tangan anak menyentuh kaki yang telah bertahun-tahun melangkah demi masa depan mereka.

Seorang peserta Ibu bernama Rosmiati bercerita betapa ia sangat terharu melihat anaknya belajar berbakti. Ada rasa "tidak tega" yang muncul dari lubuk hati terdalam seorang Ibu saat melihat anaknya melakukan hal tersebut, namun di sisi lain, ada kebahagiaan luar biasa karena merasa dihargai. Baginya, basuhan kaki ini jauh lebih berharga daripada hadiah mahal mana pun yang bisa dibeli dengan uang. Ia berharap momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan awal dari bakti yang tulus setiap harinya.

Bagi Novita, salah satu guru kelas budi pekerti yang kini telah menjadi orang tua, acara ini memiliki makna ganda. Melihat video perjuangan seorang Ibu yang dengan teliti memilih bahan makanan terbaik untuk anaknya, ia merasa seolah sedang bercermin. Ada kesadaran baru bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan seorang Ibu,  mulai dari memilih makanan hingga mendidik dengan sabar, adalah bentuk cinta yang paling murni.

Novita (kanan), guru Kelas Budi Pekerti, menyadari pengorbanan seorang Ibu dapat terlihat dari cara memiliih makanan dan cara mendidikan anak.

Rosmiati (kiri) merasa tidak tega melihat anaknya membasuh kakinya, namun tetap bersyukur lewat kegiatan Tzu Chi anaknya dapat belajar mewujudkan rasa bakti mereka.

Meski ada rasa malu atau canggung bagi sebagian orang untuk menangis di depan umum, namun air mata yang tumpah hari itu adalah bukti betapa dalamnya jasa seorang Ibu yang tak mungkin terbalas. Kegiatan rutin seperti ini menjadi pengingat penting bagi setiap anak agar tidak lupa untuk selalu berbakti dan berbudi kepada jasa Ibu. Inilah makna sesungguhnya dari penyelenggaraan acara ini.

Hari Ibu bukan sekadar tentang perayaan, melainkan tentang membangun hubungan kemanusiaan yang lebih baik di dalam keluarga. Mari kita mulai hari ini dengan tidak lagi mengabaikan sosok seorang Ibu, karena dalam setiap doa dan tetesan air matanya, tersimpan keselamatan dan kebahagiaan bagi anak-anaknya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Memperingati Hari Waisak, Hari Ibu internasional dan Hari Tzu Chi Sedunia

Memperingati Hari Waisak, Hari Ibu internasional dan Hari Tzu Chi Sedunia

11 Mei 2021

Peringatan Hari Waisak, Hari Ibu internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang diadakan online pada 9 Mei 2021 diikuti oleh 19 relawan Tzu Chi Tj. Balai Karimun.

Perayaan Hari Ibu di Kelas Bimbingan Budi Pekerti He Qi Pusat

Perayaan Hari Ibu di Kelas Bimbingan Budi Pekerti He Qi Pusat

28 Mei 2021

Menyambut peringatan hari Ibu Internasional, Kelas Bimbingan Budi Pekerti He Qi Pusat tetap mengadakan prosesi basuh kaki secara daring melalui aplikasi Zoom pada Minggu, 23 Mei 2021.

Membingkai Budi Pekerti Pada Anak

Membingkai Budi Pekerti Pada Anak

07 Desember 2017
Perayaan Hari Ibu di Sekolah Tzu Chi Indonesia dilaksanakan pada Rabu, 6 Desember 2017 di gedung aula Sekolah Tzu Chi Indonesia, Tzu Chi Center, PIK. Dalam kesempatan ini, Sekolah Tzu Chi Indonesia juga memberikan apresiasi kepada Ryan Suwandi (11), siswa kelas 6 SD yang meraih prestasi.
Orang yang mau mengaku salah dan memperbaikinya dengan rendah hati, akan mampu meningkatkan kebijaksanaannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -